Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, diapit Kasat Resnarkoba IPTU Tamrin, (kanan) dan Kasat Reskrim AKP Reza Fahmi, saat jumpa pers di Mapolres, belum lama ini. (ist/lakeynews.com)
Sejumlah BB yang berhasil diamankan dari beberapa tersangka kasus Narkoba di Polres Dompu. (ist/lakeynews.com)

 

Catatan :
Sarwon Al Khan, Dompu

 

PEREDARAN dan penyalahgunaan Narkoba di Kabupaten Dompu, kini makin parah.

Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus yang berhasil diungkap kepolisian selama ini. Tidak sedikit pelaku ditangkap dan diamankan bersama seabrek barang bukti.

Lebih menyedihkan lagi, kalangan pelajar sudah menjadi “santapan empuk” bagi para pengedar barang terkutuk ini. Seolah sulit terkendali.

Beberapa hari lalu tertangkap 10 oknum pelajar SMA saat diduga pesta Narkoba. Tepatnya di sebuah kos-kosan Dusun Selaparang, Desa Matua, Kecamatan Woja, Sabtu (22/2) malam.

BACA JUGATiga dari 10 Pelajar Tertangkap Pesta Narkoba di Dompu Positif Pemakai

Dari 10 pelajar itu, tiga perempuan dan tujuh laki-laki. Yang memilukan, tiga dari 10 generasi muda itu dinyatakan positif sebagai pemakai narkotika jenis Sabu-sabu.

Jauh sebelumnya, kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah pelajar SMP karena kasus serupa. Ini lebih gawat lagi.

Sebelum-sebelumnya Sat Resnarkoba Polres Dompu, pun jajaran Polsek, mengungkap sederet kasus Narkoba. Termasuk di Kecamatan Kempo, beberapa waktu lalu.

BACA JUGAPolres Dompu Gelar Perkara Tiga Pelajar Positif Pemakai Narkoba; Ini Hasilnya…

Mengingat kian berbahayanya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, menuntut semua pihak agar ikut peran aktif dalam mengantisipasi dan pencegahannya.

Terlebih sampai hari ini Kabupaten Dompu masih menyandang status sebagai “Daerah Darurat Narkoba”.

Pengentasan dan pemberantasan Narkoba, tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian atau pemerintah melalui aparat terkait saja. Juga tidak cukup sebatas penindakan.

“Keterlibatan dan peran aktif semua komponen masyarakat jauh sangat penting. Antisipasi dan pencegahan lebih diutamakan,” kata Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK melalui Kasat Resnarkoba IPTU Tamrin, S.Sos.

Pada Lakeynews.com, Tamrin menegaskan, terkait upaya pencegahan ini, peran serta dan aktif –terutama orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar– sangat penting. “Paling tidak, jadilah polisi di dalam rumah tangga dan keluarga kita masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGANarkoba yang Beredar di Dompu Kebanyakan dari Lombok

Demikian juga di lembaga pendidikan. Di sekolah-sekolah misalnya. Kepala sekolah, guru-guru, tata usaha dan segenap warga sekolah, diharapkan dapat memaksimalkan peran aktifnya dalam pencegahan, peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar ini.

Polres Dompu –terutama Sat Resnarkoba– selain penindakan, juga akan tetap menggencarkan upaya pencegahan ini. Salah satunya, melalui kegiatan sosialisasi dan upaya-upaya edukasi lainnya.

Kepolisian akan terus melakukan sosialisasi tentang bahaya dan dampak negatif Narkoba ini. Baik dampak buruknya terhadap kesehatan maupun bagi masa depan anak-anak.

Lebih-lebih pada gangguan situasi Kamtibmas yang kondusif. Belum lagi dampak negatif terhadap ekonomi orang tua.

“Ini artinya dampak buruk Narkoba begitu banyak dan luas. Akibat dan dampaknya merembet kemana-mana,” tegas Tamrin.

BACA JUGAIPTU Tamrin, ”Anak Gunung” Bertekad Sapu Bersih Narkoba di Dompu

Sehingga, dengan rutin dan gencarnya kegiatan sosialisasi, terutama di kalangan pelajar, diharapkan nantinya dapat meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan Narkoba ini.

“Itu harapan besar kita dan mungkin juga harapan hampir semua elemen masyarakat,” tandas Tamrin. (*)