Salah satu titik tanggul di Dusun Ragi, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu yang jebol dihantam banjir beberapa waktu lalu, untuk sementara– akan ditanggulangi dengan tanggul dari karung berisi pasir dan kerikil. (ist/lakeynews.com)

 

Sementara Tanggul Darurat, Karung Diisi Pasir, Permanen Musim Kemarau

 

DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu akan segera menangani beberapa titik tanggul dan talud jebol akibat dihantam banjir di Desa Mbawi, Kecamatan Dompu pada Senin (20/1/2025) lalu. Drainase yang tertimbun di Dusun Palikrawe, juga secepatnya ditangani.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra pada Lakeynews.com, Rabu (29/1/2025) malam.

Kemarin juga, Sekda bersama Kadis PUPR Aris Ansary, Plt. Kalak BPBD Yani Hartono, Kepala BPKAD Muhammad Syahroni, dan beberapa orang lainnya meninjau lokasi-lokasi tersebut untuk mengetahui kondisi riilnya.

Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra bersama Kadis PUPR Aris Ansary, Plt. Kalak BPBD Yani Hartono, Kepala BPKAD Muhammad Syahroni, dan lainnya, meninjau tanggul dan talud jebol, serta drainase tertimbun batu di Desa Mbawi, Rabu (29/1/2025). (ist/lakeynews.com)

Hasilnya, ditemukan tiga titik tanggul (bukan dua tanggul) yang jebol dan dua titik talud jalan longsor, serta satu titik saluran drainase yang tersumbat oleh tumpukan batu.

Dijumpai juga sekian luas areal persawahan petani yang tertimbun sedimen, lumpur/pasir.

Baca juga: Petani Padi Mbawi Terancam Gagal Tanam maupun Panen

Tiga titik tanggul jebol dimaksud, dua diantaranya di Dusun Ragi, dan satu titik lagi di Dusun Owo.

Sedangkan dua titik talud jalan yang jebol, terdapat di wilayah Dusun Tente. Yakni di depan giling padi, sebelah barat jembatan Tente) dan di sebelah barat jembatan irigasi setempat.

Sementara saluran drainase yang tertutup oleh bebatuan terjadi di Dusun Palikrawe.

“Semuanya akan segera ditangani. Itu tadi, untuk sementara, penanganannya secara darurat dulu,” papar Sekda Gatot.

Baca juga: Ketua DPRD Dompu Murka; Tanggul Mbawi Jebol, Petani Merugi, Pemda Kok Tenang!

Penanganan belum dapat dilakukan secara permanen, lanjut Sekda, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang belum memungkinkan, karena sedang musim hujan.

“Tanggul permanen akan diupayakan dikerjakan nanti pada musim kemarau. Kalau dikerjakan pada musim hujan sekarang akan sia-sia, karena dijebol lagi oleh banjir,” tandas Sekda.

Dijelaskan, musim hujan masih akan berlangsung sampai Maret 2025.

Hal mendesak yang dilakukan pemerintah daerah saat ini untuk mengatasi persoalan tersebut, membuat tanggul sementara dari karung (karoro) yang diisi pasir dan kerikil.

Rencananya, Kamis hari ini (30/1/2025), stok karoro yang ada di BPBD disalurkan ke lokasi untuk pembuatan tanggul darurat. Terutama untuk tanggul jebol, di Dusun Ragi dan Owo.

Baca juga: BPBD Dompu Upayakan Penanganan Darurat Tanggul Jebol di Mbawi

Sembari dilakukan penanganan kedaruratan, tambah Sekda Gatot, Kadis PUPR akan membuat laporan dan berkoordinasi dengan BWS NTB. Termasuk berkaitan dengan upaya penanganan (perbaikan) tanggul secara permanen pada musim kemarau nanti.

Sedangkan menyangkut sedimen (lumpur/pasir) yang menimbun sekian luas areal sawah padi, Sekda belum menjelaskan bentuk penanganan atau upaya mengatasinya.

Dihubungi terpisah, Kadis PUPR Kabupaten Dompu Aris Ansary, secara singkat menjelaskan, pihaknya sudah turun bersama Sekda, kepala BPKAD dan Kalak BPBD ke lokasi tanggul dan talud jebol karena banjir di Desa Mbawi.

“Kami sudah ke sana,” kata Aris memperkuat penyampaian Sekda pada media ini, Rabu malam.

Pernyataan Aris tersebut sesuai dengan rencana dan diberitakan Lakeynews.com sebelumnya.

Baca juga: Dinas PUPR Dompu Akan Observasi Tanggul Jebol di Mbawi

Disampaikan Aris, total panjang dinding saluran yang jebol lebih kurang 100 meter. “Akan dihitung dulu kebutuhan penanganannya,” ucapnya. (tim)