
DOMPU, Lakeynews.com –Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) memaknai Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW kekinian sebagai momentum untuk senantiasa taat mengikuti perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan contoh dan keteladanan yang ditunjukkan Rasulullah Muhammad SAW.
“Peringatan Isra Mikraj menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua dalam memberikan pelayanan terbaik kepada semua lapisan masyarakat,” kata Bupati terkait Isra Mikraj yang jatuh pada Senin, 28 Februari 2022.
Hal tersebut juga pernah disampaikan Bupati AKJ pada Peringatan Isra Mikraj yang dirangkaikan dengan Doa Syukuran Setahun Kepemimpinan AKJ-Syah (Bupati Dompu Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST, MT). Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Bupati Dompu, Jumat (25/2) malam.
Isra dan Mikraj, menurut Bupati, dua peristiwa yang berbeda, namun berlangsung dalam waktu yang sama. Peristiwa ini punya banyak hikmah.
Secara singkat, Bupati AKJ menguraikan, bahwa Isra merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Palestina).
Sedangkan Mikraj, kisah perjalanan Rasulullah dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. “Peristiwa ini terjadi sebagai bentuk Rasul menerima perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam,” paparnya.
Sebagai hamba Allah SWT yang beriman dan bertakwa, sambung Bupati, momentum Isra dan Mikraj menjadi pendorong dan penguat semangat untuk senantiasa teguh dan tegak dalam menjalankan perintah Allah SWT. Terutama dalam mengemban berbagai tugas dan pengabdian, sesuai peran dan fungsi masing-masing.
Selain itu, senantiasa taat mengikuti perintah Allah SWT yang dicontohi dan diteladani oleh Rasulullah Muhammad SAW. Juga, menginspirasi dan memotivasi bagi Bupati dan jajaran untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat dan senantiasa menghambakan diri kepada Allah SWT.
Lewat momen peringatan Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW, Bupati mengajak jajarannya dan semua elemen terkait agar dalam mengabdi kepada bangsa, negara dan masyarakat, hendaknya dilakukan sebagai bentuk ibadah yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT.
“Sehingga, dengan demikian, membuat perjalanan hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak, senantiasa mendapat pertolongan dari Allah SWT,” ujarnya. (tim/adv)
