Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes. (ist/lakeynews.com)

DOMPU – Setelah melakukan rapat yang dipimpin Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan beberapa hari lalu, Pemda setempat terus bergerak dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya harga gas Elpiji tabung 3 kilogram (Kg) belakangan ini.

Salah satunya dengan mengutus Kabag Ekonomi Setda Soekarno ke Mataram. Dia mencari peluang agar ada tambahan kuota gas Elpiji 3 Kg untuk Kabupaten Dompu.

Menggolkan misi tersebut, Soekarno ditugaskan untuk melobi pihak Pemprov NTB dan Pertamina.

Baca berita sebelumnya:

Informasi yang dihimpun Lakeynews.com, Selasa (6/6/23) malam Soekarno berkomunikasi dengan pihak Pertamina yang diwakili Hilmi. Kemudian Rabu (7/6/23) pagi tadi berkomunikasi dengan Karo Perekonomian Setda NTB. Tujuannya sama, meminta penambahan alokasi.

Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan P. Putra, ketika dikonfirmasi media ini membenarkan informasi tersebut.

Bahkan terkait dengan permintaan penambahan alokasi (kuota) Elpiji, pihaknya sedang memroses surat permohonannya.

“Alhamdulillah, pagi ini kita dapat konfirmasi awal, bahwa Dompu mendapat tambahan alokasi 8.960 tabung Elpiji 3 Kg untuk tiga hari, tanggal 7, 9 dan 10 Juni ini,” papar Sekda.

Sekda kemudian menjelaskan secara rinci rencana tambahan alokasi Elpiji tersebut. Tanggal 7 Juni sebanyak 5.600 tabung, 9 Juni sebanyak 2.240 tabung dan 10 Juni sebanyak 1.120 tabung.

“Jadi totalnya 8.960 tabung. Itu setara dengan 155 persen alokasi harian,” ujar Sekda Gatot.

“Alhamdulillah. Ini salah satu upaya Pemkab Dompu untuk mengatasi kelangkaan Elpiji,” sambungnya.

Informasi dan konfirmasi dari Karo Perekonomian Setda NTB, papar Sekda, hari ini juga Sales Manager Pertamina akan terbang ke Bima untuk memantau kondisi kelangkaan Elpiji 3 Kg di tiga kabupaten dan kota (Bima-Dompu). (tim)