Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan (tengah atas) didampingi Sekda Gatot Gunawan P. Putra dan Kasat Intel Polres memimpin rapat membahas masalah Gas Elpiji 3 Kg. (kolase/lakeynews.com)

Gercep Atasi Kelangkaan dan Mahalnya Gas Elpiji 3 Kg

DOMPU – Pemkab Dompu bergerak cepat (gercep) menangani dan mengatasi persoalan kelangkaan dan mahalnya Gas Elpiji 3 Kg (kilogram) yang meresahkan masyarakat belakangan ini.

Bahkan, pada Kamis (1/6/23) lalu, Wakil Bupati H. Syahrul Parsan didampingi Sekda Gatot Gunawan P. Putra, memimpin rapat membahas masalah itu, termasuk terkait gangguan distribusi elpiji 3 kg itu.

Sebagaimana dilansir sebelumnya, gas Elpiji 3 kg mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu warga Dompu. Warga pengguna resah dan kelimpungan mencarinya. Kalaupun ada, setelah berkeliling mencari, harganya menembus hingga Rp. 35 ribu per tabung.

Baca berita sebelumnya: Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Mahal, Kadisperindag Dompu Bilang Aman

Dari belasan poin hasil rapat tersebut, tiga di antaranya; Pemkab akan membentuk tim khusus untuk mengetahui akar masalahnya, menertibkan pangkalan-pangkalan liar, dan penambahan akolasi oleh Pertamina.

Rapat tersebut dilakukan bersama Asisten II, Kasat Intel Polres, Kadis Perindag dan Kabag Ekonomi Setda, serta tiga Agen dan Pangkalan Elpiji di Kabupaten Dompu.

“Dalam rapat, kita berdialog dengan tiga Agen dan Pangkalan Elpiji itu untuk mendapatkan informasi terkait kelangkaan Elpiji ini, mulai dari tingkat agen hingga pangkalan,” ungkap Sekda Gatot pada media ini.

Sebelumnya, informasi yang sama juga disampaikan Sekda di WAG LakeyNews.Com, Jumat (2/6/23) pagi menjelang siang.

Ketiga Agen Elpiji yang semuanya membawahi delapan kecamatan di Kabupaten Dompu itu, sebut Sekda, PT. Dompu Karya Perkasa yang membawahi 174 pangkalan, PT. Fitrah Abadi Migas (membawahi 122 pangkalan), dan PT. Dompu Cahaya Makmur (membawahi 107 pangkalan).

Dari pertemuan tersebut diketahui, sebenarnya tiap jadwal pendistribusian tabung elpiji ke Dompu, ada 12 ribu tabung. Namun, yang perlu dibenahi adalah Loading Order (LO) agar semuanya menggunakan aplikasi, seperti Brimoli.

Maksudnya, kedepan pelayanan LO tidak manual lagi yang mengakibatkan telatnya distribusi tabung Elpiji dari agen ke pangkalan. Apalagi ada yang membutuhkan waktu hingga 11 jam baru mendrop Elpiji ke pangkalan.

“Juga agar pangkalan selektif menjual. Lebih memprioritaskan rumah tangga di wilayah kerjanya dan tidak layani pembeli luar wilayah,” tegas Sekda.

Sekda Gatot kemudian merinci belasan poin hasil rapat di kantor Bupati Dompu tersebut;

  1. Setiap hari terdapat alokasi 12.000-an tabung keluar dari SPBE yang beredar di wilayah Kabupaten Dompu.
  2. Seluruh Agen menggunakan aplikasi Brimola sebagai satu-satunya pembayaran transaksi alokasi Elpiji 3 Kg dari pangkalan, dengan estimasi satu minggu selesai.
  3. Meminta alokasi fakultatif dari Pertamina, dimana hari libur tanpa penyaluran agar diganti kuotanya pada hari berikutnya (bukan hari libur).
  4. Adanya pick up yang membeli gas di pangkalan, perlu dikendalikan dan diawasi.
  5. Perlu didata kembali konversi penggunaan gas Elpiji 3 kg sebagai bahan bakar pengganti untuk pompa air, peralatan las, setrika laundry, dan lainnya.

“Pemerintah Daerah akan mengajukan perbaikan alokasi, menyesuaikan dengan perluasan dan peningkatan penggunaan Elpiji 3 kg oleh masyarakat,” jelas Sekda.

  1. Agen agar memberikan (menyampaikan) jadwal penyaluran mingguan ke Disperindag diawal minggu untuk memudahkan pengawasan dan perlindungan konsumen.
  2. Pangkalan liar perlu ditertibkan untuk mencegah penyebaran gas di luar wilayah penyaluran.
  3. Bahwa untuk mengatasi kelangkaan dan harga Elpiji 3 kg yang mahal, Pertamina telah menyiapkan alokasi tambahan, sebagai berikut:
    a. Tanggal 2 Juni 2023 + 2 LO, @560 tabung 1120 tabung
    b.Tanggal 3 Juni 2023 + 560 tabung.
    c.Tanggal 5 Juni 2023 + 3 truk 1680 tabung
    d. Tanggal 6 Juni 2023 + 1680 tabung
    e. Tanggal 7 Juni 2023 + 1120 tabung

“Jadi, total seluruhnya 6.160 tabung,” ungkap Sekda. “Diharapkan ada respon positif atas penambahan alokasi ini. Pemerintah daerah akan memantau perkembangan dan upaya lanjutannya,” sambungnya.

  1. Jembatan timbang agar diaktifkan untuk memastikan pengendalian keluar masuk barang, guna menghindari kecurangan pendistribusian Elpiji 3 kg.
  2. Kepolisian akan menindak tegas pelanggaran distribusi dan niaga Elpiji 3 kg.
  3. Perlu dipertimbangkan untuk membentuk tim guna menemukan akar masalah gangguan distribusi Elpiji 3 kg sekaligus solusinya.
  4. Kepada pangkalan agar membatasi pembelian maksimal 2 tabung per rumah tangga per pembelian.

Informasi lain disampaikan Sekda, Jumat (2/6/23), salah satu agen Elpiji, PT. Dompu Cahaya Makmur melakukan penyaluran ke empat kecamatan. Yakni Kecamatan Hu’u sebanyak empat pangkalan, Kecamatan Pajo (tiga pangkalan), Kecamatan Woja (delapan pangkalan), dan Kecamatan Dompu (empat pangkalan).

Sedangkan agen lain, Fitrah Abadi Migas (FAM) mendroping Elpiji 3 kg ke Desa Madaprama, Soriutu, Tanju, Doromelo, Kampasi Meci, Lune dan Jambu, serta Kelurahan Bali dan SPBU Karijawa. (tim)