
Gerbang Sekolah Ditunggui Pengukur Suhu Badan
DOMPU, Lakeynews.com – Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka tingkat TK, SD dan SMP di Kabupaten Dompu, dimulai kembali pada Rabu (10/3).
Pantauan Lakeynews.com di beberapa sekolah, aktivitas hari pertama KBM tatap muka berjalan lancar.
Salah satunya, di SMPN 2 Dompu. Siswa dan guru yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield tampak bersemangat menuju sekolah. Saat memasuki lingkungan sekolah, satu persatu mereka diukur suhu badannya dan dianjurkan untuk mencuci tangan.
Baca Juga:
- Akhirnya, Bupati Dompu Putuskan KBM Tatap Muka
- UTS Dimasa Covid-19; Dompu Siap tapi Daring Terkendala
Meski masa pandemi, mereka tampak riang. Mereka merasa bahagia bisa belajar secara tatap muka lagi. Luapkan kehagiaan mereka bersama teman-temannya.
Hal yang sama juga terpantau di SMPN 1 Dompu. Kepala SMPN 1 Dompu Drs. Muhdar pada Lakeynews.com menuturkan, untuk KBM tatap muka, pihaknya sudah menyediakan sarana penunjang.
“Alhamdulillah, kami sudah bekerja maksimal menyiapkan sarana penunjang protokol Covid-19. Mulai dari gerbang sekolah hingga ruang kantor dan kelas,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut Muhdar, pihaknya telah menata ruangan siswa dan guru. “Jarak bangku antara satu dengan yang lain lebih kurang satu meter,” bebernya.
Muhdar menjelaskan, pola pembelajaran KBM di ruangan peserta didik dibatasi jumlahnya. “Kita terapkan dengan sistem shift (pagi dan siang). Namun tetap full day school. Enam hari dalam seminggu,” paparnya.
Selain itu, di lingkungan sekolah dibatasi konsentrasi atau kepadatan siswa. “Kami bagi satu kelas menjadi dua kelas. Awalnya 30 orang per ruangan, dibagi menjadi 15 orang. Ini untuk menghindari kerumunan antara siswa dan guru,” jelasnya.
Diketahui, KBM tatap muka jenjang Kabupaten Dompu kembali diterapkan setelah para orang tua siswa, pemerhati pendidikan, anggota DPRD, pihak sekolah dan Dinas Dikpora mendorong Bupati Dompu membolehkan KBM tatap muka.
Hal tersebut karena beberapa masalah dan kendala yang dihadapi selama KBM secara daring. Selain itu, KBM sistem daring tidak efektif dan efisien karena kualitas pendidikan semakin hari semakin menurun. (fm/ady)
