Salah satu titik lampu penerangan jalan umum di Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu yang cukup lama mati dan belum diganti. (tim/lakeynews.com)

“Ganti Pejabatnya, jika Urus Lampu Saja tidak Mampu”

DISAMPING soal air bersih PDAM dan beberapa masalah lain, persoalan lampu jalan di Kabupaten Dompu –terutama di wilayah kota dan sekitarnya– masih merupakan isu klasik yang tak kunjung mampu ditangani secara tuntas oleh Pemkab Dompu.

Padahal menurut informasi yang dihimpun Lakeynews.com, biaya untuk pemeliharaan lampu-lampu jalan tersebut begitu besar. Tahun 2023 ini saja angkanya lebih dari Rp. 100 juta.

Hampir setiap hari warga mengeluhkan suasana gelap di puluhan titik. Tanpa lampu jalan sebagai penerangnya. Karena bohlam mati, rusak, dan penyebab lainnya.

Hampir setiap saat pula warga menggugah perhatian dan penanganan pemerintah terhadap penerangan jalan umum (PJU) itu.

Ada yang disampaikan langsung kepada pihak terkait selaku penyelenggara pemerintahan. Ada juga yang melalui media sosial, baik lewat akun-akun Facebook maupun di grup-grup WhatsApp.

Kenyataannya, hingga saat ini tak tertangani sebagaimana diharapkan. Hasil pengamatan di lapangan, di wilayah Kecamatan Woja dan Kecamatan Dompu saja terdapat puluhan titik lampu jalan yang bermasalah.

Suasana malam di Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja yang tanpa lampu jalan. (tim/lakeynews.com)

Misalnya wilayah Woja. Di Kelurahan Simpasai, setidaknya ada 11 titik, Kelurahan Kandai Dua ada 5 titik, dan sejumlah titik lainnya.

Demikian pula wilayah Kecamatan Dompu. Di Kelurahan Karijawa saja, ada 8 titik. Sejumlah titik di Kelurahan Bada dan beberapa kelurahan lain, pun banyak lampu jalan bermasalah dan diyakini tidak luput dari penglihatan para pemangku dan pengampu bidang penerangan ini.

Memang di sekitar wilayah pertokoan (pasar), beberapa bulan sebelumnya, banyak lampu jalan tidak berfungsi (mati). Beberapa hari terakhir, tinggal beberapa titik lagi.

Di Dompu ada beberapa titik di wilayah kota yang mati total lampu jalanya. Mulai dari kelurahan simpasai, kelurahan karijawa, dan kelurahan bada.

Disadari, lampu jalan sangat dibutuhkan selain untuk menerangi jalan raya pada malam hari, juga alasan keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

Keberadaan lampu jalan juga dibutuhkan untuk membantu dan mempermudah pelaku UKM/UMKM di Dompu yang berjualan di pinggir jalan.

“Penerangan dari lampu jalan ini sangat dibutuhkan oleh kami yang berjualan pada malam hari,” kata penjual butik di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Andi Hermawan.

Pada Lakeynews.com, Owner RND Fashion Store mengungkapkan keuntungan lain dengan memberdayakan dan mendukung pelaku usaha mikro agar naik kelas melalui lampu jalan.

Penjual butik di Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Andi Hermawan adalah salah satu yang membutuhkan PJU sebagai penunjang usahanya. (ist/lakeynews.com)

Hal itu secara tidak langsung mendukung program unggulan pemerintahan Bupati H. Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan (AKJ-Syah) dalam mencetak 1000 UMKM di Dompu.

“Pejabat yang tidak mampu menangani masalah ini segera diganti saja. Kok, urusan lampu jalan saja tidak bisa diatasi,” tegas Andi.

“Kami tidak habis pikir, lampu jalan di wilayah kota saja tidak serius diperhatikan oleh pemerintah, bagaimana dengan yang jauh dengan wilayah perkotaan,” tanya Wakil Sekretaris BPC HIMPI Kabupaten Dompu itu.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Dompu melalui Kabag Umum Setda Irfan Malik membantah jika pemerintahan dianggap tidak memperhatikan dan menangani masalah ini.

Menurut Irfan, perbaikan lampu jalan dilakukan pihaknya hampir tiap hari. Hingga saat ini, lebih kurang 3.700 titik lampu yang dimiliki pemda.

Selama Irfan menjabat Kabag Umum, beberapa titik/lokasi PJU yang beberapa tahun terabaikan, sudah ditanganinya.

Dia kemudian menyebut beberapa di antaranya sebagai contoh. Diantaranya, Jalan Lintas Kareke Lepadi, Wawonduru, Matua-Selaparang, Rasanggaro Atas, Cabang Terminal Ginte, perkampungan Simpasai dan lainnya.

“Total yang sudah kami perbaiki selama menjabat lebih kurang 450 titik lampu,” jelasnya.

Informasinya, biaya yang dialokasikan di Bagian Umum Setda untuk pemeliharaan lampu jalan ini cukup besar. Benarkah ada dan berapa riil nominalnya?

“Ada. Biaya pemeliharaan Rp. 120 juta,” jawab Irfan singkat.

Tapi, kok masalah lampu jalan ini tak kunjung tuntas diatasi? Apa saja kendala yang dihadapi Pemkab Dompu?

Jawaban Irfan atas pertanyaan ini, berikut rencana penanganan ke depan, serta beberapa hal yang disampaikan ke DPRD, akan diulas pada tulisan berikutnya. (tim/bersambung)