Gali Persoalan, Kadis Dikbud NTB Temui Para Kepala SMA/SMK Swasta di Bima-Dompu

BIMA, Lakeynews.com – Ini kabar menggembirakan bagi SMA/SMK swasta di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jika selama ini SMA/SMK swasta terkesan dianaktirikan dan ditelantarkan, maka ke depan “anak tiri” ini akan mendapat perhatian dari penyelenggara pemerintahan.

BERIKAN PENCERAHAN: Kadis Dikbud NTB H. Rusman (pegang mic) didampingi Kepala UPTD LD-LPK Dikbud – Kabupaten Bima Sanusi, Pembina Yayasan Perguruan Kae, H. Muhaimim H. Abdul Kadir, Kepala UPTD LD-LPK Dikbud – Kabupaten Dompu Muhammad Gunawan dan seorang pengawas. (sarwon/lakeynews.com)

Demikian komitmen Pemprov NTB yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H. Rusman, SH, MH, ketika bersilaturrahim dengan para kepala SMA/SMK swasta dari Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu. Silaturrahim itu berlangsung di SMA Kae, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Senin (1/7) petang.

Hadir dalam pertemuan tersebut, selain para kepala sekolah, juga tampak Kepala UPTD Layanan Dikmen dan Layanan Pendidikan Khusus (LD-LPK) Dikbud NTB – Kabupaten Bima Drs. Sanusi dan Kepala UPTD LD-LPK Dikbud NTB – Kabupaten Dompu Drs. Muhammad Gunawan, M.Pd. Seremonial silaturrahim itu dimoderatori Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Kae Woha Drs. H. Muhaimim H. Abdul Kadir.

Sebelum melakukan silaturrahim dengan para kepala SMA/SMK swasta dari tiga kabupaten dan kota itu, Rusman bersama rombongan terlebih dulu berjunjung ke sejumlah SMA/SMK negeri di Kabupaten dan Kota Bima.

Terkait kunjungan dan silaturrahimnya dengan para kepala SMA/SMK swasta, antara lain Rusman ingin menggali dan mengetahui langsung kondisi serta persoalan yang menyelimuti sekolah-sekolah swasta.

Para kepala SMA/SMK swasta dari Bima dan Dompu bersilaturrahim dengan Kadis Dikbud NTB H. Rusman, SH, MH, di SMA Kae, Woha, Senin (1/7). (sarwon/lakeynews.com)

“Saya ingin mengetahui persoalan apa saja yang dihadapi, menyerap aspirasi dan masukan dari bapak/ibu sekalian,” kata Rusman di hadapan puluhan kepala sekolah itu. Hal yang sama juga dipertegas Rusman kepada beberapa wartawan, usai pertemuan.

Menurutnya, masalah-masalah yang diketahui dari kunjungan, aspirasi dan masukan yang diserap dalam pertemuan, akan diramu dan diolah. Sehingga diketahui apa yang bisa dilakukan pemerintah, dalam hal ini Dinas Dikbud untuk membantu mengatasinya.

Tentu saja, Rusman tidak bisa langsung memutuskan begitu saja kebijakan-kebijakan yang akan diambil. Meski sebagai Kadis Dikbud, hasil serapan di lapangan dan telaahan-telaahannya tersebut akan disampaikan kepada pihak penentu kebijakan (Gubernur NTB).

Diakui Ruslam, peran SMA/SMK swasta sangat luar biasa dalam memajukan dunia pendidikan. Apalagi siswa tamatan SMP/MTs selama ini, yang mampu ditampung oleh SMA/SMK negeri hanya sekitar 60-65 persen. “Selebihnya swasta,” jelasnya.

Salah satu perwakilan kepala SMA/SMK swasta menyampaikan keluhan, aspirasi, harapan dan masukan kepada Kadis Dikbud NTB H. Rusman, SH, MH. (sarwon/lakeynews.com)

Rusman tidak menafikan, pemerintah memiliki “anak kandung”, yakni sekolah-sekolah negeri. Namun sekolah-sekolah swasta, meski dianggap sebagai “anak tiri” ke depan akan tetap diperhatikan pemerintah. “Pemerintah tetap memperhatikan SMA/SMK swasta ini. Baik dalam hal sarana dan prasana pendukungnya maupun dari sisi anggaran seperti untuk gaji guru dan lainnya,” tandasnya.

Kendati demikian, Rusman wanti-wanti tidak ingin berjanji atau memberikan suatu harapan. “Saya ingin bagaimana kekurangan dan masalah yang dihadapi selama ini teratasi,” tegasnya. “Setidaknya masalah-masalah sebelumnya tidak lagi berkelanjutan,” sambungnya.

Moment pertemuan yang berlangsung singkat itu sempat diisi dengan penyampaian beberapa keluhan, aspirasi, harapan dan masukan perwakilan kepala SMA/SMK swasta dari tiga kabupaten/kota. Berbagai aspirasi yang muncul tersebut mendapat respon positif dari Kadis Dikbud. (won)