Danramil 1614-01/Dompu Kapten Inf Muhammad Yamin, ketika menjadi Pembina Upacara pagi di SMAN 3 Dompu, Senin (10/1). Dilanjutkan dengan pembinaan siswa oleh para Babinsa dan personel Polsek Kota Dompu, serta Lomba PBB dan PPM antartingkatan. (ist/lakeynews.com)

PERISTIWA perkelahian antarpelajar SMAN 3 Dompu, NTB yang terjadi lebih dari sebulan terakhir, memantik perhatian banyak pihak.

Hal itu mengharukan pihak sekolah mengadakan pertemuan dan silaturahmi akbar pada Sabtu (8/1) lalu. Pertemuan itu menghadirkan perwakilan sejumlah pihak terkait, termasuk para orang tua/wali murid.

Bukan itu saja. Unsur TNI dan Polri juga makin serius dalam memberikan perhatian pada sekolah yang berkedudukan di wilayah Dompu timur itu.

Senin (10/1), Danramil 1614-01/Dompu Kapten Inf Muhammad Yamin dan sejumlah anggotanya, serta beberapa personel Polsek Kota Dompu, kembali masuk ke lingkungan sekolah yang dikenal dengan dinamika tinggi itu.

Baca juga:

Selain sebagai bentuk perhatian khusus pada sekolah yang dikepalai Hendratno, S.Pd, juga bagian dari upaya pembinaan siswa di Kecamatan Dompu dan Woja (wilayah binaan Koramil 1614-01/Dompu). Mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi.

Kebetulan akhir-akhir ini, di SMAN 3 Dompu sering terjadi perkelahian antarsiswa sendiri. Informasinya, sudah ada blok-blokan siswa dari desa-desa tertentu. Sehingga, sedikit saja ada kesalahpahaman atau masalah, mereka cenderung menyelesaikannya dengan cara kekerasan.

Kegiatan pembinaan yang dilakukan Koramil 1614-01/Dompu pada hari Senin, diawali dengan upacara bendera. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Danramil Kapten Yamin.

Pembinaan siswa SMAN 3 Dompu oleh Danramil 1614-01/Dompu Kapten Inf Muhammad Yamin dan sejumlah Babinsa, serta personel Polsek Kota Dompu. (ist/lakeynews.com)

Saat memberikan arahan, Danramil mengimbau para siswa agar selalu bekerja sama dengan baik. “Jangan saling memusuhi satu sama lain. Selesaikan masalah dengan cara musyawarah dan mufakat,” pintanya.

Yamin juga mememinta para generasi penerus bangsa di Dompu itu untuk senantiasa menghormati guru dan tingkatkan prestasi, sehingga apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

Menurut perwira senior Kodim Dompu yang dalam waktu dekat memasuki purna tugas itu, bukan tidak mungkin kedepan SMAN 3 Dompu menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Dompu, bahkan di Provinsi NTB.

Ditegaskan, apabila suatu permasalahan diselesaikan dengan cara kekerasan, maka para siswa akan berurusan dengan hukum. Jika itu yang terjadi, akan sulit melanjutkan dan meraih cita-citanya.

“Kalau kalian terlibat perkelahian, diproses secara hukum, tentu tidak bisa mengambil (mendapatkan) SKCK sebagai syarat mutlak untuk mengikuti tes CPNS, TNI, Polri dan lainnya,” pesan Danramil.

Pak Kumis (sapaan Kapten Yamin) mengatakan, di rumah yang membimbing siswa adalah orang tua sendiri. Sedangkan di sekolah, yang menjadi orang tua adalah guru-guru.

“Bila kalian hormat dan taat pada Bapak dan Ibu Guru, tidak melakukan pelanggaran, Insya Allah apa yang kalian cita-citakan akan tercapai. Seperti Bapak-bapak Babinsa dan Bhabinkamtibmas di depan kalian,” kata Danramil sembari menunjuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Suatu saat kami akan datang lagi untuk mengecek sejauhmana kalian melakukan apa yang kami sampaikan saat ini,” sambutan pria berkumis tebal itu.

Pose bersama guru dan siswa mengakhiri kegiatan pembinaan siswa SMAN 3 Dompu oleh Danramil 1614-01/Dompu Kapten Inf Muhammad Yamin dan sejumlah Babinsa, serta personel Polsek Kota Dompu. (ist/lakeynews.com)

Setelah upacara bendera, untuk membangkitkan semangat siswa, digelar Lomba PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan PPM (Peraturan Penghormatan Militer) antartingkatan.

Sebelum lomba terlebih dulu diberikan contoh oleh para Babinsa. Perlombaan antarsiswa Kelas X, XI dan xii, khusus bagi yang putra. Sedangkan yang putri menjadi suporter (penyemangat) kelas/tingkatan masing-masing.

Siawa-siswi tampak begitu semangat mengikuti lomba. Mereka bergembira. Wajahnya berseri-seri dan sumringah.

Keluar sebagai Juara I adalah Kelas XII. Juara II, Kelas XI, dan Juara III, Kelas X. Penyerahan hadiah dari guru-guru diwakilkan kepada Danramil dan para Babinsa.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan foto bersama antara siswa-siswi dan guru-guru dengan anggota TNI dan Polri.

Keluarga besar SMAN 3 Dompu sangat senang dengan kehadiran Danramil beserta anggota dan personel kepolisian tersebut.

“Saya mewakili keluarga besar SMAN 3 Dompu, mengucapkan terima kasih kepada Danramil bersama anggota dan personel Polsek Kota Dompu atas pembinaannya pada anak-anak didik kami,” kata Kepala SMAN 3 Dompu Hendratno, S.Pd, saat istirahat bersama para anggota TNI dan Polri di ruang kerjanya. (tim)