Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Maman, SKM, M.M.Kes. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Memenuhi kekebalan tubuh kelompok masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kesehatan (Dikes) kini bahu-membahu untuk mengejar cakupan dosis tahap ke III.

Hal itu disampaikan Kepala Dikes Kabupaten Dompu Maman, SKM, M.M.Kes pada acara deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di halaman kantor Camat Woja, Jumat (1/4).

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi Covid19  yang telah dilakukan. Cakupannya; Dosis I pada masyarakat umum sudah mencapai 155.787 orang atau pencapaian 89,29 persen, sementara Dosis II sebanyak 147.25 orang atau sekitar 84,27 persen, dan Dosis ke III sebesar 14.936 orang atau 8,56 persen.

“Jadi, pada kesempatan ini, mau-tidak mau, suka-tidak suka kita harus benar-benar bahu-membahu menyusun strategi untuk mengejar cakupan pada dosis ketiga, agar benar-benar terwujud kekebalan kelompok pada masyarakat,” ujarnya.

Maman menjelaskan, cakupan vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah mencapai 1.644 orang (93,36 persen) dari target 1.761 orang. Sementara cakupan vaksinasi Dosis Pertama untuk anak usia 6-11 tahun sebanyak 27.562 orang (102 persen) dari target 27.000 orang. Cakupan dosis ke II sebanyak  20.382 orang (75,43 persen).

“Sedangkan sampai hari ini kementerian kesehatan sudah mengkaji lebih lanjut tentang perubahan dari masa pandemi ke masa endemik,” katanya.

Untuk bisa masuk ke transmisi menuju endemik, lanjut Maman, harus memenuhi beberapa hal. Antara lain, laju penularan harus kurang satu orang per seratus ribu penduduk.

“Alhamdulillah sejak tadi malam penambahan kasus untuk Dompu tidak ada, kita harus syukuri,” papar Maman.

Syarat berikutnya, positif lab harus kurang dari 5 persen. Kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5 persen tiap hari. “Alhamdulillah juga yang dirawat di rumah sakit sampai hari ini sudah kosong,” jelasnya.

Lalu, syarat berikutnya, fatality Lab harus kurang 3 persen dan PPKM harus berada pada transmisi lokal level 1. “Angka kematian kita hanya 1,58 persen. Jadi, kurang 3 persen,” cetusnya.

Sementara transmisi lokal Dompu, bebernya. selalu berubah-ubah. Kadang di level 1 dan kadang di level 2, tapi itu tidak apa-apa. Kondisi itu harus konsisten dan terjaga dalam rentang waktu selama 6 bulan. “Kalau kita mampu bertahan, insya Allah kita akan berubah dari pandemi menuju daerah endemik,” tuturnya optimis. (tim)