
“Sempit, Ramai, Rawan Kecelakaan dan Renggut Nyawa”
–
DOMPU, Lakeynews.com – Anggota DPRD Kabupaten Dompu Iskandar, S.Pd, meminta kepada Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) memikirkan pelebaran Jalan Lintas Lakey. Bahu jalan di sepanjang jalur tersebut masih sangat bisa untuk dilakukan itu.
“Kita harapkan kiri-kanan Jalan Lintas Lakey bisa diaspal tambah. Kalau belum memungkinkan diaspal, ya, bisa dengan beton tumbuk,” ujar wakil rakyat utusan PKS Dapil Dompu 1 (Kecamatan Hu’u, Pajo dan Dompu) ini pada Lakeynews.com, baru-baru ini.
Apa alasan politisi yang akrab disapa Iskandar PAS itu mengusulkan pelebaran jalan tersebut? Apa urgensi pelebaran Jalan Lintas Lakey menurut anggota dewan satu-satunya dari Kecamatan Hu’u dan Pajo itu?
Selain kendaraan makin banyak dan arus lalu lintas kian padat karena jalur pariwisata Lakey selalu ramai dikunjungi, juga yang paling penting adalah karena seringnya kecelakaan di jalur itu.
“Seringkali terjadi kecelakaan di jalur itu,” tegas Iskandar pendiri PT. PAS Indonesia Timur dan pendiri CV. PAS Dompu (digital printing pertama di Kabupaten Dompu)
Iskandar yang juga pendiri SMK Bangun Negeri Hu’u dan pengusaha Walet ini menegaskan, salah satu penyebab kecelakaan-kecelakaan itu karena sempitnya ruas jalan sebagai jalur pariwisata dan tambang.
Salah satu kecelakaan dimaksud Iskandar, terjadi pada Januari lalu. Kejadian itu merenggut nyawa seorang warga di Desa Marada.
“Terlepas masalah kematian itu adalah takdir Tuhan, kecelakaan yang merenggut nyawa warga Desa Marada akibat sempitnya ruas jalan sebagai jalur pariwisata dan tambang,” tegasnya.
Karena itu, lanjut Iskandar, Pemprov NTB perlu segera memikirkan pelebaran ruas Jalan Lintas Lakey. Terutama dari jembatan Rabalaju hingga Kareke Kecamatan Dompu, dari Kareke hingga Nanga Doro Kecamatan Hu’u diperlebar.
Menurut ayah tiga anak yang dikenal berjiwa sosial tinggi itu, bahu kiri-kanan jalan masih cukup untuk menambah ruas (aspal) atau beton tumbuk.
“Kita harapkan, paling lambat, tahun 2023 pelebaran jalan itu sudah dilaksanakan,” imbuh pria yang diketahui ringan tangan membantu sesama, terutama kepada anak yatim-piatu, hingga kerap dipanggil dengan Bapak Anak Yatim-Piatu itu. (ayi)
