
Atasi Demo Ratusan Petani, AKBP Iwan Hidayat Sukses Cegah Blokir Jalan
–
DOMPU, Lakeynews.com – “Wahai AKJ-Syah (Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan) yang memiliki jargon JARAPASAKA (Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan). Mana janji-janji politik yang kalian ucapkan dulu? Menyejahterakan masyarakat Dompu dan meningkatkan derajat hidup para petani? Sampai saat ini tidak ada satupun yang bisa kalian realisasikan. Kami sangat kecewa, janji-janji yang pernah diucapkan, kini diingkari.”
Itu antara lain petikan orasi para petani yang melakukan unjuk rasa di wilayah Desa Madaparama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Kamis (19/5). Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Serikat Tani (AST) Kabupaten Dompu tersebut masih terkait terus memburuknya harga jagung.
Baca juga:
- Pemprov NTB Ajukan Izin Ekspor Jagung ke Menteri Perdagangan
- Anjlok Harga Jagung Ibarat Siklus Menstruasi; Tujuh Saran Buat Bang Zul
Unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan ketat dan humanis dari Polres Dompu, Brimob dan Kodim 1614/Dompu yang dipimpin Kapolres AKBP Iwan Hidayat, S.IK. Dan, berhasil mencegah (mengantisipasi) blokir jalan negara tersebut seperti yang terjadi di beberapa (tempat) aksi sebelumnya.
Awalnya, aksi massa petani sari berbagai penjuru Dompu itu dilakukan di Cabang Madaprama. Hanya beberapa saat, lokasi aksi bergeser ke atas. Sekitar 100 meter ke barat.
Berkat koordinasi dan negosiasi yang baik antara aparat keamanan dengan pengunjuk rasa berujung manis. Kemacetan arus lalulintas mampu dihindari. Kendaraan-kendaraan, baik yang dari arah Sumbawa menuju Dompu maupun dari Dompu ke Sumbawa tetap berjalan. Tidak sampai menimbulkan kemacetan apalagi antrean panjang.
Informasi yang dihimpun, penggeseran titik aksi itu sesuai petunjuk Kapolres Dompu. Tujuannya, agar jalan negara yang merupakan milik umur tidak ditutup (blokir) oleh pengunjuk rasa. Aksipun berjalan tertib dan aman, tanpa blokir jalan dan tanpa benturan.
Dalam aksinya, beberapa pengunjuk rasa beroperasi secara bergilir. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan dan aspirasi.
Berikut setidaknya lima poin tututan mereka;
- Meminta Bupati Dompu segera mengoptimalisasi kembali harga jagung, seperti harga awal sebelum anjlok (tidak kurang dari Rp. 5.000 per Kg).
- Mendesak Pemkab Dompu untuk segera mewujudkan produk hukum harga komoditi pertanian.
- Cabut izin usaha investor (perusahaan) di Kabupaten Dompu yang tidak memikirkan nasib petani.
- Mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait agar melakukan Sidak atas kesimpangsiuran alat timbangan dan alat ukur kadar air jagung di gudang pembeli jagung. Dan,
- Mendesak pemerintah daerah untuk mengevaluasi pemotongan sampai refaksi.
“Bupati selaku the fouhding father di Kabupaten Dompu dapat memastikan hasil komoditi pertanian dapat dinikmati oleh masyarakat tani,” teriak mereka.
Pengunjuk rasa menilai, sejauh ini pemda tidak mampu mengamankan harga jagung para petani sebagaimana telah ditetap pemerintah. Oknum pengusaha juga dinilai semena-mena mempermainkan harga jagung di Dompu. Padahal, beberapa minggu sebelumnya, harga jagung dirasa sudah sesuai standar pemerintah.
“Ini membuat para petani jagung di Kabupaten Dompu menderita dan sengsara lahir batin. Namun upaya dan solusi yang dari pemerintahan AKJ-Syah tidak ada. Bahkan, (terkesan) masa bodoh terhadap persoalan yang dihadapi oleh para petani jagung saat ini,” ungkap salah seorang orator.
Mereka menuntut janji-janji politik yang pernah diucapkan AKJ-Syah, pemimpin Dompu saat ini dan memiliki jargon JARAPASAKA. Dimana saat menarik simpati dan dukungan mayoritas, AKJ-Syah berjanji untuk menyejahterakan masyarakat Dompu dan meningkatkan derajat hidup para petani.
“Namun sampai saat ini tidak ada satupun yang bisa direalisasikan. Kami sangat kecewa dengan janji-janji yang pernah diucapkan dulu dan kini kau ingkari,” teriak mereka.
Massa mengharapkan Bupati AKJ hadir di tengah-tengah mereka. Suasana aksi sempat menghangat, saat massa mengetahui Bupati tidak bisa hadir karena sedang berada di luar daerah.
Hampir saja mereka bertindak anarkis dan memblokir jalan. Kapolres Iwan Hidayat intens berkoordinasi dengan Korlap aksi aksi dan mengimbau agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menutup jalan. Selain itu, aparat tetap melakukan pengamanan dan mengatur arus lalulintas.
Tidak tanggung-tanggung. Kapolres Iwan juga sempat naik pick up dan ikut “berorasi”. Intinya, Kapolres mengimbau agar massa aksi menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Mengedepankan etitut dan etika agar aksi berjalan kondusif.
Kapolres mengajak demonstran agar bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dia menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjuk rasa. “Aksi berjalan aman. Para pengguna jalan dan arus lalulintaspun bisa berjalan dengan lancar,” tutur Pamen Polri dua melati itu.

Bantah Ingkar Janji, Wabup: Pemda Akan Intervensi Pengusaha Jagung
Lalu bagaimana tanggapan AKJ-Syah atas sejumlah tuntutan para petani, termasuk anggapan mengingkari janji-janji politik?
Diketahui, pengunjuk rasa menuntut pemerintahan AKJ-Syah berupaya mengembalikan standar harga dasar jagung sesuai ketetapan pemerintah yang tidak kurang dari Rp. 5.000 per Kg di tingkat gudang pengusaha.
Selain itu, massa menuntut evaluasi dan pengawasan alat timbang maupun tester kadar air jagung di pergudangan pengusaha. Kemudian, perbaikan harga obat-obatan, pupuk subsidi dan bibit jagung. Dan, yang paling pokok adalah terbitkan regulasi baik Perbup atau Perda Kabupaten Dompu tentang harga pembelian pemerintah (HPP) jagung dan gabah ke tingkat pengusaha atau gudang.
Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT, yang hadir bersama Sekda Gatot Gunawan Perantauan Putra, SKM, M.Kes dan beberapa pejabat lainnya tidak menafikan semua tuntutan para petani tersebut. Dia mengakui, benar adanya.
“Saya atas nama Bupati Dompu (AKJ) yang tidak sempat hadir di tempat ini akan menampung dan dalam waktu dekat menindaklanjuti harapan para petani, petani jagung khususnya,” kata Wabup saat berbicara di hadapan massa.
Namun demikian, Wabup membantah jika AKJ-Syah dianggap mengingkari (tidak tepati) janji-janji politik.
“Perlu diketahui oleh masyarakat petani, mahasiswa dan semua pihak di Kabupaten Dompu, tidak ada niat kami selaku kepala pemerintahan daerah untuk menutup mata atau mengabaikan nasib para petani jagung,” tegasnya.
Apalagi menutup mata terkait merosotnya harga jagung yang sebelumnya Rp. 5.400 per Kg, tiba-tiba anjlok sampai ke angka Rp 4100, bahkan hingga ke Rp. 3.800 per Kg.
Beberapa hari lalu, Wabup bersama dinas terkait melakukan Sidak ke beberapa pergudangan jagung untuk memastikan benarkah harga jagung turun jauh dari harga yang ditetapkan pemerintah.
“Ini kami lakukan guna merespon dan memperhatikan keluhan petani jagung. Jadi, sangat tidaklah benar kalau pemerintah daerah tidak memperhatikan nasib para petani,” ujar Wabup dengan tegas.
Wabup menegaskan, semua tuntutan para petani akan diakomondir. Pemda akan melakukan intervensi terhadap pengusaha jagung di daerah ini untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat petani umumnya dan petani jagung khususnya.
“Tentu sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” sambung Papi Rul, sapaan H. Syahrul Parsan. (tim)
