Sekda Kabupaten Dompu Gatot Gunawan PP, SKM, M.Kes. (dok/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu Gatot Gunawan PP, SKM, M.Kes dan Asisten II (Administrasi Perekonomian dan Pembangunan) Setda Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si, angkat bicara.

Keduanya memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran pihak eksekutif pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Dompu, Selasa (8/3).

Diketahui, agenda RDPU itu membahas masalah harga jagung, pupuk dan obat-obatan yang selama ini dinilai merugikan petani.

Untuk hal ini, Ketua DPRD Andi Bachtiar, A.Md.Par, sesuai surat undangan tanggal 7 Februari 2022, mengundang sejumlah pihak terkait. Mereka adalah pimpinan dan anggota Komisi II DPRD, Sekda, Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda.

Dewan juga mengundang Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Kadis Pertanian dan Perkebunan, Kabag Ekonomi Setda, Direktur-direktur Perusahaan Jagung, Distributor Pupuk dan Obat-obatan, serta perwakilan GMNI Dompu.

Tidak dipenuhinya undang dewan oleh pihak eksekutif tersebut membuat salah seorang anggota DPRD, Yatim Gatot murka. Dia marah dan mengamuk di ruang rapat, sesaat sebelum pertemuan dimulai. Meja dan kursi dibantingnya hingga berserakan.

Anggota DPRD Dompu Yatim Gatot saat murka karena pihak-pihak terkait yang diundang RDPU tidak hadir. (ist/lakeynews.com)

“Wajar kita marah, kok undangan kita tidak dihargai. Setidaknya ada perwakilan yang ditunjuk. Ada Sekda, ada Asisten. Sepenting apapun kegiatan di sana, ini (RDPU) juga penting karena menyangkut suara dan kepentingan rakyat,” tegas Yatim seperti dilansir infobima.com.

Ketua Komisi II DPRD Mohammad Subahan, SE, tidak keberatan dengan yang dilakukan Yatim. Dewan merupakan lembaga yang menjujung tinggi segala kepentingan rakyat.

“Urgensi kepentingan rakyat terhadap masalah harga pupuk, jagung, gabah, pestisida dan lainnya memang harus diketahui dan disikapi oleh pemerintah,” tegasnya.

Menurut Subahan, sikap eksekutif seperti itu (tidak memenuhi undangan RDPU Dewan) sudah menjadi kebiasaan. Bahkan, ditunjukan hampir setiap tahun.

Mengklarifikasi dan agar informasi berimbang, Sekda Gatot Gunawan PP angkat bicara dan memberikan tanggapan. “Maaf kami bukannya tidak mau menghadiri RDPU,” tegas Gatot di WAG Lakeynews.som, Selasa sore.

Dalil dan dalihnya, karena secara fisik undangannya belum diterima. Senin (7/3) sore, sekitar pukul 04.20 Wita, Sekda mengaku pulang dari kantor dan langsung meluncur ke Ponpes Utsman Bin Affan di Desa O’o Dompu untuk menghadiri peresmian Rumah Susun.

“Sampai saya ke Ponpes Utsman Bin Affan, tidak ada surat undangan RDPU. Malah tadi pukul 10.55 Wita (8/3), surat RDPU dikirim ke WAG Pimpinan,” ujar Sekda.

Namun, fakta yang dijumpai media ini, pada malam sebelum RDPU digelar, undangan kegiatan tersebut beredar secara berantai di media sosial. Baik dari pribadi ke pribadi maupun dari grup ke grup WhatsAPP.

Pada sisi lain, Sekda menjelaskan, pada jam yang sama dengan agenda RDPU, jajaran eksekutif melaksanakan kegiatan Musrenbang Kabupaten Dompu di Aula Pendopo Bupati.

Suasana Musrenbang Kabupaten Dompu di Pendopo Bupati, Selasa (8/3). (ist/lakeynews.com)

“Saya pribadi selalu menghadiri setiap ada undangan RDPU oleh DPRD,” papar Sekda sekaligus mementahkan pernyataan Mohammad Subahan sebelumnya.

“Ini saya sampaikan agar berimbang informasinya,” sambung Sekda Gatot.

Bupati Akan Kunjungi Gudang Perusahaan Jagung

Pernyataan senada dan di ruang yang sama juga disampaikan Asisten II Setda Hj. Sri Suzana. “Bukan tidak mau hadir, karena pada jam yang bersamaan sedang ada agenda Musrenbang kabupaten,” jelas Suzana.

Lembo ade mena (harap maklum semuanya; Bima-Dompu, red). Silakan menilai sendiri, mana baiknya untuk daerah kita tercinta ini,” sambung salah seorang srikandi eselon II Pemkab Dompu yang akrab disapa Umi Nana itu.

Umi Nana mengaku, pihak eksekutif yang diundang sebetulnya sudah hadir di dewan, kecuali Sekda. Sekda tidak bisa hadir karena menjadi moderator di Musrenbang.

“Sehingga beliau memerintahkan kami dan Kabag Ekonomi untuk hadir (di RDPU),” urainya.

Karena agendanya sama-sama penting untuk rakyat, Umi Nana menekankan, bijaklah sedikit untuk menunda beberapa saat. Berkepala dingin dan lebih cerdas menyelesaikan masalah, daripada marah-marah dan merusak barang invetaris yang ada. “Salam sehat dan santun semuanya,” tuturnya.

Lebih jauh dijelaskan, setelah menghadiri RDPU yang ditunda, Umi Nana kembali mengikuti acara Musrenbang.

Asisten II (Administrasi Perekonomian dan Pembangunan) Setda Dompu Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si. (dok/lakeynews.com)

Saat Umi Nana melintas, Bupati Kader Jaelani memanggil dan menghampirinya. Kepada istri Satria Irawan, anggota DPRD Dompu dari Partai Golkar ini, Bupati berkata, “Umi, kita berkunjung kembali seperti tahun lalu, mengunjungi gudang-gudang perusahaan jagung agar mereka membeli jagung dengan harga seperti dulu.”

Mendengar ajakan itu, dengan sigap Umi Nana menjawab, “Siap Pak Bupati.”

Dalam hati Umi Nana girang sekali. Karena, ternyata diapun bertani. Adik-adik dan anak-anaknya juga berharap agar harga jagung tetap membawa keberkahan pada mereka dan semua petani.

“Bagaimanapun juga harga jagung harus bisa menyemati kita semua agar tetap semangat menanam pada tahun-tahun berikutnya,” imbuhnya.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Dompu Ahmad Son di WGA Lakeynews.com, juga sempat heran dan memuji tindakan keras anggota dewan Yatim Gatot. “Masa sekelas RDPU DPRD Dompu tidak dihargai. Mantap Pak Dewan abang Yati Gatot,” ujarnya.

Mengomentari pernyataan Umi Nana, pria gondrong yang akrab disapa Son itu mengatakan, di balik peristiwa ini ada hikmah yang dapat diambil hikmahnya.

Dia menilai, masalah ini terjadi karena miskomunikasi pimpinan dengan anggota dewan. “Semoga pada RDPU yang diagendakan hari Jumat (11/3) ini, semua pihak terkait yang diundang oleh dewan bisa hadir,” harap Son. (tim)