

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa itu, tampaknya tepat disematkan pada Mardiana. Sebelum merasa jiwanya terancam oleh konflik berkempanjangan di Baghdad, Irak, TKW asal Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima itu terlebih dulu diduga ditipu oknum calo dan PJTKI. Berikut pengakuan Mardiana, sesaat tiba di tanah air, Sabtu (14/12) pagi.
————–
KEBERANGAKATAN Mardiana ke Baghdad, diduga kuat tidak melalui proses yang sebenarnya. Tidak melalui mekanisme dan tatacara yang dilakukan calon TKW pada umumnya.
Keinginan yang kuat untuk menjadi TKW, ditambah dengan pengetahuan dan pemahaman yang terbatas tentang hal itu, membuatnya mau saja dibujuk oknum calo TKI yang mendatanginya.
Baca juga : Akhirnya, TKW Asal Sape Bima Ini Tiba di Tanah Air
Bagaimana ceritanya sehingga Mardiana bisa sampai Baghdad?
Mardiana menuturkan, awalnya, didatangi, ditawari dan dijanjikan oleh oknum (tidak disebutkan identitasnya) untuk bekerja sebagai TKW di Turki.
“Katanya, ke Turki, Pak. Kerja rumah tangga (sebagai pembantu rumah tangga, red),” ujarnya. Namun, kenyataannya, Mardiana justru dibawa ke Baghdat.
Parahnya lagi, Mardiana baru mengetahui setelah berada di atas pesawat. Tiket, visa dan surat-surat lainnya diproses dan diberikan di bandara.
“Saya baru tahu di atas pesawat, bahwa saya dibawa ke Kota Erbil, Irak,” tuturnya.
Baca juga : Mardiana Dibawa ke Rumah Perlindungan Trauma Center
Mardiana memastikan, masalah seperti itu tidak bakal terulang lagi padanya. Dia bertekad untuk menghabiskan sisa umurnya hanya di kampung. “Saya hanya ingin kerja dan tinggal di kampung saja,” katanya.
Mardiana mengaku tidak ingin lagi ke Baghdad. Tak ingin lagi menjadi TKW ke luar negeri. Baginya, cukup sudah trauma yang dialami lebih dari setahun terakhir.
Mardiana mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Pemerintah RI, KBRI di Baghdad dan para pihak terkait. Secara khusus ucapan terima kasihnya juga disampaikan nanggota DPR RI Dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) H. Muhammad Syafrudin, ST, MM (HMS) yang telah bersusah payah membantu, mengusahakan, sehingga dia bisa pulang ke tanah air.
Baca juga : Besok, Dua TKI Asal Bima Tiba di Tanah Air
HMS: Semoga Masalah Seperti Ini tidak Terulang Lagi
Proses dan pengurusan pemulangan Mardiana berlangsung panjang dan melelahkan. Melibatkan sejumlah pihak. Diantaranya, Diantaranya, DPR RI, Kemenlu, KBRI di Baghdad, Kemenakertrans, BNP2TKI, Kemensos, Mabes Polri dan lainnya.
Anggota Komisi IV DPR RI, H. Muhammad Syafrudin (HMS) mengaku, mengetahui masalah ini dari media sosial. Salah satu akun membuat status tentang Mardiana yang ingin kembali ke tanah air. Mardiana ingin pulang karena trauma dengan kondisi Baghdad yang terus dilanda konflik hingga hari ini.
Setelah mempelajari kasusnya, HMS melakukan koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait. Antara lain, Kemenlu dalam hal ini Kedutaan Besar RI di Baghdad. “Saya langsung menghubungi Dubes kita di sana, Pak Bambang,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan dengan upaya dan tindakan. Hingga akhirnya, Mardiana berhasil dipulangkan ke tanah air.
Menurut HMS, masalah yang dihadapi Mardiana menjadi catatan penting bagi semua pihak. “Mudah-mudahan ke depan, kasus atau masalah seperti ini tidak terjadi (terulang) lagi,” harapnya.
“Seperti Mardiana ini. Awalnya, dijanjikan bekerja di Turki. Setelah di pesawat baru diberitahu akan bekerja dan dibawa ke Baghdad,” sambung HMS.
Sebenarnya, kata HMS, pada prinsipnya tidak masalah menjadi TKI/TKW. “Tidak apa-apa bekerja di luar negeri. Namun, yang paling penting itu, penuhi prosedur yang ada,” imbuhnya. (zar)

One thought on “Mardiana yang Malang: Dijanjikan ke Turki, Ternyata Dibawa ke Irak”