Aksi unjuk rasa massa AMPKPS Kabupaten Dompu di depan Mapolres, Selasa (28/7).

DOMPU, Lakeynews.com – Unjuk rasa massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Sadis (AMPKPS) Kabupaten Dompu, berlanjut.

Selasa (28/7), puluhan orang gabungan keluarga korban (alm) Iskandar dan warga kembali beraksi di depan Mapolres Dompu. Tuntutannya, hampir sama dengan tuntutan yang disampaikan saat berunjuk rasa di tempat yang sama, beberapa waktu lalu.

Yakni mendesak Polres Dompu segera mengungkap dan menangkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Iskandar, warga Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu pada Jumat (12/6) lalu.

Dalam aksi tersebut, massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan membawa sejumlah spanduk, poster dan lainnya. Spanduk-spanduk dan poster itu disertai dengan beberapa tulisan.

Di depan Mapolres, perwakilan massa melakukan orasi secara bergantian. Dalam orasinya, mereka menyebut dalam kejadian tersebut, pelakunya diduga lebih dari satu orang.

Menurut massa, pelakunya bukan hanya SR (sepupu satu korban sendiri) yang kini ditahan dan diproses pihak kepolisian. Terduga pelaku utamanya pun saat ini, masih bebas berkeliaran.

Alasannya, karena saat kejadian pembunuhan sadis di lahan jagung Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu itu ada orang lain di sana dan diduga ikut bersama-sama menghabisi korban.

“Kami minta kepada Kapolres Dompu segera menetapkan terduga pelaku berdasarkan peranan dan keterlibatannya,” pinta massa aksi.

Massa juga meminta agar pihak kepolisian segera melakukan rekonstruksi langsung di lokasi kejadian. “Segera tetapkan pelaku kasus pembunuhan ini sebagai kasus pembunuhan berencana,” katanya.

Selain itu, pihak kepolisian juga didesak menindaklanjuti dan menangani serius kasus dugaan percobaan pembunuhan yang dilaporkan pihak keluarga tahun 2018, tertera lepas/IV/ 2018/NTB/Res.Dompu/Sek.Dompu sebagai antisipasi perbuatan melawan hukum berat.

“Kami sebagai keluarga korban menduga pembunuhan itu dilakukan oleh sekelompok keluarga secara berencana karena memang (hampir) semua anggota keluarga dekat pelaku berada di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Perwakilan massa lainnya dalam aksi itu mengungkapkan, kasus pembunuhan Iskandar diduga dipicu dendam lama. Tahun 2018, diduga sempat terjadi percobaan pembunuhan terhadap Nasrullah, adik kandung almarhum Iskandar.

“Kasusnya sudah dilaporkan oleh Nasrullah sejak tahun 2018. Tapi sampai sekarang belum dituntaskan secara serius. Hingga akhirnya berakibat jatuhnya korban jiwa, almarhum Iskandar,” bebernya.

Perwakilan massa aksi lainnya, Kiswanto, melalui orasinya menyampaikan ketidakpuasan keluarga korban atas kinerja Kepolisian Dompu dalam penanganan kasus tersebut.

“Sampai hari ini (Selasa, 28/7, red) kepolisian baru menetapkan satu orang sebagai tersangka, sedangkan pada saat kejadian (hampir) semua keluarga dekat pelaku berada di TKP,” katanya.

Karena itu, Kiswanto meminta agar Kasat Reskrim bertatap muka dan beraudensi dengan massa aksi untuk memaparkan kelanjutan dan perkembangan penanganan kasus pembunuhan sadis tersebut.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dan pengawalan pihak kepolisian. Sampai aksi berakhir, tidak ada pejabat terkait di Polres yang menemui dan berdialog dengan massa. Pintu gerbang pun ditutup.

Kacewa dengan hal tersebut, massa kemudian membubarkan diri. Informasi yang berhembus, massa akan melanjutkan aksinya di wilayah Desa Manggena’e (Dompu timur), dengan melakukan pemblokiran jalan.

Dan, ternyata benar saat berita ini dilansir, aksi pemblokiran jalan tengah berlangsung (nantikan berita selanjutnya, red).

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Dompu belum diperoleh tanggapannya atas beberapa tuntutan massa aksi.

Kapolres AKBP Syarif Hidayat melalui Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Christofel yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp-nya, mengatakan, terkait penanganan kasus pembunuhan terhadap almarhum Iskandar akan segera dirilis resmi.

“Nanti akan kami release Mas kasus pembunuhan tersebut. Sekalian release kasus pembunuhan Dorebara,” kata Ivan pada Lakeynews.com, siang menjelang sore ini. (tim)