Mantan Komisioner KPU Dompu Periode 2014-2019 Suherman. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Dinilai bertepatan dengan hari kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1965, maka jadwal pelantikan calon terpilih anggota DPRD Dompu Periode 2019-2024 diusulkan digeser ke hari dan tanggal lain.

Diketahui, pelantikan wakil “baru” rakyat Bumi Nggahi Rawi Pahu dijadwalkan 30 September ini. Tepatnya, di Lapangan Beringin, kompleks Kantor Bupati Dompu.

Usulan dan permintaan penggeseran jadwal (hari/tanggal) pelaksanaan pengambilan sumpah/janji anggota dewan itu, datang dari Kantan Komisioner KPU Dompu Periode 2014-2019 Suherman dan Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Cabang Kabupaten Dompu Firmansyah.

“Pengambilan sumpah/janji anggota DPRD Dompu Periode 2019-2024 yang direncanakan pada 30 September 2019 menurut saya tidak tepat dan tidak bijak,” kata Suherman pada Lakeynews.com, Minggu (8/9) sore ini.

Seluruh bangsa ini mengetahui, bahwa di tanggal tersebut (30/9) tercatat dalam sejarah kelam. Bangsa Indonesia memperingati sebagai kebiadaban Komunis yang mencoba merongrong kedaulatan bangsa melalui Gerakan Tiga Puluh September (Gestapu). Atau, dikenal juga dengan istilah Gerakan 30 September (G-30/S/PKI).

“Menurut saya, momentumnya tidak tepat dan tidak bijak. Rasanya, akan melukai bangsa ini,” tegas Herman, sapaan akrab Suherman.

Menurut dia, kalau mau tertib, sebagaimana pengambilan sumpah/janji anggota DPRD sebelumnya, semestinya tanggal 29 September. “Namun itu hari Minggu (libur), maka tidak baik juga dilaksanakan,” tandasnya.

“Maka, waktu yang tepat dan bijak menurut saya adalah 1 Oktober 2019. Kita ambil momentum hari Kesaktian Pancasila,” usul Herman.

Diperkirakan, pelaksanaan pelantikan usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila bakal lebih ramai. “Kita ingin agar anggota DPRD Dompu yang diambil sumpah/janjinya pada momentum tersebut adalah anggota DPRD yang berjiwa Pancasilais,” ujar Herman.

Anggota DPRD yang Pancasilais yakni anggota dewan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berperikemanusian, yang menyatukan, dan yang selalu menjunjung tinggi musyarawarah dalam mengambil kebijakan serta memberikan rasa adil untuk semua konstituen yang diwakilinya.

“Dengan momentum Kesaktian Pancasila, kita ingin mengambil sumpah/janji wakil rakyat yang benar-benar sakti melaksanakan tugas pengawasan, membahas anggaran dan peraturan daerah,” harap Herman.

Harapan senada datang dari Ketua PSOI Dompu Firmansyah. Menurut dia, tanggal 30 September merupakan hari kisah pilu dan sejarah kelam negeri ini.

Ketua PSOI Cabang Dompu Firmansyah. (ist/lakeynews.com)

“Momentum pelantikan anggota DPRD Dompu pada 30 September ini sangat tidak tepat. Dikuatirkan akan muncul asumsi-asumsi yang tidak baik, bahkan memunculkan kesan buruk,” tegasnya

Secara pribadi, pria yang akrab dipanggil Firman itu juga mengusulkan pelantikan dimaksud diselenggarakan pada 1 Oktober. Bertepatan dengan hari Peringatan Kesaktian Pancasila.

“Momentum ini diharapkan agar DPRD Dompu mampu mengamalkan Pancasila secara total nantinya,” imbuh pria yang hampir setiap hari bergumul dengan para peselancar di Kabupaten Dompu tersebut.

Firman lalu menyebut beberapa momen setelah 30 September. Pada 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila; 16 Oktober, Hari Pangan Sedunia; 22 Oktober, Hari Santri; 28 Oktober, Hari Sumpah Pemuda. “Ini artinya di bulan Oktober saja banyak hari “baik”.

“Semoga berdampak baik dengan semangat baru wakil rakyat Dompu,” harap Firman di penghujung perbincangan dengan Lakeynews.com.

Sebelumnya, secara umum ide dan saran Firmansyah maupun Suherman juga sempat dikemukakan dalam Grup WhatsApp Lakeynews.com. (won)