Menurut Pinca Bulog Bima Wilya Fatayani, gabah kering giling dari Dompu sudah ada yang masuk di gudang Bulog Bima dengan harga sesuai HPP, Sabtu (19/3). (ist/lakeynews.com)

Pinca Bulog Bima: (Hanya) Membeli GKG dan Beras

DOMPU, Lakeynews.com – Meski janji Bulog Pusat melakukan penyerapan gabah petani Kabupaten Dompu mulai Jumat atau Sabtu, tanggal 18 atau 19 Maret ini masih sebatas harapan palsu, pihak Bulog tampaknya tetap menunjukkan keseriusannya.

Indikator keseriusannya tersebut, Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mendroping dana kepada Bulog Bima untuk penyerapan gabah. Bulog Bima membawahi Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

“Bulog Bima sudah mendapat droping dana untuk penyerapan Gabah Kering Giling (GKG) dan Beras dari kantor wilayah,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Bima Wilya Fatayani vian pesan WhatsAPP-nya pada Lekeynews.com, Sabtu (19/3) malam.

Kapan dan berapa nominal dana yang didrop Kanwil Bulog ke Bulog Cabang Bima dimaksud, wanita yang akrab disapa Bu Nani itu belum membeberkannya.

Baca juga:

Diketahui, Bulog pusat menjanjikan, penyerapan gabah petani Dompu dimulai Jumat atau Sabtu (18-19/3). Namun, hasil pengamatan media ini di lapangan menunjukkan kenyataan, janji tersebut belum terlaksana. Hingga Sabtu malam, harga gabah kering panen (GKP) Dompu masih seperti semula, Rp. 3.400 per Kg. Bahkan di beberapa wilayah kecamatan harga kian anjlok, hingga Rp. 3.200 per Kg.

Mengapa demikian? Apa kendalanya, sehingga Bulog belum menyerap gabah sesuai HPP, seperti pernyataan pihak Bulog Pusat?

Terhadap pertanyaan ini, Nani belum menjelaskan secara eksplisit. Tetapi Nani mengaku, Bulog Bima tetap mematuhi kebijakan Bulog Kantor Wilayah maupun Bulog Kantor Pusat. “Kami tetap patuh,” tegasnya.

Namun, pimpinan Bulog dinilai membohongi masyarakat dan Pemkab Dompu, karena tidak mampu mewujudkan apa sudah dinyatakan sebelumnya, termasuk janji pimpinan Bulog Bima saat Rapat Tingkat Tinggi di Kantor Bupati Dompu. Anggota DPRD pun mewacanakan untuk menghadirkan kembali Bulog Bima untuk membuat surat pernyataan tertulis. Tanggapan Anda?

“Bulog Bima tidak mungkin membuat kebijakan sendiri tanpa menghiraukan kebijakan Kantor Wilayah dan Kantor Pusat,” jawab Nani.

Nani menjelaskan, Bulog siap menyerap GKG dan Beras di depan pintu gudang Bulog. GKG dimaksud dengan kualitas Kadar Air (KA)  maksimal 14 persen dan Butir Hampa/Kotoran maksimal  3 persen.

Sedangkan beras, lanjutnya, dengan KA maksimal 14 persen, Butir Patah maksimal 20 persen, Menir maksimal  2 persen, Derajat Sosoh minimal 95 persen. “Sama, kita serap di depan pintu gudang Bulog,” jelas Nani.

Hari Sabtu (19/3), menurut dia, sudah ada yang menjual GKG di depan pintu gudang Bulog dengan harga HPP. Tentunya dengan kualitas yang sudah dipersyaratkan. “Sudah masuk tadi di Gudang Bulog gabah dari Dompu,” tandasnya.

Bulog hanya menyerap GKG. Bagaimana dengan GKP? Bukankah hal ini yang paling ditunggu para petani?

“Bulog Bima tidak mempunyai fasilitas pengeringan maupun lantai jemur. Bulog Bima (hanya) membeli GKG dan Beras,” papar Nani menjawab pertanyaan tersebut. (won)