Salah satu dari sekian titik penggalian pasir CV. Wangga Lambu di So Hodo, Desa Soritatanga, yang kini aktivitasnya dihentikan secara permanen. (asm/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Setelah berkali-kali ditegur hingga diperingati keras oleh pemerintah daerah, pihak CV. Wangga Lambu akhirnya menghentikan secara permanen aktivitas pengerukan pasir di wilayah So Hodo, Dusun Hodo, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Penghentian Galian C (pasir) salah satu perusahaan yang selama ini dinilai ngotot itu, diperkuat dengan Surat Pernyataan Penutupan Lahan Galian C/IUP yang ditandatangani Direktur CV. Wangga Lambu Drs. Muh. Ali Jaharuddin. Surat pernyataan pria yang beralamat di Dusun Tekasire, Kecamatan Manggelewa tersebut dibuat Rabu, 15 November 2017.

“Saya sudah menghentikan secara permanen penggalian pasir di Hodo. Surat pernyataan penghentian ini akan saya serahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Dompu hari ini,” kata Ali Jaharuddin, Kamis (16/11/2017) pagi. (Baca juga: Doro Ncanga Menanti Kehancuran, Penambang Liar Pasir Kian Leluasa Beraktivitas )

Hal tersebut disampaikan Direktur CV. Wangga Lambu itu pada Lakeynews.com saat keluar dari ATM (Anjungan Tunai Mandiri) salah satu bank cabang Dompu. Sayangnya, tidak banyak keterangan yang dapat dikorek dari mantan anggota DPRD Dompu itu. Dia saat itu tampak terburu-buru.

Meski demikian, Ali Jaharuddin sempat menunjukkan surat pernyataan yang dibuat dan disampaikannya ke DLH Dompu. Bahkan, dia mempersilakan media ini mengambil gambar surat bermaterai 6000 tersebut. (Baca juga: Penambang Pasir Liar “Membandel”, Ditertibkan Polisi tapi Masih Beraktivitas )

Dalam surat dengan mengetahui Kabid Lingkungan Hidup Andi Bahtiar, ST, M.Si, atas nama Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu itu, disebutkan luas areal pasir yang digali CV. Wangga Lambu di So Hodo adalah 2,52 hektare.

“Hari ini, Rabu, 15 November 2017, menyatakan menutup secara permanen lokasi tersebut di atas,” ungkap Ali Jaharuddin dalam surat pernyataan dimaksud. (Baca juga: Soal Tambang Pasir Besi Doroncanga, Ini Kata HBY dan Bucek….. )

Bekas-bekas lokasi penggalian pasir CV. Wangga Lambu di So Hodo akan direklamasi oleh pihak perusahaan itu dengan bronjong setinggi tebing. (asm/lakeynews.com)

Masih dalam surat itu, Ali Jaharuddin mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang selama ini membantu, membina dan mengawasi usaha penggalian pasir tersebut. “Kami meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang kami lakukan, terutama para pelanggan/sopir truk/dum truck,” pintanya. (Baca juga: Penambangan Pasir Liar Tanggung Jawab Pemda Dompu, Polisi Hanya Membantu )

Mengapa CV. Wangga Lambu menutup usaha penggalian pasir di Hodo? Apakah karena kuatnya sorotan karena aktivitasnya dinilai merusak lingkungan?

“Alasan kami menutup lokasi tambang tersebut, dari sisi bisnis, tidak menguntungkan karena terlalu banyak gangguan sosial dan keamanan, masyarakat yang melewati lokasi tersebut,” jelas Ali Jaharuddin dalam suratnya. (Baca juga: Pemerintah Diminta Hadir Atasi Penambangan Pasir Liar )

Selain meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan, Ali Jaharuddin juga menyatakan akan melakukan reklamasi lahan. “Tugas kami selanjutnya adalah melakukan reklamasi sebagaimana petunjuk dari dinas terkait, Lingkungan Hidup dan akan melakukan pengamanan tebing, bronjong setinggi tebing,” janjinya berkomitmen. (won)

Baca juga:

Setelah Berkali-kali Ditegur, CV. Wangga Lambu Reklamasi Lokasi Pasir Besi )