H. Abdurahman Mahmud (almarhum), pemimpin peletak pondasi infrastrutur kebutuhan pelayanan dasar masyarakat di Kabupaten Dompu. (ist/lakeynews.com)

Momen Peringatan Hari Jadi ke-208 Kabupaten Dompu Tahun 2023 (4)

Oleh: Muhammad Syahroni *)

BERBICARA kebutuhan dasar masyarakat pada suatu wilayah tidak bisa lepas dari hal yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan.

Demikian halnya dengan Kabupaten Dompu. Kita mencoba buka kembali lembaran sejarah, banyak pemimpin yang telah berjasa dalam upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar tersebut. Salah satunya, almarhum H. Abdurahman Mahmud.

Beliau adalah Bupati Dompu periode tahun 1960-1966 yang jasanya begitu besar dalam memelopori pemenuhan fasilitas kebutuhan pelayanan dasar bagi masyarakat Dompu.

H. Abdurahman Mahmud adalah tokoh besar bagi masyarakat Dompu. Beliau salah satu putra terbaik Dompu, disamping sebagai pemimpin pemerintahan, juga menjadi ulama yang sangat disegani.

Baca juga:

Masa kecil almarhum banyak dihabiskan di Dompu. Saat zaman penjajahan Belanda, dimana begitu sulit untuk mengembangkan diri, namun beliau menjadi salah satu anak yang beruntung. Kala itu, beliau mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah belanda untuk pribumi atau yang biasa disebut HIS (Hollandsch Inlanndsche School) di Bima.

Sebagai anak muda yang terlibat langsung dalam berbagai pergerakan dalam massa saat menjelang dan pasca-kemerdekaan, beliau sangat sadar akan pentingnya kualitas pendidikan.

Penulis, Muhammad Syahroni. (ist/lakeynews.com)

Untuk menambah kualitas diri, beliau pernah dikirim dan bersekolah di Darul Ulum, Makkah. Beliau menetap di Makkah kurang lebih lima tahun.

Dampak pernah mengenyam pendidikan di Makkah inilah yang membentuk karakter serta pengetahuan beliau sebagai ulama yang disegani.

Pasca-kemerdekaan Republik Indonesia dengan dimulainya pergulatan perpolitikan dan demokrasi di Indonesia, sebagai tokoh yang disegani, almarhum terlibat langsung dalam berbagai pergulatan politik baik di tingkat lokal maupun di level nasional. Dan, pada Pemilu pertama tahun 1955, beliau adalah tokoh sentral Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII).

Diketahui, PSII secara nasional adalah salah satu partai yang masuk lima besar dalam perolehan suara saat Pemilu tersebut. Di tingkat Kabupaten Dompu, PSII adalah pemenang pada pemilu tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, salah satu faktor pendukung kemenangan tersebut adalah ketokohan dari almarhun H. Abdurahman Mahmud.

Seiring perjalanan waktu, karier politik beliau terus menanjak tidak saja dalam skala lokal dan regional, tapi juga pada level nasional.

Pernah menjadi Sekretaris Jenderal DPP PSII. Tentu hal ini sesuatu yang luar biasa bagi karier politik seseorang yang tidak berasal dari Jawa dan Sumatera saat itu.

Konsekwensi berkiprah di level nasional, beliau harus meninggalkan Dompu dan berdomisili di Jakarta. Masa-masa saat berkiprah di level nasional inilah, beliau sering berkunjung dan melakukan lawatan ke luar negeri, baik itu ke Moskow, negara-negara timur tengah dan negara lainnya.

Menurut informasi, karena kapasitas dan kemampuannya, H. Abdurahman Mahmud sempat masuk bursa calon Menteri Muda Sosial. Namun, karena saat itu pemerintahan dikuasai oleh orang-orang PNI dan Masyumi, beliau tidak terpilih.

Kendati berkiprah di level nasional, kecintaannya pada Dompu sebagai daerah kelahirannya tidak berkurang. Saat beliau menjadi Sekjen PSII, banyak hal yang dilakukan untuk Dompu. Salah satu yang sangat mendasar dan bermanfaat untuk Dompu adalah pada saat beliau memelopori dan memfasilitasi pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Rumah Sakit pertama di Dompu.

Hal itu dilakukan karena Dompu saat itu belum tersedia SMA. Dimana para siswa Dompu pascamenyelesaikan SMP biasanya melanjutkan SMA ke luar daerah, baik ke Sumbawa, Lombok bahkan Bali.

Begitu juga terkait dengan Rumah Sakit, saat itu sama sekali belum tersedia rumah sakit di Dompu. Sehingga didasarkan kondisi kondisi tersebut dalam upaya memenuhi kebutuhan pelayanan dasar manusia dan dengan memanfatkan jaringan di pemerintahan pusat, beliau memfasilitasi pembangunan Rumah Sakit dan SMA pertama di Dompu.

SMA dan Rumah Sakit pertama di Kabupaten Dompu itu diberi nama SMA Hos Cokroaminoto dan Rumah Sakit Hos Cokroaminoto.

Kenapa diberi nama dengan embel-embel “Hos Cokroaminoto”?

Rupanya, hal tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh Nasional Hos Cokroaminoto yang merupakan pendiri PSII.

Dalam perjalanan sejarah Kabupaten Dompu, SMA dan Rumah Sakit HOS Cokroaminoto inilah yang menjadi cikal bakal SMAN 1 Dompu dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu sekarang. (bersambung)

*) Penulis adalah Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu.