Suasana Rapat Koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Dompu, 20 September lalu. (ist/lakeynews)

Memilukan dan Memalukan, Tiga Bulan Panitia Desa Pontang-Panting Cari Dana Pinjaman

DOMPU – Pemungutan suara Pilkades Serentak di Kabupaten Dompu, NTB, dipastikan tetap dilaksanakan di 33 desa pada 23 Oktober ini. Artinya, jika dihitung-hitung, waktunya tinggal enam hari lagi (H-6)

Namun, hingga hari ini, Selasa (17/10/23), dananya tak kunjung dipenuhi dan dicairkan oleh Pemda kepada seluruh panitia Pilkades tingkat desa.

Perwakilan panitia Pilkades dari lima desa yang konfirmasi Lakeynews, semuanya mengaku dana Pilkades belum cair. Bahkan, kepastian kapan akan dicairkanpun mereka tidak tahu.

“Hari apa, tanggal berapa dana Pilkades ini akan dicairkan, belum ada kepastian sampai hari ini. Padahal pelaksanaan pemungutan suaranya tinggal beberapa hari lagi,” kata anggota panitia Pilkades salah satu desa di Kecamatan Woja.

Baca juga: Daftar 33 Desa di Kabupaten Dompu yang Pilkades Serentak 2023

Proses tahapan Pilkades di 33 desa se-Kabupaten Dompu telah dilaksanakan sejak Juli lalu. Persisnya, pascapembentukan panitia Pilkades di tiap desa.

Lalu dari mana dana operasional untuk memenuhi berbagai kebutuhan panitia selama ini?

Umumnya semua panitia desa yang dihubungi mengaku, menggunakan dana yang bersumber dari pinjaman.

Ada yang meminjam dana dari pemerintah desa setempat. Ada pula yang meminjam dari luar, warga (perorangan).

Ketika dana di pemerintah desa sudah tidak ada lagi yang dapat dipinjam, panitiapun harus putar otak. Mereka bahkan pontang-panting mencari pinjaman di luar.

“Untuk biaya operasional dan memenuhi berbagai kebutuhan kepanitiaan, kami terpaksa meminjam dana dari warga,” kata anggota Panitia Pilkades lain dari Kecamatan Dompu dan Pekat.

Hal tersebut mereka rasa sangat memilukan dan memalukan. “Orang di atas tidak merasakan, tapi kami di panitia desa ini sangat merasakannya,” tegasnya.

Informasi yang diperoleh media ini, pada 20 September lalu, dilangsungkan Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Wakil Bupati Dompu. Dihadiri para Camat se-Kabupaten Dompu dan 33 Kades/Plt Kades yang melaksanakan Pilkades.

Rakor sore hari itu dipimpin Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra, S.Km, M.Kes, didampingi Asisten I Setda yang juga Ketua Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten H. Burhan, SH, dan Kepala DPMPD Agus Salim, M.Si.

Antara lain yang dibahas adalah persoalan dana Pilkades. Dan, salah satu hasilnya (khusus terkait dana Pilkades), panitia di tingkat desa disarankan untuk meminjam pakai anggaran yang ada di Pemdes setempat.

“Itu sembari menunggu cairnya dana Pilkades yang bersumber dari APBD Perubahan 2023,” kata sebuah sumber yang mengikuti Rakor tersebut.

Saat itu mengemuka rencana pencairan dana Pilkades sekitar pertengahan Oktober ini atau sebelum dilaksanakan pemungutan suara.

“Tapi, kapan? Tidak jelas. Ini sudah tanggal 17, pemungutan tanggal 23, sementara pencairan dananya tidak pasti,” keluh panitia Pilkades dari Kecamatan Manggelewa dan Kilo.

Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra, Ketua Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten H. Burhan, dan Sekretaris Panitia Nastap, yang dihubungi melalui telepon genggamnya belum berhasil diperoleh tanggapannya.

Namun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan PemerintaPemerintahan Desa (DPMPD) Agus Salim, M.Si, mengatakan rencana pencairan dana Pilkades ke panitia desa dilakukan dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan minggu depan cair,” kata Dae Olin, sapaan Agus Salim, pada Lakeynews, 14 Oktober lalu.

Dijelaskan Dae Olin, sesuai informasi habg diperolehnya dari Ketua Panitia Pilkades Kabupaten H. Burhan, penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pilkades direncanakan Kamis (19/10/23).

“Setelah itu, baru DPMPD mengajukan permohonan pencairan anggaran ke BPKAD. Mudah-mudahan dana Pilkades segera cair setelah itu,” tutur Dae Olin sembari berharap. (won)