
(Sumber: Dikes Kabupaten Dompu)
Provinsi NTB dan Sembilan Kabupaten/Kota Masih di Level 2
–
DOMPU, Lakeynews.com – Satu lagi prestasi Kabupaten Dompu. Kali ini dalam penanganan Covid19. Hasil Assessment Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada pertengahan Maret 2022 ini, Dompu sudah berada di Level 1.
Dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru Dompu yang berada di Level 1. Sedangkan sembilan kabupaten/kota lainnya masih di Level 2.
“Alhamdulillah, semua ini bisa tercapai berkat kerja sama dan sama-sama peran aktifnya semua pihak,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu Maman, SKM, M.M.Kes, pada Lakeynews.com di Dompu, Rabu (23/3).
Kesembilan kabupaten/kota di NTB yang masih pada Level 2 itu; Kabupaten Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara, serta Kota Mataram dan Kota Bima.
“Tingkat testing, tracing dan treatment Kabupaten Dompu, semuanya memadai. Kapasitas respon, vaksinasi lengkap dan vaksinasi lengkap Lansia (lanjut usia), kita juga memadai,” jelas Maman.

Sedangkan tingkat kasus konfirmasi, kematian dan transmisi komunitas, masing-masing satu kasus. Sementara pasien rawat inap, sesuai hasil assessment itu, tampak kosong.
“Ada perubahan indikator pada penilaian Level Vaksin. Vaksin sekarang yang dinilai Dosis Lengkap Total dan Dosis Lengkap Lansia,” papar Maman.
Lebih jauh Maman mengungkapkan, saat ini ada sejumlah personel dari lintas sektor yang tergabung dalam Tim Percepatan Vaksinasi Covid19. Sasarannya, Dosis 3 (Boster) untuk umum, Dosis 2 untuk anak umur 6-11 tahun dan tambahan Dosis 1 dan 2 untuk Lansia.
Tim Percepatan Vaksinasi sedang menyusun strategi, terutama dalam penggerakkan sasaran supaya cepat mendapatkan vaksinasi osis berikut, baik Dosis 1, Dosis 2 maupun Dosis 3 (Boster).
Selanjutnya, semua sasaran yang sudah divaksin dapat dilaporkan tepat waktu sehingga tidak terjadi miss antara data manual dengan data Pcare dan Komite Penanggulangan Covid 19 dan Percepatan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
“Hal ini yang harus menjadi perhatian serius. Disamping terkait dengan hasil testing, tracking, treatment maupun indikator kapasitas respon lainnya,” urai Maman. (tim)
