
Liputan: Tim Lakeynews.com, Dompu
JIKA selama ini upaya pemberantasan Narkoba di Kabupaten Dompu hanya dilakukan Polres dan Kodim, kini masyarakat mulai bergerak secara nyata.
Hari ini, Kamis (2/1/2025), gerakan perlawanan dengan demonstrasi diawali oleh warga dan pemerintah dua desa secara terpisah. Yakni di Desa Madaprama, Kecamatan Woja, dan Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa.
Di Desa Madaprama digelar Aliansi Pemuda Madaprama Peduli Generasi, di cabang ujung barat desa. Aksi unjuk rasa tersebut disertai pemblokiran jalan menggunakan kayu, batu, dan bale (berugak), serta pembakaran ban mobil bekas.
Sedangkan di Desa Soriutu, aksi dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) bersama warganya di Cabang Soriutu. Aksi itu langsung dipimpin Kades Imam Suanto didampingi para perangkat desa setempat.
Informasi yang dihimpun media ini, masyarakat dan pemerintah desa lain akan melakukan hal yang sama. Bahkan, gabungan berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, kemahasiswaan, perempuan, guru, advokat, dan lainnya segera turun gunung.
Pengamatan media ini, Mereka berjuang melawan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, serta mengembalikan kedaulatannya dari rongrongan, penjajahan, dan bahaya laten barang terkutuk.
Berikutnya, semua elemen berupaya maksimal dan total meruntuhkan kedigdayaan para terduga pengedar (bandar) dan pembeking-pembeking Narkoba yang menghancurkan moral, iman dan masa depan generasi bangsa di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Pimpin Aksi, Kades Soriutu Nyatakan Perang Terhadap Narkoba
Aksi Pemdes dan warga di Cabang Soriutu, jalur Lintas Dompu-Sumbawa langsung dipimpin Kepala Desa (Kades) Imam Suanto bersama perangkat desa.
Dalam orasinya, Kades Imam yang juga bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi mendesak para pihak terkait agar lebih serius membasmi peredaran Narkoba di wilayah itu.
Selain menyampaikan tuntutan, Imam mengajak seluruh masyarakat Soriutu khususnya dan Kabupaten Dompu umumnya untuk menyatakan dan memerangi peredaran Narkoba, terutama jenis Narkotika.
“Kita jangan berhenti melawan kejahatan Narkoba ini. Semasih saya menjabat kepala desa, saya akan terus memerangi kejahatan ini,” tegas Kades energik ini.
Bukan itu saja, Kades menegaskan, jangan pernah takut dan mundur untuk melawan penjahat Narkoba sebagai musuh bersama. Bahaya Narkoba jelas dan nyata-nyata sangat merusak generasi, terlebih anak-anak muda, generasi penerus bangsa dan masyarakat umumnya.
Sebagai langkah edukasinya, kata Imam, Pemdes Soriutu akan terus mengambil peran. Melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran Narkoba tanpa ragu.

Pemuda Madaprama Tuntut Kapolres Mundur jika tak Menangkap Semua Bandar
Di tempat terpisah, di Pertigaan Desa Madaprama, Aliansi Pemuda Madaprama Peduli Generasi juga melakukan aksi serupa. Aksi tersebut sebagai wujud keprihatinan terhadap peredaran Narkoba di Kabupaten Dompu yang sudah sangat parah.
Karena itu, massa pemuda Madapramapun menyatakan sikap untuk memerangi Narkoba dan mengajak semua pihak bersama-sama melakukan hal yang sama, memerangi Narkoba.
Narkoba merusak tatanan kehidupan masyarakat, terutama generasi bangsa. “Kita harus sepakat dan mari bersama-sama perangi Narkoba,” ajak Ferdian salah satu orator dalam orasinya.
Aksi para pemuda dengan Koordinator Umum, Sulha; Korlap I, Irwan; dan Korlap II, Ardiansyah, sempat menyinggung pembebasan terduga Bandar Narkoba yang diamankan pihak Kodim 1614/Dompu saat beroperasi di salah satu rumah warga Desa Soro, Kecamatan Kempo, Selasa (24/12/2024) lalu.
Massa menuntut Ketua DPRD Dompu Muttakun hadir di sana dan memberikan pernyataan terbuka atas keresahan warga terhadap makin parahnya peredaran Narkoba ini.
Menuntut Kapolres Dompu dan jajarannya untuk menangkap semua bandar Narkoba Kabupaten Dompu. “Kalau tidak mampu maka silakan mundur dari jabatan sebagai Kapolres Dompu,” teriak mereka.
Massa juga meminta kepada Kapolres Dompu agar mengklarifikasi terkait prosedur penangkapan terhadap seluruh bandar dan pemakai Narkoba di daerah ini.
Kapolsek Woja AKP Saiful Anwar beserta anggotanya menemui massa, melakukan koordinasi dan meminta agar tidak melakukan pemblokiran jalan karena dianggap menggangu arus lalu lintas.
Keinginan tersebut kurang direspons massa aksi. Mereka ingin ada komitmen dari para pihak terkait untuk memberantas Narkoba, menangkap dan memroses semua bandar maupun beking-bekingnya.

Komit Bersama Rakyat, Ketua DPRD Akan Rapat dengan Forkopimda
Harapan massa pemuda Madaprama sampai ke telinga Ketua DPRD Dompu Muttakun. Politisi NasDem itu langsung meluncur ke lokasi aksi untuk menemui massa sekitar pukul 13.30 Wita.
“Alhamdulillah hari ini dapat bertemu dengan adik-adik saya dalam rangka menyuarakan pemberantasan Narkoba. Ini adalah bentuk perlawanan terhadap Narkoba,” kata Muttakun di hadapan para pemuda.
Muttakun meminta massa agar tidak melakukan pemblokira jalan, karena akan mengganggu arus lalu lintas. “Kasihan masyarakat pengguna jalan. Mari kita berdialog di kantor DPRD,” ajaknya.
Terkait tuntutan pemberantasan Narkoba dan menangkap habis semua bandar atau pengedarnya, dengan tegas Muttakun mengatakan, sangat apresiasi. Dia akan tetap bersama dan berdiri di barisan rakyat.
“Menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk memberantas Narkoba di Kabupaten Dompu,” tegasnya.
Sehubungan dengan itu, pria yang belum genap sebulan menjabat ketua dewan ini mengatakan, dalam waktunya dekat akan melakukan rapat dengan unsur Forkopimda untuk menyamakan persepsi, serta mencari solusi untuk memberantas peredaran Narkoba yang kian merajalela.
Merasa cukup dengan pernyataan ketua DPRD, massa akhirnya membuka blokir jalan. Arus lalu lintas yang sempat terganggupun kembali normal. (*)

3 thoughts on “Masyarakat Dompu Mulai Bergerak Lawan Narkoba”