
APA rencana, agenda atau program Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede, ST, M.Si, setelah masuk masa pensiun? Akankah mengikuti jejak sejumlah senior? Terjun ke dunia politik misalnya?
Berikut lanjutan rangkuman hasil perbincangan Wartawan Lakeynews.com dengan jenderal yang akrab disapa Miq Rudy di kediamannya.
“Sementara ini saya ingin mencoba bertani. Sudah susun perencanaan kecil-kecilan,” kata Miq Rudy.
Bertani apa? Di mana rencananya?
Menjawab itu, Miq Rudy menjelaskan, di samping gang arah belakang rumah itu, ada tanah miliknya seluas lima are. Rencananya, di atas tanah itu hendak ditanami vanili.
“Tadi saya sudah bicara dengan pembantu saya untuk buat demplot vanili. Insya Allah, dalam waktu dekat, kita mulai coba,” tuturnya.
Memilih vanili, setelah berdiskusi dengan seorang teman yang kebetulan pejabat. Temannya itu menyarankan Miq Rudy menanam vanili.
“Tapi agak rumit memang. Namun, kata teman saya itu, cocok untuk orang yang pensiun,” jelasnya.
Apa saja dan di mana letak rumitnya?
“Karena semuanya harus dicatat. Jenisnya apa, kapan tanam, pupuk pakai apa dan kapan pemupukannya. Dan lainnya. Pokoknya, harus dicatat semuanya,” papar Miq Rudy.
Baca juga: Brigjen Rudy Setelah Pensiun (1); Bangun Tidur Mau Laporan Pangdam, Baru Sadar saat Pegang HP
Selain itu, ada tanahnya sekitar setengah hektare di wilayah Tembelo, Turida, Kecamatan Cakranegara. “Saya mau nanam pisang di sana,” ujar Miq Rudy.
Di situ kan tanahnya berair (basah). Mengapa pilihannya pisang?
Diakuinya, di bagian belakang berair. Lahan basah itu akan ditanami kangkung. Awalnya Miq Rudy mau pelihara ikan. “Tapi pembantu saya yang punya pengalaman pelihara ikan bilang, ‘jangan ikan Pak nanti hilang semua’,” paparnya.
Di bagian depan mau ditanami pisang. Sekali lagi, kenapa pilihannya pisang? Dan rencananya varietas apa saja?
Sebelum menjawab, Miq Rudy sempat tertawa beberapa hentakan. “Jadi begini. Pisang itu simpel, mudah dan tidak ribet. Pisang varietas apa saja, kita tanam,” ujarnya.
Sebelumnya, Miq Rudy sempat berbincang-bincang dengan Danjen Akademi. Kebetulan sambilan menggeluti bisnis pisang di Jawa Tengah. “Yang saya lihat hasilnya bagus,” sambungnya.
Lebih dari itu. Miq Rudy menjelaskan alasan utama memilih varietas pisang untuk ditanam di sana.
Menurutnya, tanah setengah hektare itu ingin dijual. Namun, tidak laku-laku. Sambil menunggu tanah itu laku, dia memilih mengisinya dengan menanami pisang.
“Nanti kalau sudah ada orang yang beli tanah, pisangnya tinggal kita babat. Saya pikir, pisang paling mudah kita babat,” cetusnya.
Memang ada juga yang menyarankannya untuk menanam alpukat dan lainnya. Miq Rudy lebih tertarik pada padi, namun pilihan akhirnya tetap ke pisang.
Saat ini, ada salah seorang anggota Korem 162/WB yang “dipinjam” Miq Rudy. Pangkatnya kopral. Ketut, demikian biasa dipanggil.
Ketut punya pengalaman yang luar biasa biasa bidang pertanian ini. “Saya bilang sama dia, Ketut sini dulu, ajari dulu saya. Saya mau belajar dulu sama dia,” tuturnya sembari tertawa lagi.
Kesimpulan Miq Rudy kenapa harus memilih pisang. Pertama, jika tanah laku, mudah dibabat (dibersihkan). Kedua, selain bernilai ekonomis, pisang juga dibutuhkan orang setiap hari, setiap saat.
“Saya pilih kegiatan itu untuk iseng saja. Biar ada kegiatan. Daripada bangun tidur, abis Salat Subuh bingung karena tidak ada kegiatan,” urainya.
Yang kami tangkap, kegiatan-kegiatan pertanian di atas itu bersifat sementara dan jangka pendek. Nah, untuk jangka panjang, apa kira-kira rencana atau programnya?
“Saya pahami dan mengerti arahnya. Ada nggak misalnya rencana untuk (terjun) ke politik? Kan itu maksudnya, ya,” jawabnya disambung senyum.
Terkait kemungkinan terjun ke dunia politik, bisa iya dan bisa juga tidak. Miq Rudy masih melihat-lihat dulu keadaan dan kondisi.
“Sementara ini, saya belum fokus ke situ (politik). Saya masih ingin senang-senang dulu, sambil melihat situasi,” tuturnya.
Diakui Miq Rudy, begitu dirinya meletakkan jabatan Danrem 162/WB, sejumlah petinggi beberapa parpol langsung mendekatinya. “Ada banyak sudah yang datang ke rumah. Mengajak saya untuk bergabung,” ujarnya.
Kepada mereka, Miq Rudy memberikan jawaban diplomatis yang hampir sama. “Saya katakan kepada mereka, nanti dululah. Kasihlah kesempatan pada saya untuk ‘bernapas’,” tandasnya.
Seandainya nanti terjun ke dunia politik, kira-kira parpol mana yang akan dipilih? Dan, kemana kira-kira arah politiknya, calon kepala/wakil kepala daerah atau calon DPRD (kabupaten/kota/provinsi), DPR atau DPD RI?
“Ke parpol, nantilah. Saya berusaha realistis saja. Kalaupun ke politik, mungkin calon legislatif, saya mau, tapi yang dekat-dekat saja,” ujarnya memberikan sedikit gambaran.
Legislatif kabupaten/kota atau provinsi, belum tegas disampaikannya. Namun, pikiran itu, kadang muncul, kadang sebentar kemudian hilang. “Belum fokus saya untuk urusan politik,” sambung Miq Rudy.
Pengamatan dan informasi yang dihimpun Lakeynews.com, belakangan ini banyak spekulasi tentang konstelasi politik menjelang Pilkada NTB 2024. Ada yang menyebut paket Gubernur dan Wagub sekarang, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) tetap akan berpasangan pada Pilkada mendatang.
Namun, ada juga isu yang beredar Zul-Rohmi bakal pecah kongsi. Jika pecah kongsi, Umi Rohmi kemungkinan akan mengambil calon wakil dari Pulau Sumbawa. Sebaliknya, Bang Zul tetap akan mengambil calon wakil dari Pulau Lombok.
Salah satu nama yang disebut-sebut layak mendampingi Bang Zul adalah Miq Rudy. Bagaimana tanggapan Miq Rudy?
“Saya wait and see saja,” jawab Miq Rudy sembari mengaku, juga mendengar isu-isu yang berhembus tersebut.
Bahkan, ada ketua dewan pertimbangan salah satu parpol, yang menawarkannya untuk ambil bagian pada kontestasi Pilkada NTB 2024. “Beliau bilang ke saya, ‘gak usah dijawab sekarang, adik siap-siap saja’,” tutur Miq Rudy mengutip tawaran politisi itu.
Tetapi, terlepas dari itu semua, suara hati kecil Miq Rudy menginginkan Zul-Rohmi tetap berpaketan pada Pilgub mendatang.
“Kalau menurut saya, Zul-Rohmi biarkan saja untuk tetap berpasangan ke depan. Jangan dibicarakan, gak usah diutak-atik lagi,” harap dan sarannya. (sarwon al khan/*)
