Pencarian terhadap Asruddin, petani jagung di So Sori Mango, Desa Suka Damai, Manggelewa, akan dilanjutkan Senin (3/1) pagi. Kapolsek Manggelewa IPTU Abdul Malik dan Kalak BPBD Kabupaten Dompu H. Tajuddin HIR, saat memantau pengerukan material dengan excavator di lokasi tanah longsor . (ist/lakeynews.com)
Excavator melakukan pengerukan, mengangkat batu dan tanah di tengah sungai. (ist/lakeynews.com)

Hari Kedua Pencarian, Petani yang Hilang di Dompu belum Ditemukan

DOMPU, Lakeynews.com – Minggu (2/1) merupakan hari kedua pencarian Asruddin (L/50), petani jagung di So Sori Mango, Desa Suka Damai, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, NTB.

Ada sedikit tanda-tanda di lapangan. Sejak pagi menjelang siang, tercium aroma tak sedap di sekitar lokasi pengerukan tanah longsor.

“Memang benar, sejak dari tadi siang ada bau yang kurang sedap kita cium di sekitar lokasi,” kata Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK melalui Kapolres Manggelewa, IPTU Abdul Malik, SH, pada Lakeynews.com, Minggu sore.

Namun, hingga malam ini, pencarian terhadap pria asal Dusun Lakeke, Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima itu, belum juga membuahkan hasil.

Upaya keras berbagai pihak, termasuk dengan menggunakan alat beras jenis excavator, hingga pencarian dihentikan sementara sore hari, sekitar pukul 17.00 Wita, Asruddin masih belum ditemukan.

Sebelum pengerukan tanah longsor dengan excavator dilanjutkan, pagi-pagi keluarga korban, warga dan aparat terkait, terlebih dulu mencari korban dengan menyusuri sungai. (ist/lakeynews.com)

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, Asruddin diketahui hilang di sekitar lahan tanaman jagungnya, di So Sori Mango, Desa Suka Damai. Yakni saat hujan lebat disusul banjir dan tanah longsor, Jumat (31/12) sore lalu.

Karena itu, muncul beberapa spekulasi dugaan, bahwa Asruddin terimbun tanah longsor, terseret arus (banjir) atau menyelamatkan diri. Bahkan ada yang menyakini bahwa korban tertimbun tanah longsor tersebut.

Baca juga:

Pada hari kedua pencarian, tampak turun ke lokasi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Dompu H. Tajuddin HIR dan personelnya, Ketua Komisi I DPRD Ir. Muttakun, Kapolsek Manggelewa IPTU Abdul Malik beserta anggota, Tim Basarnas Bima dan unsur TNI.

Tak ketinggalan keluarga korban dan sejumlah warga setempat yang ikut aktif melakukan pencarian korban.

Kalak BPBD Kabupaten Dompu H. Tajuddin HIR dan Ketua Komisi I DPRD Ir. Muttakun dan lainnya berteduh sejenak di gubuk lahan jagung karena hujan deras saat pencarian lanjutan korban Asruddin. (ist/lakeynews.com)

Pencarian melalui pengerukan tanah longsor dengan excavator sempat dihentikan sementara. Hal itu karena hujan kembali turun dengan intensitas tinggi disertai arus deras.

Sebelum alat berat (yang sempat mengalami kerusakan pada sore hari pertama pencarian, Sabtu, 1/1) melanjutkan pengerukan, pencarian korban dilakukan pihak keluarga bersama warga sekitar dan aparat terkait. Mereka menyusuri sepanjang sungai.

Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber, pencarian itu dilakukan pagi-pagi. Mulai sekitar pukul 06.00 Wita hingga sekitar pukul 10.00 Wita.

“Setelah dicari di sepanjang sungai dan tidak menemukan korban, kemudian pengerukan tanah longsor kembali dilanjutkan,” kata M. Zunari, salah seorang wartawan yang ikut memantau prosesi pencarian korban tersebut.

Hari sudah sore. Sekitar pukul 17.00 Wita pengerukan tanah longsor itu dihentikan lagi. Rencananya, dilanjutkan besok (Senin, 3/1) pagi. (tim)