
* Terkendala Sarana, Pemda Usulkan Tangga Hidrolik di RDPU DPRD
** Bayar kWh PLN Rp 3-4 Miliar per Tahun, Ingin Kurangi Beban dengan PJU Tenaga Surya
–
DANA yang dialokasikan di APBD Kabupaten Dompu 2023 untuk penerangan jalan umum (PJU), lumayan besar, Rp. 120 juta. Tapi kok masalah lampu jalan ini tak kunjung tuntas diatasi? Apa saja kendalanya, sehingga masih banyak lampu jalan yang mati?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Kabag Umum Setda Kabupaten Dompu Irfan Malik mengatakan, PJU di jalur jalan besar (jalan negara) saat ini kondisinya banyak yang mati, adalah lampu yang dipasang oleh Pemerintahan Provinsi NTB.
Tinggi tiang tempat lampu-lampu yang dipasang Pemprov tersebut rata-rata 12 meter. “Sementara Pemda Dompu baru punya tangga manual yang tingginya hanya enam meter,” kata Irfan pada Lakeynews.com.

Baca berita sebelumnya: http://lakeynews.com/2023/06/20/biaya-pemeliharaan-besar-lampu-jalan-dompu-masih-bermasalah-1/
Sebelum meneruskan uraian dari penjelasan Irfan, lihat dulu gambar lampu PJU di sejumlah titik pada wilayah Kecamatan Dompu dan Woja.
Gambar-gambar berikut merupakan hasil potretan Tim Lakeynews.com dan kontribusi warga yang berdomisili maupun berusaha di sekitar lampu-lampu tersebut;









Irfan menjelaskan, sejauh ini, pihaknya masih terkendala dengan keterbatasan sarana maupun peralatan penunjang. “Kami butuh kendaraan khusus, tangga hidrolik untuk menangani lampu-lampu tersebut,” papar Irfan pada Lakeynews.com.
Sehubungan dengan masalah atau kebutuhan tersebut, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikannya ke DPRD Dompu.
“Sudah beberapa kali RDPU (rapat dengar pendapat umum) DPRD Dompu, beberapa kali juga kami sampaikan bahwa kami butuh kendaraan tersebut (tangga hidrolik, red),” ungkapnya.
Namun, bagaimana tanggapan dan tindakan lanjut oleh lembaga legislatif, Irfan belum membeberkannya.
Persolaan PJU di Kabupaten Dompu diperparah lagi oleh kondisi jaringan yang sudah berumur. Hal itu mengakibatkan di beberapa titik mengalami konslet. “Sudah tentu membutuhkan biaya yang cukup besar,” tegas Irfan.
Agar masalah lampu PJU ini tidak terus mengklasik, bagaimana rencana penanganannya kedepan?
Pemkab Dompu berencana menggunakan PJU Tenaga Surya dengan memanfaatkan tiang-tiang yang sudah ada, untuk mengurangi beban. Cuma, biayanya agak mahal.
Dikemukakan Irfan, saat evaluasi di DPRD pada Mei lalu, pihaknya sudah menyampaikan rencana tersebut.
“Untuk mengurangi beban kedepan, kami usulkan penggunaan PJU Tenaga Surya dengan memanfaatkan titik tiang yang ada,” jelasnya.
Walaupun dengan biaya yang sedikit mahal, Irfan berharap, kedepan bisa mengurangi biaya pembayaran kWh meter PJU ke pihak PLN.
“Selama ini, nilai pembayaran Kwh meter PJU ke pihak PLN lebih kurang Rp. 3 miliar hingga Rp. 4 miliar per tahun,” ungkapnya. (tim)
