Salah satu berugak yang dipakai massa AMPKPS menutup jalan di Desa Manggena’e, Dompu. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Massa Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Sadis (AMPKPS) Kabupaten Dompu, Selasa (28/7) siang hingga sore ini akhirnya memblokir Jalan Negara di Desa Manggena’e, Kecamatan Dompu.

Massa menutup jalan menggunakan berugak, batu dan kayu. Itu sebagai luapan kekecewaan mereka karena aspirasi dan tuntutan yang disampaikannya saat unjuk rasa di depan Mapolres pagi harinya, tidak direspon pihak Polres.

Saat unjuk rasa, massa mendesak pihak kepolisian agar segera mengungkap, menangkap dan menetapkan tersangka lain dalam kasus pembunuhan sadis terhadap almarhum Iskandar di Desa Mangge Asi pada Jumat (12/6) lalu.

BACA JUGA : Berlanjut, Aksi Desak Ungkap Pelaku Lain Pembunuhan Sadis Mangge Asi

Ketika berorasi di sela-sela aksi penutupan jalan, salah satu perwakilan massa menuntut Kapolres Dompu hadir dan menemui massa aksi di lokasi pemblokiran jalan itu.

Massa AMPKPS Kabupaten Dompu memenuhi ruas jalan yang diblokir. (ist/lakeynews.com)

“Kami dari tadi pagi unjuk rasa di depan Mapolres Dompu. Tapi, tidak merespon,” ungkapnya.

Itulah yang menjadi alasan massa melakukan penutupan jalan ini. “Ini bentuk kekecewaan kami terhadap kepolisian,” tegasnya.

Massa menegaskan, tidak akan pernah membuka blokir jalan sebelum Kapolres hadir. “Kami menunggu Kapolres menemui kami di sini,” terangnya.

Akibat pemblokiran jalan itu, kendaraan yang dari dan ke Dompu tidak bisa jalan. Saat berita ini ditulis, antrean kendaraan dari dan ke Dompu tampak mengular hingga beberapa kilometer.

Sementara dari pihak massa, beberapa perwakilannya terus melakukan orasi secara bergantian. (tim)