Proses Pemulihan Kejiwaan; Keluarga Belikan Burung, Carikan Tempat Kerja Baru
Catatan :
Sarwon Al Khan, Dompu – NTB
Pascadikeluarkan dari salah satu kantor pemerintah yang ada di Kabupaten Dompu, Iradawansyah Usman lebih banyak berada di rumah? Apa aktivitas pria yang akrab disapa Iradat saat ini? Bagaimana rencana dan upaya pihak keluarga agar kesehatan kejiwaan Iradat benar-benar pulih?

LEBIH dari sebulan Iradat menjadi “petugas” di bagian buku tamu sembari menyapu dan bersih-bersih ruangan depan kantor. Sebuah kantor milik pemerintah, tempatnya bekerja sebagai bagian dari proses pemulihan kesehatan jiwanya.
Selama bekerja di tempat itu, penderitaannya jauh berkurang. Kondisi kesehatan kejiwaannya mengalami kemajuan yang luar biasa. Komunikasi dan interaksinya dengan keluarga dan orang lain mulai lancar.
Beberapa pekerjaan di rumah juga mulai ditekuninya. Antara lain bersih-bersih rumah, halaman, pekarangan dan lainnya.
Baca juga; http://lakeynews.com/2019/07/15/kisah-pilu-iradawansyah-programer-handal-perusahaan-migas-amerika-asal-dompu-1/
Sayangnya, kondisi itu tidak bertahan lama. Tren positif membaiknya kejiwaan Iradat mendadak terganggu. Bahkan, penyakit nyaris kambuh lagi.
Setelah dikeluarkan dari kantor itu sebagai wadah pemulihannya, kejiwaan Iradat nyaris kembali ke kondisi seperti sebelum dia dirawat Puskesmas Dompu Barat bekerja sama dengan RSJ NTB di Mataram.
“Kami benar-benar pusing saat itu. Terus terang, kami sedih dan kasihan sekali melihatnya,” kata Suaidin Usman, salah satu abang Iradat pada Lakeynews.com di kediamannya, beberapa waktu lalu.
Ketika tidak lagi dipekerjakan di kantor pemerintahan tersebut, Iradat tidak tenang berada di rumah. Dia keluar, bahkan sempat kembali ke jalan selama beberapa hari.
“Dia jalan lagi. Kadang ke Taman Kota dan kadang Pasar Dompu,” jelas pria yang akrab disapa Dae Deo itu, dengan mata berkaca.
Situasi tersebut membuat Suaidin terus memutar otak untuk menemukan solusi dalam membantu pemulihan kejiwaan adiknya. Meskipun, proses pengobatan dan pemulihan oleh pihak medis tetap terus dilakukan.
Akhirnya, pada suatu hari, Suaidin menemukan ide. Dia membelikan beberapa ekor burung untuk sang adik. Kebetulan sebelumnya memang sudah ada beberapa ekor yang dipelihara Suaidin dan tinggal menambahkannya beberapa ekor lagi.
Kini burung-burung tersebut bertambah banyak dan ditempatkan di bagian belakang rumah. Semenjak adanya berbagai jenis burung, Iradat tak lagi rutin keluar rumah.
Iradat lebih banyak menghabiskan waktunya bersama burung. “Dia rajin mengurus, memperhatikan dan memberikan makanan-minuman burung,” tutur Suaidin.
Suatu hari Suaidin pernah menguji ingatan adiknya. Dia menyerahkan uang Rp. 100 ribu dan meminta Iradat untuk membeli pakan burung di pasar.
Sepulang dari pasar, Iradat melaporkan kepada abangnya tentang penggunaan uang Rp. 100 ribu tersebut. Sebagian dipakai membeli pakan, sebagian lagi bayar transportasi (ojek), sisanya Rp. 10 ribu.

“Setelah saya hitung-hitung ternyata benar. Berarti ingatan dan kesehatan Iradat sudah pulih,” sambung Suaidin yang juga Korwas pada UPT Layanan Dikmen Kabupaten Dompu itu.
Suaidin Berharap Ada Lembaga yang Membantu Mempekerjakan Adiknya
Meski demikian, upaya mempercepat pemulihan kesehatan kejiwaan Iradat masih tetap dilakukannya. Suadin sedang berusaha meminta bantuan rekan-rekan dan mitranya, baik di lembaga pemerintah maupun di satuan pendidikan (sekolah).
Suadin berharap ada di atas yang terketuk hatinya untuk membantunya. Sebab, dalam proses pemulihan kejiwaan Iradat, sangat diharapkan ada lembaga yang bersedia mempekerjakannya.
Katanya, yang penting Iradat bisa kerja saja di suatu kantor atau sekolah. Tidak perlu dipikirkan gajinya. “Biar kami sendiri sebagai keluarga yang tanggung dana dan bayar gajinya,” cetus Suaidin. (*)
