Para pelayat almarhum Dahlan, secara bergilir masuk dan memenuhi rumah duka di Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa. (ist/lakeynews.com)
Almarhum Dahlan, anggota DPRD Dompu yang meninggal dunia, Selasa (3/3) pagi ini. (ist/lakeynews.com)

 

Apakah Jenazah Diotopsi, Uji Lab Bekas Muntah dan Kaleng Susu? Tunggu Hasil Rembug Keluarga

DOMPU, Lakeynews.com – Meski belum diperoleh hasil rekap resmi dari Puskesmas Manggelewa, telah diketahui bahwa almarhum Dahlan, anggota DPRD Dompu yang meninggal tadi pagi (Selasa, 3/3) mengalami kecapean dan kelelahan.

Menurut informasi yang diperoleh Lakeynews.com, pihak keluarga almarhum yang diwakili Kades Lanci Jaya, Syahrir, mendatangi Puskesmas setempat.

BACA JUGA : Dahlan, Anggota DPRD Dompu Meninggal Dunia; Diduga Keracunan

Syahrir menanyakan kepada pihak medis perihal (seputar) meninggalnya almarhum. Dan, dia sudah mendapatkan jawabannya.

Sayangnya, bagaimana hasil dimaksud, belum diperoleh konfirmasi langsung dari Syahril.

Tetapi Ketua DPRD Andi Bachtiar, A.Md.Par, ketika dihubungi media ini via telepon genggamnya mengaku, sudah berbicara dengan Kades tersebut di rumah duka, Desa Lanci Jaya.

“Pak Kades (Syahrir, red) yang mewakili keluarga sudah mendapat penjelasan dari pihak medis. Almarhum kecapean dan kelelahan,” kata Andi yang saat itu sedang berada di rumah duka.

Penjelasan pihak medis tersebut, kemudian dipadukan oleh keluarga dengan peristiwa yang dialami almarhum. Seperti makan, minum susu, lalu pusing, muntah-muntah dan sebagainya.

“Penjelasan medis dari pihak Puskesmas, seperti disampaikan Kades Lanci Jaya, yang dialami almarhum karena faktor kecapean, kelelahan. Sehingga pompa jantungnya tidak kuat,” tegas Andi.

Bukan itu saja. Tekanan darah almarhum juga, kata pihak medis, tidak sampai 30 setelah sampai di Puskesmas tadi pagi. Harapan hidup pasien dengan darah serendah itu, dinilai tipis.

Selain menyangkut penyebab, kematian almarhum, pihak keluarga juga berkonsultasi beberapa hal ke pihak Puskesmas. Antara lain, terkait kemungkinan dilakukan otopsi, serta menguji lab atas bekas muntahnya dan kaleng susu yang diminum almarhum.

Bagaimana tanggapan pihak Puskesmas terkait hal ini?

“Kata pihak Puskesmas, kalau memang mau diotopsi silakan. Itu hak keluarga. Tapi, silakan lapor polisi dulu,” saran pihak Puskesmas yang disampaikan Kades Lanci Jaya sebagaimana dikutip Andi.

Cuma kalau, menurut Andi, seandainya melaporkan polisi, tentu ada beberapa prosedur yang harus dilalui dan dipenuhi. “Termasuk menyiapkan dan memanggil para saksi, yang pada akhirnya kuburan almarhum pun dibongkar kembali,” tandasnya.

Untuk hal ini, pihak keluarga merembugkan dan mempertimbangkannya kembali. “Ini kita masih menunggu hasil rembug keluarga,” jelas Andi.

Namun demikian, menurut informasi, pemakaman terhadap almarhum direncanakan tetap dilakukan sore hari ini di pemakaman desa setempat.

Sementara suasana di rumah duka sejak pagi tadi hingga sore ini dipadati para pelayat. Selain warga setempat dan keluarga dari berbagai penjuru, juga tampak ratusan pejabat.

Ada Bupati dan para pejabat di eksekutif. Disamping ketua, wakil-wakil ketua dan para anggota dewan. “Pokoknya, banyak yang datang melayat,” kata Muhyiddin, salah seorang wartawan media online di Dompu. (won)