Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Kadis Perdagangan, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan dan Kadis Perindustrian mendengar kondisi lapangan harga jagung dari pihak PT. Seger Agro Nusantara. (ist/lakeynews.com)

Berkomitmen dengan Perusahaan Pembeli Jagung Harga Terendah?

PETANI di Kabupaten Dompu dan Bima selalu dihadapkan dengan posisi lemah dan dilema. Khususnya petani jagung.

Sudah terjerat dan terjebak oleh biaya produksi (mulai dari sewa lahan hingga panen dan jemur) yang mahal. Kini, ketika menjual hasil produksinya, mereka dicekik lagi dengan harga rendah.

Harga jagung terpuruk. Terus turun. Terjun bebas. Seolah tak terkendali. Sebelumnya sempat menembus ke angka Rp. 5.200 per kilogram (Kg). Saat ini anjlok ke Rp. 3.800 per Kg (harga di gudang). Diprediksi akan terus mengalami kemerosotan.

Informasinya, penyebab turunnya harga jagung tersebut (salah satunya) karena turunnya permintaan pakan pabrik ayam. Turunnya permintaan pakan itu sebagai dampak dari jatuhnya harga ayam.

Pada sisi lain, pemerintah, lebih-lebih petani tidak punya kuasa memaksa perusahaan untuk membeli jagung sesuai harapan.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menemukan ide sebagai solusinya. “Solusi sementara dan jangka pendek terkait dinamika harga jagung ini adalah dengan melakukan ekspor,” kata Gubernur dalam salah satu dari tiga status FB melalui akun pribadinya terkait masalah harga jagung.

Gubernur mengaku sudah berbicara dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian untuk diperbolehkan ekspor (jagung) dari NTB. “Prinsipnya, menteri-menteri ini sudah oke. Tinggal Selasa (18/5), mereka tunggu surat kita di Jakarta karena besok (Senin, 17/5) libur,” jelasnya.

“Jadi, sementara nggak usah demo-demo dulu karena memang pembeli ini dipaksa juga nggak mungkin beli dengan keadaan dalam negeri seperti sekarang. Doakan semua lancar dan baik-baik saja semua,” sambung Gubernur.

Sebelumnya, Gubernur bersama Kadis Perdagangan, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan dan Kadis Perindustrian mendengar kondisi lapangan harga jagung dari salah satu pembeli besar, PT. Seger Agro Nusantara.

Diakui Gubernur, sekarang harga ayam jatuh. Sehingga, pabrik ayam menurunkan permintaan pada pakan dan menurunkan volume pembeli bahan baku seperti jagung.

Pembelian jagung berkurang. Jagung yang sedang puncak-puncaknya dipanen tidak mampu diserap (dibeli) oleh pembeli jagung seperti biasa.

“Untuk jagung kita dari Alas (Sumbawa) sampai Sape (Bima) surplus lebih dari 300 ribu ton. Artinya, harga jagung akan anjlok, bahkan nggak ada harga sama sekali,” tegas Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul atau Doktor Zul itu.

Menurutnya, walaupun dipaksa-paksa, perusahaan pembeli jagung tidak bisa membeli lagi karena memang sudah tidak sanggup. “Satu-satunya cara sementara untuk menyelamatkan jagung petani kita adalah dengan melakukan ekspor ke luar negeri,” papar Gubernur.

Gubernur mengharapkan doa dari semuanya agar izin ekspor dari Mendag bisa segera diurus dan selesaikan, sehingga solusi sementara harga jagung bisa diatasi.

Terbaru, Gubernur mengabarkan, adanya komitmen dari PT. Seger Agro Nusantara untuk melakukan ekspor jagung ke Filipina, sehingga bisa menyerap kelebihan panen jagung petani.

“Setelah adanya komitmen PT. Seger Agro Nusantara, alhamdulillah malam ini kita bisa tersambung langsung melalui zoom denga pabrik-pabrik pakan di Jakarta dan Jawa. Di Jakarta, Jawa dan Sumatera, harga jagung masih cukup tinggi berkisar Rp. 5.500 sampai dengan Rp. 5.800 (per Kg),” ungkapnya.

Masalahnya, lanjut Gubernur, tinggal di transportasi ke Jawa dan Jakarta. Atau, pihak pabrik pakan ini yang akan datang membeli langsung ke NTB dengan harga lebih baik dari sekarang.

Hanya saja, penelusuran Lakeynews.com, perusahaan yang Pemprov NTB bangun komunikasi tersebut merupakan perusahaan yang saat ini membeli jagung dengan harga terendah, khususnya di Kabupaten Dompu.

Informasi dari para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu rata-rata menyebutkan, bahwa harga jagung yang dibeli Gudang (PT) Seger Rp. 3.800 per Kg. Sedangkan gudang lain, masih bermain di atas Rp. 4.000 per Kg.

Informasi petani tersebut diperkuat oleh pihak Pemkab Dompu. “Informasi harga jagung hari ini (17/5); (Gudang) William Rp. 4.350, Joko Rp. 4.300 dan Seger Rp. 3.800,” unggah Sekda Dompu Gatot Gunawan P. Putra di WAG LakeyNews.Com, Selasa pagi tadi.

Hingga Selasa malam ini, belum diperoleh konfirmasi tentang pertimbangan Pemprov NTB dalam berkomitmen dan memercayai PT. Seger Agro Nusantara sebagai pengekspor jagung asal daerah ini ke Filipina.

Namun, untuk mewujudkan semangat ekspor tersebut, Gubernur Zul telah memerintahkan Asisten Ekonomi Setda agar langsung berkordinasi dengan Pemda-pemda untuk mengatasi masalah transportasi, prosedur dan harga kalau mereka (perusahaan) datang membeli ke NTB.

“Terima kasih Pemda Kabupaten Sumbawa dan Pemda Kabupaten Dompu atas saran-sarannya yang luar biasa, sehingga persoalan rendahnya harga jagung ini bisa segera dicari jalan keluarnya,” ucap Bang Zul. (tim)