

“INI DOMPU, Negeri Tiga Peradaban”
–
FESTIVAL Tambora 2022 direncanakan mulai Mei mendatang. Namun, menjelang digelarnya rangkaian demi rangkaian kegiatan tersebut, terlebih dulu diluncurkan (launching) logo dan tema event yang telah menjadi agenda nasional itu.
Peluncuran logo dan tema dilakukan Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) pada momen puncak peringatan Hari Jadi ke-207 Kabupaten Dompu, di Lapangan Pendopo Bupati, 11 April lalu.
Baca juga:
- Peringatan Hari Jadi ke-207 Dompu Khidmat, Bupati AKJ Paparkan Sejumlah Hal
- Besok, Dompu Peringati Hari Jadi ke-207; Ini Rangkaian Kegiatannya
AKJ saat itu didampingi Wali Kota Bima H.M. Lutfi, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Dompu H. Syahrul Parsan, ST, MT dan Ketua DPRD Dompu Andi Bachtiar, A.Md.Par. Tampak juga Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Feryandi, S.IP, Kepala Disnakeswan Provinsi NTB drh. Khairul Akbar, M.Si, unsur Forkopimda dan para Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dompu Ir. Abdul Muis, M.Si, serta sejumlah pejabat lainnya.
Launching Logo dan Tema Festival Tambora itu disemarakkan atraksi budaya “Nggahi Dana, Maka dan Sere” oleh anggota Sanggar Nggahi Rawi Pahu.

Lalu seperti apa logo dan tema Festival Tambora 2022?
Kadis Budpar Kabupaten Dompu Ir. Abdul Muis, M.Si, menguraikannya secara detail. Selain disampaikan di hadapan Bupati Dompu dan para pejabat lain pada saat peluncuran, hal itu juga dijelaskan secara eksplisit pada Lakeynews.com.
Selengkapnya, berikut pemaparan mantan Kadis PU Dompu yang akrab disapa Pak Daeng itu;
–
Logo
Pada logo Festival Tambora kali ini, ada lima helai rambut kuda, kuda yang loncat dan berlari, angka 207 dan Visit Indonesia.
“Lima helai rambut kuda itu adalah menggambarkan lima program andalan JARAPASAKA. Yakni Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan,” tutur Pak Daeng.
Sedangkan kuda yang loncat dan berlari, katanya, menunjukkan keinginan Kabupaten Dompu untuk lebih maju dari sebelumnya.
“Angka 207 adalah Hari Jadi ke 207 Tahun Kabupaten Dompu,” ujarnya.
Visit Indonesia. Menurut Pak Daeng, warga disesuaikan dengan warna Visit Indonesia. “Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Dompu ikut ambil bagian dalam menyukseskan Visit Indonesia,” jelasnya.
–
Tema
INI DOMPU, “Negeri Tiga Peradaban dengan Sejuta Investasi Menuju Dompu Mashur”. Sepenggal kalimat tersebut menjadi tema besar yang diambil untuk perayaan Festival Tambora 2022.
Pak Daeng kemudian memaparkan Dompu sebagai Negeri Tiga Peradaban dimaksud. “Ini karena Dompu hidup di tiga peradaban,” ulas Pak Daeng yang saat itu didampingi Kabid Kebudayaan Zainal Afrodi, S.Pd, MM dan Kasi Pembinaan Seni Budaya Dedi Arsyik, S.Sos.
Pertama, Peradaban Animisme di zaman prasejarah yang dibuktikan dengan keberadaan Sumur Tua (Yoni) sebagai tempat pemujaan yang ditemukan di Situs Dorobata.
Kedua, Peradaban Hindu-Budha yang dibuktikan dengan penemuan pecahan-pecahan gerabah dan batu bata berukuran besar tipe Majapahit.
Dan,Peradaban ketiga, di Situs Dorobata ditemukan Pemakaman Islam di Zaman Kesultanan Dompu.

Sekilas Sejarah Dompu
Sesungguhnya Dompu sudah ada sejak 2.500 tahun sebelum Masehi. Atau, sekitar 4.500 tahun lalu Dompu adalah sebuah kerjaan yang tersohor.
Mengutip beberapa referensi, Pak Daeng menjelaskan, Dompu telah tercatat dalam buku Negara Kertagama di tahun 1331. Dalam penaklukan pertamanya, Patih Gajah Mada mengalami kegagalan, karena (lemahnya) kekuatan armada perangnya saat itu.
Patih Gajah Mada bersumpah, “jika telah mengalahkan Nusantara saya baru akan melepaskan puasa, jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya akan melepaskan puasa.”
“Begitulah bunyi Sumpah Gajah Mada, yang dikenal dengan Sumpah Palapa.
Pada penaklukkan kedua, 26 tahun kemudian, tepatnya tahun 1357, Patih Gajah Mada akhirnya berhasil menaklukan Kerajaan Dompo.
Kedigdayaan Kerajaan Dompo dengan kekuatan armada perangnya, kekayaan sumber daya alam yang merupakan lumbung pangan Nusantara untuk wilayah timur, menjadikan Dompu tercatat dalam Kitab Sejarah Negara Kertagama.
Pada tahun 1815 terjadi peristiwa dan bencana alam yang maha dahsyat. Meletusnya Gunung Aram Aram yang kita kenal sebagai Gunung Tambora.
Dahsyatnya letusan tersebut mengubah iklim dunia. Di kawasan Eropa terjadi musim dingin sepanjang tahun yang mengakibatkan kelaparan. Sejarah menyebutkan Ekspansi Napoleon juga mengalami kegagalan karena perubahan iklim tersebut.
Peristiwa bersejarah inilah yang dijadikan titik balik dari penetapan hari lahirnya Kabupaten Dompu, yang juga dikenal sebagai Negeri Tiga Peradaban.
Pada peradaban modern saat ini, Kabupaten Dompu terus berpacu dalam mensejajarkan diri sebagai Kabupaten yang siap menyongsong insvestasi, merawat dan mencintai budaya dan bahasanya.
Selain itu, meningkatkan sumber daya manusia, memaksimalkan sumber daya alamnya dalam upaya mewujudkan cita-cita bersama menuju DOMPU MASHUR. “Ini bukan sesuatu yang sulit. Dengan semboyan Nggahi Rawi Pahu, bersama pasti kita bisa,” kata Pak Daeng penuh optimis.
Yang paling penting disadari oleh semua komponen di daerah ini, lanjut Pak Daeng, bahwa negeri yang besar adalah negeri yang menghargai peradabannya.
“Alasan itulah kita mengenang peristiwa meletusnya Gunung Tambora dalam sebuah ceremony khidmat. Kita sebut Festival Tambora, dengan Tag Line: “INI DOMPU”. “Negeri Tiga Peradaban dengan Sejuta Investasi Menuju Dompu Mashur,” tegas Pak Daeng mengakhiri penjelasannya. (sarwon al khan)

One thought on “Seperti Apa Logo dan Tema Festival Tambora 2022? Ini Uraian Pak Daeng”