Areal pertanian padi warga Desa Mbawi, Kecamatan Dompu yang terancam gagal tanam maupun panen. (ist/lakeynews.com)

 

Pemda Dompu Diharapkan segera Perbaiki Kerusakan Akibat Banjir

 

DOMPU – Banjir yang melanda Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu pada Senin (20/1/2025) lalu mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas dan sarana prasarana umum.

Kerusakan dimaksud termasuk sarana pertanian. Diantaranya, kerusakan pada saluran irigasi sekunder di dua titik. Dinding saluran jebol sepanjang puluhan meter.

Jika kerusakan-kerusakan itu tidak segera diperbaiki, areal pertanian dan tanaman para petani dikhawatirkan rusak, serta terancam gagal panen. Sementara yang belum tanam juga terancam gagal tanam.

Salah satu titik saluran irigasi sekunder yang rusak diterjang banjir, dinding saluran jebol sepanjang puluhan meter. (ist/lakeynews.com)

Pascabanjir, Kades Mbawi Sukrin H. Ibrahim bersama Ketua BPD Jaelani, Babinsa Kopda Syarif Awaludin, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Heru, dan Ketua Gapoktan Mangge Lo’i Damrun, melakukan identifikasi dampak banjir.

Mereka melakukan pemantauan bersama, termasuk Babinsa Desa Dorebara, di lokasi terdampak banjir. Dilanjutkan dengan pertemuan di Kantor Desa Mbawi, sehari setelah kejadian banjir.

Hasil pantauan, lahan-lahan sawah terendam banjir dan kerusakan saluran irigasi sekunder di titik. “Dinding saluran jebol dengan total panjang lebih kurang 50 meter,” sebut PPL Mbawi Heru pada Lakeynews.com, Jumat (24/1/2025).

Dampak dari kerusakan tersebut, sawah-sawah yang telah ditanami padi terendam air. Dikhawatirkan, pertumbuhan tanaman padi mengalami gangguan yang dapat memengaruhi kegagalan tanam.

Pertemuan Kades Mbawi bersama ketua BPD, Babinsa, PPL Heru, dan Ketua Gapoktan di kantor desa setempat. (kolase/lakeynews.com)

Dijelaskan Heru, sebagian lahan yang dekat dengan saluran irigasi yang rusak tersebut, dipenuhi oleh material pasir dan lainnya. “Sehingga lahan sawah tidak dapat digunakan secara maksimal untuk ditanami,” ungkapnya.

Karena itu, pertemuan para pihak terkait di kantor Desa Mbawi tersebut untuk mencari langkah alternatif pemecahan masalah. Berikut harapan dan keinginan yang disampaikan ke pemerintah atasan.

Dan, benar saja, pertemuan menghasilkan beberapa poin harapan. Salah satunya, Pemkab Dompu diharapkan segera memperbaiki saluran irigasi yang mengalami kerusakan itu.

Kemudian, diharapkan normalisasi bagian hilir Sungai Laju di sekitar muara (nanga; Dompu, red) yang berbatasan dengan Desa Wawonduru, Kecamatan Woja.

Sedangkan pada bagian hulu diharapkan untuk lebih menekankan peralihan komoditas budidaya petani dengan tanaman kehutanan, perkebunan, hortikultura. Seperti buah-buahan –terutama pada lahan miring– untuk menghindari terjadinya pengikisan tanah dan meterial berat lainnya.

“Apabila kerusakan telat diperbaiki, mengingat intensitas dan curah hujan saat ini yang tinggi, dapat mengakibatkan lahan sawah yang ditanami padi mengalami kerusakan hingga gagal panen,” tegas Heru. (ayi)