Lebih Dekat dengan Ir. Muttakun, Calon Ketua DPRD Dompu Periode 2019-2024 (1)
Catatan : Sarwon Al Khan – Dompu, NTB
Bagi sebagian orang, mempertahankan sesuatu yang sudah diraih jauh lebih berat daripada memperebutkan. Namun, bagi Ir. Muttakun, kedua-duanya sama beratnya. Buktinya, dua kali menyalonkan diri sebagai anggota DPRD Dompu, dia gagal merebut kursi legislatif. Kali ketiga ini baru berhasil.

Tidak tanggung-tanggung, dari perolehan suara Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan suara pribadi Muttakun pada Pemilu Legislatif (Pileg) 7 April 2019, dia diyakini mampu merebut posisi ketua dewan. Siapa sebenarnya Muttakun ini? Bagaimana perjuangannya hingga mencapai puncak kesuksesan?
**
SOSOK Muttakun dikenal low profile, terbuka, sederhana dan apa adanya. Tangis pertamanya meletus di Mataram pada 12 Oktober 1970. Dia dilahirkan dari keluarga sederhana pula. Muttakun merupakan putra keempat (kembar) dari sembilan bersaudara, buah hati pasangan H. Abdullah H. Ahmad (alm) dan Hj. Siti Jubaidah.
Debut suami Yunita Chairani, SP (menikah 7 November 1996) di dunia politik diawali dengan bergabung di Partai Bintang Reformasi (PBR) tahun 2002. Partai ini merupakan reinkarnasi dari Partai Persatuan Pembangunan Reformasi (PPP-R).
Di partai itu, Muttakun bukan anggota biasa, apalagi dianggap kader pelengkap. Ayah dari dua anak (satu putra dan satu putri) merupakan salah satu deklarator PPP-R. Kemudian menerima mandat untuk pembentukan Partai Bintang Reformasi (PBR) di Kabupaten Dompu.
Pria yang hobi diskusi, menyikapi dan memperjuangkan persoalan-persoalan kerakyatan mulai mencari peruntungan dengan mengikuti kontestasi Pileg 2009. Saat itu, Muttakun “bertarung” di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 (Kecamatan Woja dan Kilo).
Pertama kali menjadi Caleg itu, Muttakun belum mampu mengalahkan ketangguhan Hj. Siti Aisyah (Caleg Nomor Urut 1 PBR). “Kebetulan saat itu, niat saya hanya “uji coba” untuk mencari tahu ada atau tidaknya dukungan dari masyarakat,” cerita Muttakun pada Lakeynews.com dalam obrolan sekitar 1,5 jam di kediamannya, Lingkungan (Kampo) Sigi, Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, Jumat (10/5/2019) malam.
“Ternyata dalam kontestasi Pileg 2009 di Dapil 2 itu, saya mengalami kegagalan. Saya belum mampu mengalahkan popularitas Hj. Siti Aisyah,” sambung alumni S1 Jurusan Budidaya – Agronomi pada Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 1992 itu.
( Curriculum Vitae Muttakun buka di sini; http://lakeynews.com/2019/05/11/curriculum-vitae-ir-muttakun/ )
**
Kegagalan di Pileg 2009 tersebut tidak lantas serta merta menyurutkan semangatnya untuk berkiprah. Dia terus bergerak untuk membantu masyarakat dan petani. Ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan advokasi dan pendampingan yang memang menjadi bagian kehidupannya selama ini.
Niat dan semangatnya untuk memperluas peran dengan mengambil kekuasaan legislatif tidak terputus. Karena itu, pada Pileg 2014 Muttakun kembali bertarung.
Lima tahun lalu, wisudawan terbaik UMM 1992 dengan predikat Cum Laude itu berkontestasi melalui kendaraan politik Partai NasDem. Arena pertarungannya, dipilih Dapil 1 (Kecamatan Dompu, Pajo dan Kecamatan Hu’u).
Sekadar diketahui, pada pertengahan tahun 2012 partai itu masih berbentuk Ormas Nasdem. Muttakun termasuk pendiri dan deklarator Ormas NasDem di Kabupaten Dompu. Seiring dengan itu, pria yang menguasai beberapa program komputer; MS. Word, MS. Excel dan Microsoft Power Point tersebut, kemudian dilantik sebagai Ketua Ormas Nasdem oleh Surya Paloh di Kabupaten Sumbawa.
“Setelah Ormas Nasdem menjadi partai, saya pun menjadi ketua pertama DPD Partai Nasdem Kabupaten Dompu. Dilantik dilantik Surya Paloh (Pendiri Partai Nasdem) di Mataram pada akhir tahun 2012,” jelas Muttakun.
Kembali ke Pileg 2014. Kali kedua ikut nyaleg itu, Muttakun lagi-lagi menelan pil pahit kekalahan. Dia terpental dengan selisih lebih kurang 150 suara dari Caleg Nomor Urut 2, H. Mulyadi Jaya (anggota DPRD Dompu 2014-2019 utusan Partai Nasdem Dapil 1).
Lagi-lagi kekalahan itu tetap tidak membuat Muttakun putus asa. Pada kontestasi Pileg 2019 ini, pria bertubuh mungil berlatar belakang lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut kembali mengambil bagian. Tetap dengan partai yang sama, Partai Nasdem.
Nah, kali ini, berkat dukungan kuat dan besar dari pihak keluarga, masyarakat dan jaringan yang terbangun selama ini, Muttakun akhirnya memenangkan pertarungan. Niatnya meraih tiket (kursi) legislatif untuk memperluas peran yang selama ini dilakukan di LSM, membantu rakyat dan daerah, terkabulkan.
Rival internalnya yang juga incumbent H. Mulyadi Jaya akhirnya tersingkir dengan selisih perolehan suara yang signifikan dan cukup jauh.
Muttakun gemilang dengan raihan 2.884 suara pribadi. Dia meninggalkan H. Mulyadi Jaya dengan selisih sekitar 1.300-an suara.
Ketangguhan Muttakun yang mendapat dukungan rakyat begitu besar (2.884 suara), sekaligus mengukuhkan diri sebagai peraih suara tertinggi di internal Nasdem. Bahkan, dari hasil rekapitulasi KPU Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu, perolehan suara pribadi Muttakun merupakan tertinggi dari seluruh Caleg di semua (empat) Dapil se-Kabupaten Dompu.
“Tentu saja kesempatan ini akan saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan institusi DPRD Dompu yang bermartabat,” tegasnya. (bersambung)

Semoga amanah pak muttakun n slamat jg buat guru kursus sy ibu yunitavparduli rasa