Sekretaris BNK Dompu H. Zulkifli Lubis. (ist/lakeynews)

DOMPU – Parah. 183 pejabat eselon II dan III lingkup Pemkab Dompu yang hadir dan mengisi absensi di Aula Pendopo Bupati pada Selasa (17/6/2025) lalu, ternyata ada 12 orang yang enggan menjalani tes urine tersebut.

Belum diketahui persis mengapa para pejabat tersebut ogah melaksanakan tes urine. Sementara pimpinan tertinggi mereka, Bupati Bambang Firdaus, Wakil Bupati Syirajuddin, dan Sekretaris Daerah Gatot Gunawan P. Putra, tanpa ragu menyerahkan sampel urinenya untuk diperiksa.

Kepastian 12 pejabat yang tidak melaksanakan tes urine itu disampaikan Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Dompu Syirajuddin melalui Sekretaris BNK H. Zulkifli Lubis pada Lakeynews, Kamis (19/6/2025).

Berdasarkan data yang disampaikan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima ke Sekretaris BNK Dompu, pagi tadi, hanya 171 orang yang memiliki hasil pemeriksaan urine.

“Yang punya hasil pemeriksaan urine itu 171 orang. Itu termasuk Pak Bupati, Wakil Bupati dan Sekda,” jelas Zulkifli seraya menegaskan, tiga pejabat tertinggi di eksekutif Dompu itu ikut mengisi absensi, mengisi blangko, dan menyerahkan sampel urinenya.

Berita sebelumnya:

Terima Hasil Tes Urine 183 Pejabat Dompu, BNK dan Bakesbangpol Laporkan ke Bupati

BNNK Bima Sampaikan Hasil Tes Urine 183 Pejabat ke Pemkab Dompu

Hasil Tes Urine Bupati, Wabup dan 181 Pejabat Dompu, Adakah yang Positif Narkoba?

Setelah pihaknya mencocokkan dengan absensi, lanjutnya, 12 orang diketahui tidak memiliki hasil tes urinenya. Identitas orang-orang tersebut juga sudah diketahuinya.

“Nanti kita akan segera kroscek langsung ke masing-masing yang bersangkutan. Kenapa mereka tidak menyerahkan sampel urine, dan apa alasannya,” ujar Zulkifli yang menolak menyebutkan identitas para pejabat itu.

Dikonfirmasi terpisah, BNNK Bima melalui Ketua Tim Rehabilitasi Arrasyidun mengakui, bahwa urine pejabat (ASN) Dompu yang diperiksa pihaknya, hanya 171 orang.

“Memang benar, dari 183 orang yang mengisi absensi, hanya 171 orang yang mengisi dan mengembalikan blangko (formulir), serta menyerahkan sampel urinenya,” papar Rasyidun pada media ini.

Lalu sisanya, yang 12 orang (pejabat/ASN)?

“Nah, kalau itu kami tidak tahu. Kami hanya memeriksa semua sampel urine, 171 orang yang kami terima. Sesuai dengan data dan blangko yang dikembalikan ke kami,” tegas Rasyidun. (won)