Petani padi Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu berinisial MSL (foto atas dan bawah) memotong padi yang masih sangat muda menggunakan mesin potong rumput. (screenshoot/lakeynews.com)
(screenshoot/lakeynews.com)

Video Viral di Medsos, Dibagi secara Berantai

.

DOMPU, Lakeynews.com – Video seorang petani di Dompu, NTB, yang sedang merusak tanaman padinya, viral di media sosial (medsos) hari ini, Minggu (28/3).

Sepintas mendengarkan ucapan yang dilontarkan dalam video berdurasi 00.43 detik itu, si petani tersebut kecewa karena petani padi tidak diperhatikan. Yang diperhatikan selama ini hanya petani jagung.

Hasil penelusuran Lakeynews.com, video tersebut berawal dari unggahan di Facebook (FB) oleh akun bernama Ama La Sakinah. Video tersebut didownload dan disalin para nitizen. Lalu dibagi secara berantai, baik di FB, Massenger maupun WhatsApp (WA).

Menyertai video itu, akun Ama La Sakinah menulis, “Kalau begini harga gabah lebih baik dipotong untuk makan sapi,,,, jagung 4150 sedang padi cuman 2700/kilo. Lembo ade petani padi (sabar petani padi, Bima-Dompu, red).”

Petani padi Desa Wawonduru memotong padinya yang masih sangat muda seperti memotong rumput. (screenshoot/lakeynews.com)

Belakangan diketahui, petani tersebut diketahui berinisial MSL, warga Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, yang bersangkutan belum dapat ditemui atau dihubungi.

Namun, di dalam video itu tampak MSL memotong (merusak) tanaman padinya menggunakan mesin pemotong rumput.

Mengiringi pemotongan padi yang masih sangat muda itu, MSL mengatakan, bahwa yang diperhatikan hanya petani jagung. Sedangkan petani padi tidak diperhatikan.

“Fare ake taho pu rombe ‘dipaha kai capi,” kata MSL dalam bahasa Dompu-Bima. Lebih kurang artinya, “padi ini lebih baik disabit/potong untuk pakan sapi (red).” (tim)