Guru asal Kabupaten Dompu, Fahrunsyah pada momen Ramah Tamah Wisuda PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2025 Universitas Negeri Makassar, beberapa waktu lalu. (ist/lakeynews)

MAKASSAR – Kabar baik datang dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Putra Kabupaten Dompu, kelahiran pelosok Desa Taropo, Kecamatan Kilo, Fahrunsyah berhasil mengukir prestasi di sana.

Fahrunsyah meraih predikat Terbaik 1 Bidang Teknik pada Wisuda Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2025. Kegiatan wisuda tersebut diselenggarakan Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Rabu (15/10/2025) lalu.

Pada program pendidikan PPG di UNM 2025, Fahrunsyah juga mengambil Jurusan/Program Studi Pendidikan Teknik Mesin.

Penghargaan tersebut diberikan dalam prosesi wisuda yang diikuti lebih dari seribu wisudawan dari berbagai program studi dan bidang keahlian.

Capaian ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras Fahrunsyah dalam menempuh pendidikan profesi guru hingga berhasil menjadi lulusan terbaik di bidang teknik.

Sebagai seorang guru, jebolan S1 (S.Pd) Pendidikan Vokasional Teknik Mesin Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta 2021 itu menilai, pendidikan memiliki peran penting dalam mengubah masa depan seseorang.

Fahrunsyah mengaku, perjalanan hidupnya penuh perjuangan. Mulai dari kampung halaman hingga dapat berkarir di kota besar melalui jalur pendidikan.

Pendidikan menjadi gerbang utama dalam mewujudkan cita-cita hidupnya. Berangkat dari kampung, naik sampan kecil beralih ke naik kapal besar, dari kampung kecil hingga bekerja dan berkarir di kota besar.

“Pendidikanlah yang mengantarkan saya, seorang anak desa, yang sekarang berkarir di kota besar,” kata lulusan S2 (M.Pd) Pendidikan Teknologi Kejuruan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2024 itu pada Lakeynews, Selasa (26/5/2026).

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa asal daerah, agar terus bersemangat menempuh pendidikan dan tidak takut bermimpi besar.

Keberhasilan Fahrunsyah juga menunjukkan bahwa putra-putri daerah (Dompu) mampu bersaing dan berprestasi di tingkat perguruan tinggi. “Selama memiliki tekad, kerja keras, dan semangat belajar yang tinggi, insya Allah kita bisa,” tuturnya. (A2)