
Najamuddin: Jaga Keharmonisan, Tumbuhkan Rasa Gotong Royong
–
DOMPU, Lakeynews.com – Forum Keserasian Sosial (FKS) Wadu Mbi’a, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, kembali menggelar Dialog Tematik.
Dialog tematik kedua yang berlangsung di kelurahan setempat, Sabtu, 24 Oktober 2020 itu, salah satu Program Keserasian Sosial Kemensos RI Tahun 2020.
Program ini untuk menumbuhkan rasa gotong royong di tengah masyarakat sebagai upaya mencegah konflik sosial.
Kemensos RI bersama Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, merealisasikan program keserasian sosial tersebut (salah satunya) di Kelurahan Simpasai.
Ratusan warga Simpasai tampak mengikuti kegiatan langka tersebut.
Hadir sebagai pemateri (narasumber) dari beberapa pihak terkait. Salah seorang diantaranya, dari Dinsos Dompu diwakili Kasi Bencana Sosial Muhammad Najamuddin.
Najamuddin menjelaskan, Dialog Tematik Keserasian Sosial merupakan program Kemensos dalam rangka penanggulangan bencana sosial.
BACA JUGA: Dialog Tematik “FKS Wadu Mbi’a” Simpasai; Cegah Konflik Sosial, Pupuk Rasa Gotong Royong
Program ini, menurutnya, sebagai upaya pemerintah mencegah bencana sosial (konflik sosial) yang terjadi di masyarakat. “Pelaksanaan kegiatan ini tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.
Dijelaskan Najamuddin, setiap kegiatan ada diskusi tematiknya. Dan, ada dua kali pertemuan. Pertemuan pertama, tahap perencanaan kegiatan untuk melaksanakan pembangunan kebutuhan masyarakat.
Sedangkan yang kedua, pelaksanaan kegiatan pembangunan. Ini menjadi salah satu media bagi masyarakat supaya bisa mempererat jalinan silaturahminya.
“Dengan demikian, tercipta keharmonisan di antara masyarakat demi mewujudkan Indonesia aman dan damai,” ujar Najamuddin.
Najamuddin berharap, dengan program ini bisa mencegah konflik, menjaga keharmonisan dan menumbuhkan rasa gotong royong di antara masyarakat. “Diskusi tematik ini sangat penting untuk meningkatkan koordinasi dan kebersamaan di antara masyarakat,” tandasnya.
Bukan itu saja. Melalui program tematik keserasian sosial, lanjut Najamuddin, bisa meningkatkan rasa memiliki dan tumbuh kedamaian di tengah masyarakat.
Program keserasian sosial ini dilaksanakan di wilayah yang dinilai rawan konflik dan bencana sosial. Karena itu, saat pertemuan pertama, warga antar kampung akan menentukan fasilitas apa yang akan direalisasikan untuk menunjang kegiatan yang terarah.
Dinsos Provinsi NTB dan Dinsos Kabupaten Dompu fokus pada pencegahan. “Jadi kami yang jemput bola, turun ke masyarakat. Misalnya melalui kampung keserasian sosial,” paparnya.
Sementara itu, Ketua FKS Wadu Mbia Simpasai Syafruddin, mengungkapkan, program keserasian sosial di Kelurahan Simpasai diimplementasikan pada rabat jalan/gang.
Keputusan tersebut didapati dari hasil musyawarah berbagai unsur, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda di Aula Kantor Kelurahan Simpasai.
“Dari dialog tematik bersama beberapa elemen masyarakat, disimpulkan untuk melaksanakan rabat jalan/gang. Harapan kita, bisa mencegah konflik, menjaga keharmonisan dan menumbuhkan rasa gotong royong masyarakat,” tandasnya.
Syarifuddin menilai, diskusi tematik sangat penting. Terutama untuk mengetahui kendala di tengah-tengah masyarakat, demi terciptanya kerukunan antar warga. (tim)
