
DOMPU – Kesabaran masyarakat Dompu terhadap peredaran Narkoba yang kian menjadi dan parah telah usai. Masyarakat yang sudah bosan dengan kondisi tersebut mulai bergerak untuk melawan dan memerangi Narkoba.
Mereka berjuang untuk mengembalikan kedaulatannya atas penjajahan Narkoba, para bandar dan oknum-oknum yang diduga membekinginya. Siapapun yang berusaha menghambatnya akan dilawan.
Perlawanan dan peperangan terhadap kejahatan Narkoba ini diprediksi akan terus meluas dan menguat di seantero wilayah Kabupaten Dompu.
Melihat kondisi tersebut, Akademisi Universitas Muhammadiyah Bima (UMB) Dr. Ihlas Hasan menegaskan, institusi negara harus bekerja sungguh-sungguh dalam memberantas Narkoba ini.
“Tidak ada cara lain, institusi negara, dalam hal ini Polri sebagai leading sector-nya, harus bekerja maksimal dan transparan dalam pemberantasan Narkoba,” tegas Ihlas yang kini menjabat Wakil Dekan Fakultas Hukum UMB itu pada Lakeynews.com, Kamis (2/1/2025).
Baca juga: Masyarakat Dompu Mulai Bergerak Lawan Narkoba
Selain itu, lanjut mantan Wakil Rektor III UMB, Kepolisian harus membangun kolaborasi dengan semua pihak. Termasuk dengan TNI, Ormas Keagamaan, dan lainnya.
Pria kelahiran Desa Karamabura, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu juga mengatakan mendukung penuh kinerja (upaya) TNI dan Polri dalam memberantas Narkoba di Dompu. “Saatnya semua institusi berkolaborasi dalam pemberantasan Narkoba,” imbuhnya.
Dia mengingatkan, dalam pemberantasan Narkoba, tidak boleh ada institusi yang merasa tersaingi, apalagi tersinggung. “TNI dan Polri misalnya, harus benar-benar bersinergi dalam pemberantasan Narkoba,” tegasnya.
Doktor Ihlas juga mengingatkan, agar semua pernyataan institusi Polri yang berkaitan dengan progres penegakan hukum pemberantasan Narkoba tidak boleh terkesan saling menjatuhkan. Apalagi hal tersebut disampaikan di hadapan publik.
“Jika ada yang kurang, silakan berkoordinasi baik-baik dengan pihak terkait, termasuk dengan institusi TNI,” sarannya
Pada sisi lain, sebagai bentuk rasa sayang dan kecintaannya terhadap salah satu lembaga penegakan hukum, Ihlas mengatakan, Polri harus membuka diri dan tak boleh antikritik. Justeru ini adalah momentum yang baik untuk menunjukkan kinerja institusi Polri. “Masyarakat menunggu,” tandasnya.
“Saya berharap TNI dan Polri dapat berkolaborasi dengan masyarakat dalam pemberantasan Narkoba di Bumi Nggahi Rawi Pahu yang kita cintai ini,” sambungnya.
Sebelum mengakhiri wawancara, Ihlas juga meminta Pemkab Dompu tidak tutup mata terhadap masalah Narkoba ini. “Pemda jangan tinggal diam. Harus mengambil peran, baik dengan kebijakan maupun tindakan lewat OPD (organisasi perangkat daerah) teknis,” desaknya. (tim)
