FOTO ATAS DAN BAWAH: Bupati Dompu Kader Jaelani dan rombongan ketika menemui Kepala BPN Dr. Arief Prasetyo Adi dan jajaran di kantornya, Kamis (17/3). (ist/lakeynews.com)
(ist/lakeynews.com)

Atasi Masalah Gabah; Pemda Dompu Disarankan Bangun Industri Terpadu Padi, Anggaran Rp. 20-30 Miliar

DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) Dr. Arief Prasetyo Adi memerintahkan Bulog agar mempercepat penyerapan gabah petani di Kabupaten Dompu.

Perintah tersebut langsung disikapi pihak Bulog. Bahkan Bulog Pusat menegaskan, penyerapan gabah-gabah petani tersebut langsung dilakukan mulai akhir pekan ini, Jumat atau Sabtu (18-19/3).

Perintah kepala BPN dan sikap Bulog Pusat tersebut merespon Surat Bupati Dompu Kader Jaelani sebelumnya. Dalam surat bernomor: 500/62/EKONSDA/2022 tertanggal 14 Maret 2022 itu, Bupati Dompu meminta kepala BPN untuk mempercepat Penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) Dompu oleh Dolog.

Berikut surat Bupati Dompu Kader Jaelani kepada Kepala Badan Pangan Nasional, tanggal 14 Maret 2022:

Menindaklanjuti suratnya tersebut, Bupati Kader menemui Kepala BPN Dr. Arief Prasetyo Adi di kantornya, Kamis (17/3). Dalam pertemuan itu, Bupati Kader didampingi tiga pejabatnya. Yakni Kadis Pertanian dan Perkebunan Muhammad Syahroni, Kadis Perindag H. Muhibuddin dan Kadis Ketahanan Pangan Ruslan.

Ketika menerima Bupati Kader dan rombongan, kepala BPN langsung berkoordinasi dan memerintahkan Direktur Keuangan Bulog Pusat Bagya Mulyanto untuk mempercepat penyerapan gabah Dolog di Dompu.

Kadistanbun Dompu Muhammad Syahroni yang dihubungi Lakeynews.com malam ini mengabarkan, bahwa Bulog Pusat menegaskan penyerapan gabah Dompu dilakukan dalam waktu secepatnya.

“Direktur Bulog Pusat menegaskan, penyerapan gabah segera dilakukan pada hari Jumat atau Sabtu pekan ini,” kata Dae Roni (sapaan Muhammad Syahroni) melalui telepon genggamnya, mengutip hasil pertemuan dengan kepala BPN dan jajaran. Informasi yang senada juga disampaikan Sekda Dompu Gatot Gunawan PP ke WAG Lakeynews.com.

Baca juga:

Dalam pertemuan itu juga juga disampaikan, pihak Dolog Bima Dompu sudah membuat kontrak dengan Mitra Dolog. Saat ini, pihak Dolog Bima Dompu sudah mulai mengosongkan gudang dan sedang turun ke mitra-mitranya untuk penekanan pembukaan PO.

“Namun Direktur Bulog menyampaikan, bahwa gabah yang akan diserap oleh Dolog atau Mitra Dolog adalah gabah yang memenuhi syarat dan kwalitas teknis sesuai regulasi,” papar Dae Roni.

Pose bersama Bupati Dompu Kader Jaelani dan rombongan usai pertemuan dengan Kepala BPN Dr. Arief Prasetyo Adi dan jajaran. (ist/lakeynews.com)

Terkait permasalahan penyerapan beras di Kabupaten Dompu dan upaya mengatasi agar permasalahan gabah tidak berulang setiap tahun, kepala BPN menyarankan Pemda Dompu agar segera membangun industri terpadu padi. Mulai dari fasilitas drayer, gudang, RMU dan usaha pemjualan beras dalam skala besar.

Pembangunan industri terpadu untuk padi dimaksud, lanjut Dae Roni, tentu merujuk pada data teknis yang ada dan sepanjang memungkinkan.

Pihak BPN sebagai lembaga baru (setingkat menteri) yang keberadaannya langsung di bawah Presiden akan siap mensupport terkait dengan hal tersebut. Antara lain, dengan memberikan bantuan teknis, menghubungkan dengan perusahaan berpengalaman.

“Secara teknis, industri tersebut baru akan berjalan dibutuhkan anggaran Pemda sekitar 20-30 miliar rupiah,” papar Dae Roni.

Dengan demikian, permasalahan gabah selalu terjadi setiap tahun di Dompu akan bisa teratasi. Permasalahan harga yang selalu jauh di bawah HPP (harga pokok penjualan) akan bisa diminimalisir. “Ketergantungan akan penyerapan Dolog juga akan mampu diperkecil,” tandasnya.

Dalam pertemuan yang diakhiri dengan sesi foto bersama, kepada Bupati Kader dan rombongan, kepala BPN berjanji akan berkunjung ke Kabupaten Dompu sekitar Juli mendatang. (won)