
DOMPU – SMAN 3 Dompu akan membuka SMA TERBUKA. Selain solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan sekolah dan dapat ijazah, juga untuk mengatasi kekurangan jumlah siswa di SMAN 3 Dompu.
Rencana pembukaan SMA TERBUKA di lembaga pendidikan yang kini dikepalai Eva Patriani, M.Pd itu, setelah mendapat arahan dari Kadis Dikbud Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan.
Hal tersebut disampaikan Dr Aidy ketika berkunjung dan meninjau SMAN 3 Dompu, Minggu (23/7/23) petang.
Saat itu, Kadis didampingi istrinya dan Kepala Cabang Dinas Dikbud Dompu Muhamad Ihsan, S.Pd.
Sementara Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani ditemani salah seorang guru yang juga Ketua Ikatan Guru Kabupaten Dompu Ida Faridah, S.Pd.Gr.
Aidy memberikan arahan agar sekolah yang berkedudukan di Dompu bagian timur itu membuka SMA TERBUKA setelah menerima beberapa informasi.
Antara lain, rendahnya jumlah siswa baru SMAN 3 Dompu pada tahun ini (Tahun Ajaran 2023/2024). Namun, pada sisi lain, selama ini ada tamatan SMP/sederajat yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/sederajat.
Menurut Aidy, langkah ini sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan sekolah dan mendapat ijazah SMA. Ini terkait upaya pemerataan kesempatan pada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan, sesuai amanat UUD 1945.

Selain itu, pembukaan SMA TERBUKA tersebut, untuk mengatasi kekurangan jumlah siswa di SMAN 3 Dompu. Tentu dampak positif lainnya, untuk pemenuhan jam mengajar guru di sekolah itu.
Diketahui, pada tahun lalu (tahun ajaran 2022/2023) jumlah siswa baru SMAN 3 Dompu 69 orang. Namun tahun ini berkurang menjadi (hanya) 63 orang.
Baca juga:
- Terobosan Eva Patriani, Kepala “Baru” SMAN 3 Dompu Genjot Minat Warga
- Sekolah Terbuka, Terobosan Dikbud NTB Atasi Anak DO, Putus dan tidak Sekolah
Lebih jauh dijelaskan Aidy, SMAN TERBUKA diperuntukan bagi masyarakat yang putus sekolah. Baik disebabkan pernikahan dini maupun anak-anak yang orang tuanya kurang mampu.
“Syarat siswa yang akan masuk SMA TERBUKA ini, umurnya maksimal 21 tahun,” ujar Aidy.
Lalu bagaimana sistem kegiatan belajar mengajar (KBM)-nya?
“Mereka sekolah pada sore hari. Dua kali seminggu. Siswa boleh ke sekolah, atau guru kunjung ke rumah siswa,” jelas Aidy.
–
Eva Patriani: Solusi Minimnya Siswa Kami
Mendapat arahan untuk membuka SMA TERBUKA sebagai solusi minimnya jumlah peserta didik dan adanya masyarakat tidak melanjutkan pendidikan, Kepala SMAN 3 Dompu Eva Patriani mengaku sangat bersyukur.
“Alhamdulillah. Adanya wacana atau rencana ini akan membuka kesempatan bagi masyarakat yang sempat terputus sekolah untuk melanjutkannya,” ujar Eva pada Lakeynews, Minggu malam ini.
Senada dengan Kadis Dikbud NTB, Eva juga mengatakan, membuka SMA TERBUKA ini dalam rangka pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan sesuai amanat UUD 1945.
“Jika benar kami diberi kesempatan untuk SMA TERBUKA, ini juga bisa menjadi solusi minimnya siswa kami,” ujar mantan kepala SMAN 1 Woja itu.
Dibeberkan Eva, siswa di SMAN 3 Dompu minim, sementara guru banyak sekali. “Jumlah GTT (Guru Tidak Tetap)-nya hampir dua kali guru ASN,” ungkapnya. (ayi)
