Kadis Dikbud Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Aidy Furqan. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Kadis Dikbud Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Aidy Furqan, menyayangkan terjadinya perkelahian antarpelajar di Kabupaten Dompu.

“Saya sayangkan terjadinya perkelahian pelajar di Dompu,” kata Dr Aidy melalui pesan WhatsApp-nya pada Lakeynews.com, Kamis malam ini.

Salah satunya dan terbaru peristiwa yang dinilai menciderai dunia pendidikan itu, terjadi di SMAN 3 Dompu.

Perkelahian yang terjadi lebih dari sebulan itu berujung pada dihentikannya KBM dengan sistem luar jaringan (luring) atau tatap muka oleh pihak sekolah, mulai hari ini, Kamis (6/1).

Baca juga: Degradasi Moral; Siswa Terus Berkelahi, SMAN 3 Dompu Hentikan KBM Luring

Perkelahian antarpelajar tersebut, lanjut Dr Aidy, baik yang karena persoalan dari luar maupun dalam sekolah. “Sehingga anak-anak tidak lagi mengindahkan, aturan sekolah maupun nasihat para guru dan kepala sekolah,” tegasnya.

Atas kejadian ini, Dr Aidy mengatakan, perlu didalami penyebabnya sampai masih terus terjadi perkelahian antarpelajar tersebut.

“Dengan diketahui penyebab utama maupun pemicunya, para kepala sekolah dan guru bersama masyarakat, bahkan wali murid, dapat memberikan alternatif langkah mengatasinya,” harapnya.

Sehubungan dengan itu, jelas Dr Aidy, tahun 2022 ini Dinas Dikbud NTB sedang menyiapkan agenda-agenda untuk menciptakan suasana belajar dan kegiatan yang kreatif.

Mengapa?
“Tujuannya agar bisa melibatkan semua siswa. Mereka aktif di berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun bersama keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Syarifuddin Harapkan segera Teratasi

Dihubungi terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikbud Dompu Syarifuddin, S.Pd, mengatakan, tidak dipungkiri bahwa akhir-akhir ini kasus kenakalan remaja dan perkelahian antarsiswa (pelajar) di Dompu semakin meningkat.

Senada dengan Kadis Dikbud, KCD juga mengatakan, ini semua perlu didalami penyebabnya. “Kita coba gali sumber masalahnya,” kata Syarifuddin pada media ini.

Dia mengakui, beberapa kali menerima laporan dari kepala SMAN 3 Dompu terkait perkelahian pelajar di sekolah itu.

“Saya applause dan berterima kasih kepada Kasek dan guru-guru SMAN 3 Dompu selalu memberikan perhatian tambahan tentang perkelahian siswa. Walaupun sampai saat ini belum bisa kita selesaikan,” tandasnya.

Dalam menyelesaikan persoalan ini, menurut hematnya, pihak sekolah perlu menggandeng pemerintah desa dan aparat penegak hukum. “Ini salah satu langkah positif. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, semua bisa diatasi,” harapnya.

“Kita selalu berharap apa yang terjadi di SMAN 3 Dompu dapat segera selesai, sehingga proses belajar mengajar tatap muka bisa kita laksanakan,” sambungnya. (won)