
DOMPU, Lakeynews.com – Hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Dompu menyangkut persoalan gabah, Senin (14/3), dirasa mengecewakan para petani.
Buntutnya, massa Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari berbagai penjuru Bumi Nggahi Rawi Pahu akan menggelar aksi demonstrasi, besok (Rabu, 16/3). Sasaran aksi massa yang dipimpin Ahmad Sonk itu, kantor DPRD dan Bupati Dompu.
Untuk aksi tersebut, begitu selesai RDPU dewan, beberapa perwakilan Gapoktan langsung mendatangi dan memberitahukan rencana aksi ke Polres Dompu.
Semula mereka hendak melampiaskan kekecewaannya dengan aksi pemblokiran jalan di wilayah Kecamatan Woja. Namun, berkat masukan dan kecekatan beberapa pihak, gerakan yang hampir melumpuhkan arus lalulintas dan aktivitas publik luas tersebut tidak sampai terjadi.
Diketahui, RDPU yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Dompu Mohammad Subahan, SE menghasilkan empat poin;
“Pertama, Kesatuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan harus memberikan keleluasaan kepada pengusaha luar untuk menyerap harga gabah di Kabupaten Dompu, tentunya melalui peningkatan pengawasan pemerintah.
Kedua, pemerintah harus meningkatkan jatah beras ASN (aparatur sipil negara) di Kabupaten Dompu.
Ketiga, pemerintah harus mengintervensi harga gabah saat ini lewat perusahaan daerah. Dan,
Dan, keempat, DPRD dan Pemda Dompu akan membuat regulasi tentang harga gabah; Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati.”
Salah satu aspirasi dan tuntutan petani melalui Gapoktan sehingga membawa persoalan itu ke ruang RDPU adalah harga gabah sesuai dengan HPP (harga pokok penjualan), Rp. 4.250 per kilogram (Kg). Saat ini, harga gabah di lapangan berkisar Rp. 3.400 per Kg.
Sayangnya, harapan tersebut tidak masuk dan menjadi poin khusus rekomendasi RDPU “gabah”. Gapoktan mengaku kecewa sekali dengan hasil RDPU tersebut.
“Yang ingin kami bawah pulang adalah kepastian harga gabah sesuai HPP, Rp. 4.250 per Kg, mengingat sekarang kami mulai panen raya,” ungkap anggota Gapoktan yang juga Korlap (rencana) aksi unjukrasa besok, Ahmad Sonk pada Lakeynews.com, Selasa (15/3) pagi.
Justru yang sama sekali tidak dimunculkan dan disuarakan oleh petani, lanjut Sonk (sapaan Ahmad Sonk) menjadi poin penting rekomendasi RDPU.
Dia kemudian mencontohkan poin kedua, bahwa pemerintah harus meningkatkan jatah beras ASN di Kabupaten Dompu. Sonk mempertanyakan hal itu aspirasi siapa.
“Siapa, kapan dan dimana itu disampaikan? Kok, tiba-tiba saja dibacakan lalu diketok oleh pimpinan rapat. Ini kan aneh,” tegas pria gondrong yang juga ketua GMNI Cabang Dompu ini.
Yang tidak kalah membuat mereka kecewa, karena pihak dewan mengatakan, hasil RDPU akan disampaikan ke eksekutif pekan depan. “Kalau menunggu lebih lama, kami merugi. Perusahaan pembeli gabah akan memanfatkan waktu tersebut untuk terus memainkan harga,” tandasnya.
Sonk menjelaskan, aksi besok dilakukan untuk menghindari petani meluapkan kekecewaannya dengan pemblokiran jalan. “Begitu mendengar sejumlah Gapoktan ke Polres dan memasukan pemberitahuan aksi demo Rabu, para petani setuju dan menunggu aksi besok,” urai Sonk.
Unsur Gapoktan lain, Nur Syamsiah melontarkan pernyataan senada dengan Sonk. Dia merasa, hasil RDPU itu tidak bisa menjawab keinginan para petani.
“Akhirnya setelah keluar dari ruang rapat utama DPRD Dompu (tempat RDPU), bersama beberapa ketua Gapoktan, kami langsung merapat ke Polres Dompu untuk memasukkan surat pemberitahuan demo,” tegas Mbak Nur, sapaan akrabnya.
Dikabarkan Mbak Nur, aksi demo Rabu besok itu akan mengambil titik kumpul di Masjid Raya Baiturrahman Dompu.
“Save petani. Petani adalah penyangga ketahanan pangan nasional. Ketika petani selalu dirugikan, negara berada dalam keadaan tidak aman,” tegas Mbak Nur dalam status melalui akun FB miliknya “Nur Syamsiah”, Senin (14/3). (tim)

One thought on “Kecewa Hasil RDPU “Gabah”, Besok Gapoktan Guncang Kantor DPRD dan Bupati Dompu”