Waka Polres Dompu Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, SH dan Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K, menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan. (ist/lakeynews.com)

Tiga Warga Hu’u Ditangkap Terkait Kasus Senpi dan Pengeroyokan

DOMPU, Lakeynews.com – Penangkapan dan pengamanan oknum pelajar berisinial FD (17), alamat Dusun Finis, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, bukan dalam satu kasus saja. Kasus dugaan penghinaan dan pengancaman polisi dengan senjata api (Senpi), yang kini dalam proses penyelidikan. Tapi, ada dua kasus lain juga.

BACA juga berita sebelumnya: http://lakeynews.com/2020/05/25/anggota-genk-dibekuk-hina-dan-ancam-polisi-dengan-senpi-rakitan/#.Xs1Wsln7M0M

Dua kasus lain itu, dugaan kepemilikan Senpi rakitan dan kasus dugaan pengeroyokan. Selain FD, polisi juga menangkap AF (20) dan JD (38), dari dusun (alamat) yang sama.

Hal ini terungkap dalam jumpa pers Polres Dompu di di halaman Sat Reskrim, Selasa (26/5). Kegiatan itu dipimpin Waka Polres Kompol I Nyoman Adi Kurniawan, SH, didampingi Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K.

Sebagaimana dilansir tribratanews.ntb.polri.go.id, Waka Polres menjelaskan, diamankannya ketiga tersangka itu berdasarkan (berawal) dari foto profil akun Facebook “Muma Klr”, alamat Dusun Finis, Desa Hu’u. Dimana profil FB Muma Klr milik FD sedang memegang senpi rakitan dan memosting kata-kata yang mengancam institusi Polri.

“Kami amankan ketiga tersangka tersebut karena terkait dengan kepemilikan senjata api rakitan dan kasus pengeroyokan beberapa hari yang lalu,” jelas Waka Polres Kompol I Nyoman Adi Kurniawan.

Sementara itu, Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel menjelaskan modus tersangka. Menurutnya, pada Minggu (24/5) sekitar pukul 20.00 Wita, berdasarkan postingan akun FB Muma Klr sedang memegang Senpi rakitan laras pendek. Foto tersebut diambil dalam kamar rumah temannya, AF.

Terkait postingan foto tersebut, polisi mencari dan menangkap FD. Kata Ivan, FD yang memosting foto di akun FB miliknya dengan menggunakan senjata rakitan.

“Sebelumnya, juga dalam postingan Facebook tersebut, FD (diduga) melakukan penghinaan dan pengancaman terhadap institusi kepolisian,” papar Ivan.

Ketika dimintai keterangan, FD mengaku, Senpi rakitan tersebut milik AF. Sehingga, AF pun kemudian ditangkap. “Keterangan AF, bahwa senjata rakitan tersebut adalah milik JD yang merupakan ayah kandung AF,” jelas Ivan.

Sat Reskrim Polres kemudian melakukan pengembangan. JD dicari dan ditangkap. “Dari keterangan JD, senjata tersebut telah dipindahkan dan ditanam di pinggir laut, dalam pasir,” urai Ivan.

Terkait kasus pengeroyokan di wilayah Kecamatan Hu’u beberapa lalu pun dikembangkan polisi. FD yang sebelumnya ditangkap terkait postingan via facebook dengan menggunakan senjata atau kepemilikan sejata tanpa izin, menurut polisi, juga diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan itu.

Menurut Ivan, ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 170 dan 351 terkait kekerasan secara bersama-sama/penganiayaan dan Pasal (1) Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Pasal (1) Ayat 1 UU Darurat 12/1951 itu disebutkan; Tanpa hak memasukan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba, memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi, atau sesuatu bahan peledak,” jelas Ivan.

Kepada nitizen, Ivan mengimbau agar mempergunakan sosial media sebaik-baiknya. Bukan dipergunakan sebagai sesuatu yang bersifat kejahatan.

“Boleh tidak menyukai seseorang tapi hanya untuk personel saja. Bukan dilakukan postingan lewat media sosial,” imbaunya.

“FD saat ini ditahan terkait kasus kekerasan secara bersama-sama (pengeroyokan). Sedangkan untuk kasus (dugaan) penghinaan terhadap institusi Polri masih dalam penyelidikan,” tandas Ivan. (tim)