Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, Amd.Par. (dok/lakeynews.com)

Klarifikasi Info PT. AKUR Rekrut Ribuan Naker untuk Tambang Hu’u

.

DOMPU, Lakeynews.com – DPRD Dompu masih melihat celah untuk memanggil para pihak terkait informasi PT. Abdi Karya Usaha Raya (AKUR) Vale Hu’u merekrut ribuan tenaga kerja (Naker) untuk bekerja di proyek tambang PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM), Kecamatan Hu’u.

“Kami melihat dulu celah, peluang dan waktu untuk memanggil para pihak terkait. Termasuk PT. STM untuk mengetahui, apakah benar atau tidak, ada kemitraannya dengan PT. AKUR atau tidak,” kata Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, Amd.Par.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi pada Lakeynews.com, Rabu (24/3) siang ini menanggapi informasi yang dinilai sudah beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat Dompu itu.

Diketahui, berdasarkan selebaran pengumuman perekrutan yang diperoleh media ini, PT. AKUR membutuhkan 2.538 Naker untuk sejumlah posisi di proyek pertambangan Vale Hu’u.

Baca juga: Info Rekrutmen Ribuan Naker PT. AKUR untuk Tambang Hu’u Resahkan Warga

Andi yang saat dihubungi media ini sedang mendampingi Tim Pemekaran Desa di Kabupaten Dompu itu mengaku, telah mengetahui informasi tentang PT. AKUR merekrut ribuan Naker.

“Informasinya sudah kami (saya, red) terima sejak beberapa hari lalu, termasuk dari anggota DPRD Dompu, Pak Yatim (Demokrat). Pak Yatim juga mempersoalkan dan menginginkan kejelasan masalah ini,” ungkapnya.

Soal kemungkinan dewan akan memanggil para pihak terkait, politisi NasDem itu menegaskan, bisa saja dilakukan. Namun, untuk saat ini, pihaknya masih akan menyelesaikan dulu agenda dewan yang sudah di-Banmus-kan.

“Tentu, itu tadi. Kita sambill melihat celah, peluang dan waktu untuk memanggil para pihak tersebut,” ulas Andi elegan.

Lebih jauh, wakil rakyat dua periode berturut-turut utusan Dapil Kempo dan Pekat mengatakan, isu atau informasi adanya perekrutan ribuan Naker ini, bisa benar dan bisa tidak.

“Kalau benar, berarti ini positif. Maka, harus disambut dengan baik. Tetapi kalau tidak benar, maka patut kita persoalkan supaya tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Jika nanti setelah dilakukan klarifikasi, ternyata informasi ini bernar membuka peluang yang baik bagi perekrutan tenaga kerja, Andi sangat bersyukur. Tetapi bila tidak, ini harus segera dihentikan karena akan berdampak pada keresahan masyarakat dan ketidakpastian. (tim)