Kepala SMPN 4 Dompu Drs. Edy Suryansah. (sarwon/lakeynews.com)

Ketika Bincang-bincang dengan Kepala SMPN 4 Dompu Drs. Edy Suryansah (3-Habis)

BEBERAPA tahun terakhir, satu-satunya SMP umum di Dompu dan Bima, bahkan se-NTB yang terdengar memiliki program khusus Hafalan Quran adalan SMPN 4 Dompu.

Namun, sekitar setahun terakhir, kabarnya muncul lagi satu SMP yang menerapkan program yang sama. Yakni SMPN 7 Dompu.

Menunjang kesuksesan Program Hafalan Quran tersebut, SMPN 4 Dompu membuka khusus Kelas Model Hafiz Quran.

“Umumnya, alumni Kelas Model Hafiz Quran kita rata-rata sudah menghafal juz 30 hingga juz 29. Bahkan, ada beberapa yang mampu hafal sampai juz 28,” kata Kepala SMPN 4 Dompu Drs. Edy Suryansah.

Apa yang melatarbelakangangi SMPN 4 Dompu menjalankan Program Hafalan Quran ini?

Saat berbincang-bincang dengan Lakeynews.com di ruang kerjanya baru-baru ini, pria yang akrab disapa Dae Edy itu menguraikan panjang lebar.

Sebelum menjadi kepala SMPN 4 Dompu, Edy terlebih dulu menjabat kepala SMPN 3 Dompu di Dore Bara.

Waktu di SMPN 3, Edy membuka Kelas Model. Kelas itu dipasangi terali, dipenuhi berbagai fasilitasnya. “Ada kipas angin, laptop, LCD dan spekernya,” jelasnya.

Ketika masuk di SMPN 4 Dompu, Edy bertanya pada dirinya sendiri. Di SMPN 3 yang letaknya luar kota, desa dan pinggir gunung, bisa bisa buka Kelas Model.

“Tapi, kenapa di SMPN 4 yang letaknya di wilayah kota dan menjadi sekolah favorit, saya tidak bisa melakukan terobosan,” ujarnya dengan nada tanya.

Berangkat dari itu, Edy berguman, kalau tidak punya terobosan sama dengan percuma pindah ke SMPN 4.

Lalu dia berpikir tentang terobosan yang hendak dilakukannya.

Edy tidak begitu ingat, bagaimana turunnya ilham padanya untuk Program Hafalan Quran itu. Yang dia ingat, dalam sebuah rapat dengan guru-guru dan tenaga kependidikan , Edy tiba-tiba menyampaikan, “bahwa Insya Allah di SMPN 4 Dompu ini akan diterapkan Program Hafalan Quran.”

Sama dengan di SMPN 3, kelas di SMPN 4 pun dipasang terali, dilengkapi laptop, LCD dan kipas angin. “Ini saya jadikan Kelas Model Hafiz Quran,” urainya.

Program ini bukan semacam kegiatan ekstrakurikuler. Tapi, sama perlakuannya dengan mata pelajaran Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Serta, masuk dalam kurikulum SMPN 4 Dompu.

“Bisa dilihat di sekolah-sekolah umum yang ada di Dompu dan Bima, bahkan mungkin NTB, ada nggak yang memiliki program Hafiz Quran masuk dalam kurikulum sekolah,” tuturnya.

Hafiz Quran ini ada jam mata pelajarannya. Ada gurunya. Juga ada metodenya.

BACA JUGA :

KBM, SMPN 4 Dompu Konsisten Terapkan Protokol Covid-19

“Evaluasi Sistem Zonasi di Kabupaten Dompu”

SMPN 4 Dompu, Satu-satunya “Sekolah Bermutu” di Dompu

Bagaimana metodenya?

Dae Edy, mencontohkan Kelas VII A. Pada hari itu, ada tiga guru yang akan mengajar di kelas tersebut. Tiga-tiga guru diharuskan memperdengarkan hafalan Quran (yang sudah disepakati) lewat LCD dan speker kepada para siswa. Lamanya 10 menit, sebelum pelajaran dimulai.

Begitu terus saat pergantian jam pelajaran. Dan, itu dilakukan setiap hari sampai tiba waktunya jam Hafiz Quran.

Saat jam Hafiz Quran, gurunya tinggal memanggil satu persatu siswa untuk menyetorkan hafalannya.

“Alhamdulillah, program ini sudah jalan tiga tahun,” ungkap Edy.

Alumni Kelas Model Hafiz Quran SMPN 4 Dompu, rata-rata keluar dengan kemampuan menghafal juz 30 dan 29. Bahkan, ada beberapa juga yang sudah mampu menyelesaikan hafalan hingga juz 28.

“Program Hafalan Quran di SMPN 4 Dompu ini gratis. Tidak dipungut biaya apa-apa. Nol rupiah. Satu sen pun tidak ada,” tandas Edy.

Pertanyaan Edy kemudian, kenapa kurang diminati masyarakat? Sementara sekolah IT dengan biaya berjuta-juta rupiah justru lebih diminati? Apa sebenarnya yang belum ideal atau masih kurang?

Soal sosialisasi, Edy tegaskan, sudah dan akan terus dimaksimalkan. Bahkan, tidak jarang guru-guru yang melakukan sosialisasi mengunggah kegiatan-kegiatannya di media sosial. Seperti melalui FB, WA dan lainnya.

Terkait output terbesar yang hendak dicapai dari Program Hafalan Quran ini, Edy semata-mata menghapkan ridha Allah SWT.

Sekolah menurutnya, berupaya melahirkan generasi-generasi Qurani. Selanjutnya, tergantung orang tua siswa. “Mau nggak melanjutkan dan mengembangkannya,” ujarnya.

Program Hafalan Quran yang diterapkan di SMPN 4 Dompu, seiring dan sejalan dengan program pemerintah pusat. Dimana program Jokowi-Ma’ruf, bahwa tamatan SMA yang hafiz minimal 10 juz akan gratis masuk kemana saja.

“Mau jadi PNS, anggota TNI atau Polri, perguruan tinggi, atau kemana saja, gratis,” cetus Edy.

Hal-hal itulah antara lain yang mendorong Edy membuat pondasi Qurani pada peserta didiknya melalui program langka tersebut.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dan sedang kami lakukan ini bisa dipertahankan, dilanjutkan dan dikembangkan oleh orang tua murid setelah anak-anak tamat dari sini (SMPN 4 Dompu, red).

(sarwon al khan)