Setelah sempat kabur, terduga kasus Curat di Kota Baru ini berhasil ditangkap polisi. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Satu lagi anggota komplotan pencurian dengan pemberatan (Curat) di Lingkungan Kota Baru, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, diringkus polisi.

Bukan perampokan atau pencurian dengan kekerasan (Curas), seperti dilansir media ini sebenarnya.

Terduga pelaku yang dibekuk Tim Khusus (Timsus) Polsek Dompu, Resor Dompu itu, AGS alias Paul (23). Dia ditangkap di Lingkungan Kota Baru, Bada, Jumat sekira pukul 13.25 Wita.

Diketahui, AGS merupakan salah satu dari dua terduga yang diburu polisi. Sedangkan satu pelaku lainnya, R, masih buron.

Sebelumnya, Polsek Dompu membekuk tiga terduga pelaku. Saat ini sedang diproses.

BACA JUGA : Tiga Spesialis Rampok Rumah Warga Digulung Polisi, Dua Masih Buron

AGS merupakan salah satu dari sindikat curat yang terjadi pada Rabu (18/11) subuh, sekira pukul 05.00 Wita di rumah Suratman, S.Pd, warga Lingkungan Kota Baru.

Dalam kasus ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp. 14 juta. Dia kehilangan uang tunai Rp. 8 juta beserta 2 handphone (HP), merek Realme dan Oppo.

Kapolsek Dompu IPDA Kadek Suadaya Atmaja, S.Sos yang memimpin operasi penangkapan itu mengatakan, saat ini AGS diamankan di Mapolsek Dompu.

Sehari sebelumnya, pihaknya menangkap tiga terduga pelaku curat, AR, PR dan FA. Dari pemeriksaan ketiganya terungkap, AGS dan R (buron) juga terlibat.

“Setelah keduanya mengetahui tiga rekannya ditangkap mereka berusaha kabur dan bersembunyi,” kata Kapolsek dikutip Paur Subbag Humas Polres Dompu Aiptu Hujaifah.

Berdasarkan informasi, AGS masih berada di Dompu dan bersembunyi di rumah saudaranya, di Lingkungan Kota Baru.

Kapolsek bersama anggotanya menuju tempat tersebut. Dan, menemukan AGS tengah santap siang bersama ibunya. AGS menyerahkan diri dan digelandang ke Mapolsek.

Di hadapan pemeriksa, AGS mengaku, 2 unit HP dan uang hasil curian Rp. 8 juta dibagi bertiga. Terduga R mendapat Rp. 4,3 juta dan 2 unit HP, FA Rp. 800 ribu dan AGS mendapat Rp. 2,9 juta.

Oleh R, lanjut Kapolsek mengutip pengakuan AGS, uang Rp. 4,3 juta itu dipakai menebus sepeda motornya yang digadai di salah satu warga Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja.

Kami akan usut tuntas kasus ini karena masih ada potensi keterlibatan pelaku lain. Sedangkan yang masih buron tetap jadi buruan,” tandasnya. (tim)