Bupati Dompu Drs. Bambang M. Yasin (HBY) dan Ketua DPRD Dompu Yuliadin Bucek, S.Sos. (foto olahan ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Masalah penambangan pasir besi di kawasan Doro Ncanga, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, belakangan ini disorot secara tajam oleh sejumlah kalangan. Betapa tidak, maraknya penambangan pasir baik yang diduga liar maupun legal (berizin), mulai menunjukkan gejala kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Bupati Dompu Drs. Bambang M. Yasin (HBY) dan Ketua DPRD Dompu Yuliadin Bucek, S.Sos pun angkat bicara. Berikut pendapat mereka yang dirangkum tim Lakeynews.com.

 

Ketua DPRD: Illegal, Sikat Ramai-ramai

“Kalau tambang pasir di kawasan Doro Ncanga itu illegal, kita sikat ramai-ramai. Dan, kalau legalpun masih tetap kita pertanyakan dan harus kita awasi terus,” kata Ketua DPRD Yuliadin Bucek.

Menurutnya, masalah tambang pasir ini, sebenarnya, sudah lama bergulir. Cuma sampai hari ini, hanya bergulir seperti bola liar. “Kita belum mendapatkan laporan, sejauhmana pekerjaan itu dilakukan,” ujarnya dengan nada tanya.

“Kegiatan itu menguntungkan siapa? Apakah menguntungkan daerah? Menguntungkan rakyat? Ataukah hanya menguntungkan salah satu pihak tertentu? Ini yang harus kita gali bersama,” sambung Bucek pada media ini.

Karena itu, politisi PAN ini memohon dukungan, mohon informasi dan kerjasama dari semua pihak. “Kita mohon dukungan, termasuk dari teman-teman media dan seluruh elemen masyarakat Dompu,” ujarnya.

Kapan rencana dewan turun untuk melihat langsung ke lapangan?

“Kita akan bahas dengan teman-teman, membuat jadwal dulu untuk mengunjungi tempat-tempat (lokasi tambang) itu,” jawab Bucek. “Masalah kehutanan (kawasan hutan yang rusak) itu, juga termasuk yang akan kita perhatikan secara serius,” tambahnya.

 

Salah satu alat berat yang dijumpai tengah beroperasi di wilayah penambangan pasir Doro Ncanga, beberapa hari lalu. (asm/lakeynews.com)

Bupati: Tujuh sampai Delapan Perusahaan Berizin

Di tempat terpisah, Bupati HBY baru-baru ini menegaskan, aktivitas penambangan pasir di kawasan Doro Ncanga mengantongi izin yang jelas.

“Di lokasi sana (Doro Ncanga, red) kalau tidak salah, ada tujuh sampai delapan perusahaan penambangan pasir yang memiliki izin. Termasuk izin milik bakar home,” tegasnya pada wartawan.

Keberadaan sejumlah izin penambangan di Doro Ncanga itu, berdasarkan surat Pemprov NTB yang ditembuskan ke Bupati (Pemkab) Dompu. “Ada izin milik sejumlah perusahaan. Dan, di lokasi itu juga sudah jelas ada titik koordinatnya,” tegas HBY.

Menurut dia, penambangan pasir di Doro Ncanga untuk kebutuhan pembangunan berbagai proyek pembangunan di Dompu. “Jadi, saya tanya, dimana letak kesalahannya,” ujar HBY.

Dia kemudian menyarakan wartawan yang menulis berita terkait penambangan pasir Doro Ncanga, supaya cek ke lapangan. “Jangan sampai dibilang tidak pernah baca koran. Jangan asal nulis saja. Dicek-cek-lah,” imbuhnya. (tim)