
DOMPU, Lakeynews.com – Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikbud Dompu Syarifudin, S.Pd, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam Pertemuan dan Silaturahmi Akbar Keluarga Besar (KB) SMAN 3 Dompu, Jumat (8/1).
Ketidakhadirannya dan tidak adanya perwakilan KCD Dikbud Dompu di acara tersebut, menurutnya, bukan hal yang disengaja. Semua itu karena posisinya sedang tidak berada di wilayah Kabupaten Dompu.
“Tidak hadir karena saya masih berada di luar daerah. Dan, saya tidak mau mewakilkan kepada yang lain, karena tidak elok menurut saya diwakilkan pada area wilayah sendiri,” jelas Syarifudin di WAG Lakeynews.com, Minggu (9/1) dinihari, sekitar pukul 02.15 Wita.
Baca juga:
- Pertemuan Bahas Perkelahian Siswa SMAN 3 Dompu (1); Telurkan Empat Poin Perjanjian Damai
- Sayangkan Perkelahian Pelajar di Dompu, Kadis Dikbud NTB: Perlu Didalami Penyebab Utamanya
- Degradasi Moral; Siswa Terus Berkelahi, SMAN 3 Dompu Hentikan KBM Luring
Sebelumnya, Syarifudin mengucapkan Alhamdulillah wasyukurillah, SMAN 3 Dompu dapat melaksanakan rapat/pertemuan besar untuk membahas masalah perkelahian pelajar di sekolah itu.
Sebagai KCD Dikbud sekaligus bagian dari masyarakat Dompu timur, Syarifudin merasa bangga, haru dan bersyukur terhadap tingginya antusiasme dan rasa memiliki berbagai elemen terhadap masalah yang terjadi di dunia pendidikan ini.
“Ini semua karena adanya rasa tanggung jawab dan kepedulian yang luar biasa, demi kemajuan pendidikan di Dompu timur,” papar Syarifudin.
Syarifudin juga mengucapkan terima kasih kepada Danramil Dompu, Kanit Reskrim Polsek Kota Dompu, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan semua pihak yang tak dapat disebutkannya satu persatu. “Semuanya sudah banyak dan ikut membantu,” ujarnya.
Diakui Syarifudin, acara tersebut sebenarnya merupakan momen KCD Dikbud berada di tengah-tengah tokoh masyarakat dan warga, terutama orang tua/wali murid untuk silaturahmi.
Terkait ketidakhadiran Kades O’o dan Kades Karamabura, Kecamatan Dompu, dua desa berdekatan dengan sekolah, Syarifudin juga menyampaikan argumennya. “Itu semua adalah kekurangan saya dan anak buah saya. Kurang koordinasi dan silaturahmi. Untuk itu, mohon dimaafkan,” pintanya
Syarifudin kemudian mengutip pepatah, “Kalau tidak ada rotan akarpun jadi.” Katanya, melihat para tokoh yang hadir pada acara tersebut, bukan lagi segenggam akar. Tetapi sebatang rotan tua yang mumpuni, kuat dan tahan diterpa zaman.
“Oleh karena itu, saya sangat yakin dan percaya, masalah yang dihadapi SMAN 3 Dompu pasti selesai dan kondusif,” tuturnya penuh optimis.
Tinggal sekarang, lanjut Syarifudin, dibutuhkan perhatian lebih dari para tokoh dan semua elemen di wilayah itu, tentunya termasuk KCD Dikbud Dompu untuk bersama-sama turun.
“Mendekati, bersilaturahmi, menasihati, bahkan untuk “memarahi” sanak saudara, adik-adik orang tua/wali murid di Desa O’o dan Karamubura,” imbuhnya sembari mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pihak dan berharap semua masalah bisa diatasi bersama. (tim)
