Pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Kansa, Dompu, sempat menaiki mobil RSUD Dompu dan hendak dibawa untuk diisolasi (atas). Lurah Kansa, Dedy Arsyik, S.Sos, saat memberikan pemahaman pada suami N. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Warga Kelurahan Kandai Satu (Kansa), Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, beberapa hari terakhir dihantui ketakutan.

Salah satu warga setempat dinyatakan positif Covid-19. Parahnya, warga berinisial N (37) itu dilarang isolasi oleh suaminya. Sehingga, sampai Senin (30/11) siang ini masih bebas berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya.

Lurah Kansa Dedy Arsyik, S.Sos, mengaku mengetahui ibu satu yang bekerja sebagai Cleaning Service (CS) di RSUD Dompu, pada Jumat (27/11) lalu.

Sekitar pukul sepuluh pagi, Dedy menerima informasi dari salah seorang anggota Satgas Covid-19 RSUD Dompu. “Anggota Satgas Covid-19 itu mengabarkan, bahwa salah seorang warga kami di Lingkungan Sambi Tangga dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Selain sebagai Lurah, Dedy yang juga ketua Satgas Covid-19 Kansa langsung menuju rumah pasien untuk memberitahukan hal tersebut. “Rupanya pasien sudah mengetahui status postitifnya. Demikian juga tetangga sekitarnya,” paparnya.

Bahkan, saat Dedy tiba di rumah itu, pasien sudah mau berangkat sendiri ke RSUD Dompu untuk diisolasi.

Nanun, setelah Dedy berkoordinasi Satgas Covid-19 RSUD, diputuskan pasien akan dijemput.

Tidak lama kemudian, mobil jemputan tiba. Pasienpun naik. Namun, Lurah Dedy menahan dulu karena masih menunggu suami N yang bekerja di luar wilayah Kansa.

“Sebelumnya, kami sudah menelepon suaminya dan memberitahukan bahwa istrinya positif Covid-19,” jelas Dedy tanpa menyebut nama atau inisial suami N.

Saat datang, suami N melarang istrinya dibawa untuk diisolasi. Alasannya, Covid-19 itu bohong. Suaminya juga bilang, “kalau kamu pergi siapa yang menemani anak di rumah, sementara saya pergi bekerja.”

Dedy sempat beberapa kali berusaha membujuk suaminya agar mengizinkan istrinya untuk diisolasi. Namun tidak berhasil.

“Suaminya tetap saja bersikeras melarangnya dan menahan istrinya untuk tidak pergi isolasi,” papar Lurah familiar ini.

Singkat cerita, sampai Senin siang ini, warga Kansa tersebut belum ada upaya dijemput kembali oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Dompu. “Pasien masih dibiarkan berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya,” keluh Dedy.

Lebih jauh Dedy, mengungkapkan, warga sekitar tempat tinggal pasien positif Covid-19 itu merasa takut. Mereka bahkan keberatan dan khawatir akan hal ini.

Warga setempat kembali meminta Pemerintah Kelurahan Kansa untuk kembali melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Dompu.

“Kami sudah melakukan koordinasi, bagaimana upaya pihak Satgas kabupaten untuk menjemput kembali yang bersangkutan (N, red),” tandas Dedy.

“Sampai siang ini, kami belum mendapat konfirmasi balik dari pihak Satgas kabupaten,” sambung Dedy sembari mendesak pihak Satgas kabupaten segera bertindak.

Apa saja yang dilakukan pihak Satgas kabupaten?
Warga setempat mendukung agar N diisolasi. Mengapa belum juga mampu membawa si N untuk diisolasi hanya karena mendengarkan larangan dari suaminya?

Untuk mengetahuinya, Lakeynews.com masih berupaya mengonfirmasi dan meminta tanggapan pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Dompu. (won)