Suasana audiensi keluarga korban pembunuhan sadis dengan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK di Masjid Miftahul Jannah Polres. Pertemuan diakhiri foto bareng. (tim/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK, memenuhi janjinya untuk menerima perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Sadis (AMPKPS) Kabupaten Dompu, Rabu (29/7).

Pertemuan antara Kapolres dengan wakil keluarga korban pembunuhan sadis, almarhum Iskandar dan warga itu berlangsung di Masjid Miftahul Jannah Polres, Rabu (29/7).

Hadir mendampingi Kapolres saat itu, Kasat Intelkam Makrus, S.Sos dan Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K.

BACA JUGA :

Berlanjut, Aksi Desak Ungkap Pelaku Lain Pembunuhan Sadis Mangge Asi

Kasus Pembunuhan Sadis; Kecewa tak Direspon Polres, AMPKPS Dompu Blokir Jalan

Siap Diterima Kapolres Besok, Massa Buka Blokir Jalan

Saat itu, salah seorang perwakilan keluarga korban, Supratman mengawali penyampaiannya dengan memohon maaf jika ada kata-kata dalam orasi saat unjuk rasa sehari sebelumnya yang kurang berkenan dihati Kapolres dan jajarannya.

“Kami sampai saat ini masih berduka atas kejadian pembunuhan sadis terhadap keluarga kami (almarhum Iskandar),” ujar Supratman.

Karena itu, Supratman meminta Polres Dompu dalam hal ini Satuan Reskrim untuk bekerja secara profesional dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan tersebut.

Pihaknya mendesak kepolisian menetapkan tersangka lain dalam kasus ini, yang sampai hari ini masih berkeliaran.

“Kami menginginkan kepolisian lebih mendalami dengan serius dalam menangani kasus ini,” katanya.

Supratman mengungkapkan, kasus pembunuhan sadis tersebut berawal dari permusuhan sejak tahun 2018 hingga berujung kasus pembunuhan sadis yang terjadi pada Jumat (12/6) lalu.

“Kami mencurigai dalam kasus pembunuhan ini pelakunya lebih dari satu orang. Bahkan kami juga menduga kalau kasus ini adalah pembunuhan berencana,” bebernya.

Berangkat dari hal ini, pihak keluarga berharap kepolisian segera mengungkap pelaku lain dan menangkapnya.

“Kami akan terus menuntut keadilan, karena sesungguhnya almarhum Iskandar ini (diduga) dibunuh secara sadis oleh pelaku yang lebih dari satu orang,” ungkapnya.

Dalam audiensi itu, perwakilan AMPKPS juga menuntut tranparansi kepolisian dalam pelayanan dan penanganan kasus ini.

“Saksi-saksi agar segera diamankan karena berada di Desa O’o (desa para terduga pelaku pembunuhan sadis, red). Selain menyulitkan penyelidikan, mereka juga menggunakan senjata tajam dan mengancam keluarga korban dan saksi-saksi lain,” kata wakil keluarga lainnya, Sahrul.

Unsur AMPKPS, Ilham Apriwijaya memperkuat penyampaian Sahrul. “Kami terkendala mengakses saksi karena berada di lingkungan rumah keluarga terduga,” jelas Ilham.

Menanggapi itu, Kapolres AKBP Syarif Hidayat, dengan arif mengatakan, pihaknya memaafkan dinamika dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolres Dompu yang berujung aksi pemblokiran jalan.

Hanya saja, Kapolres meminta kepada semuanya agar kedepan menggunakan kata-kata yang sopan dalam menyampaikan pendapat di muka umum (saat unjuk rasa). “Sampaikanlah aspirasinya dengan mengedepankan sikap sopan santun,” imbuhnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya tentu akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap saksi-saksi. Termasuk para saksi yang disebutkan keluarga korban yang mengaku melihat kejadian pembunuhan tersebut.

“Berikan identitas para saksi itu agar kami nantinya melakukan pemanggilan terhadap mereka,” jelasnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya tetap bekerja secara profesional dalam menangani kasus tanpa ada keberpihakan kepada siapapun.

“Saya siap pertaruhkan jabatan apabila kami tidak profesional dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.

Pada sisi lain, Kapolres mengingatkan semua pihak, khususnya keluarga almarhum agar tidak lagi melakukan aksi menutup jalan. Sebab, jika itu berdampak pada terganggunya arus lalulintas dan menghambat atau melumpuhkan aktivitas pengguna jalan.

“Kasihan para pengguna jalan harus terhambat aktivitasnya akibat adanya aksi menutup jalur jalan,” tandasnya. (tim)