Upaya pengerukan tanah longsor menggunakan excavator pribadi Bupati AKJ, di lokasi yang diduga salah satu tempat hilangnya Asruddin, Sabtu (1/1) siang. Aparat TNI dan Polri juga ikut mencari korban. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Hari kedua pencarian Asruddin (L/50), petani yang diduga hilang tertimbun tanah longsor di sekitar lahan tanaman jagungnya, di So Sori Mango, Desa Suka Damai, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, belum membuahkan hasil.

Pencarian lanjutan pada Sabtu (1/1) dengan menggunakan alat berat jenis Excavator (mulai siang hari), belum berhasil menemukan lelaki asal Dusun Lakeke, Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima itu.

“Pencarian hari ini belum berhasil menemukan korban,” kata Kapolres Dompu AKBP Iwan Hidayat, S.IK melalui Kapolsek Manggelewa IPTU Abdul Malik, SH, pada Lakeynews.com, Sabtu malam ini.

Asruddin dikabarkan hilang pada Jumat (31/12) sore, sekitar pukul 15.30 Wita. Sesaat sebelumnya, hujan deras hingga sekitar dua jam. Saat itu, terjadi tanah longsor dan banjir. Sehingga, selain diduga tertimbun longsor, Asruddin juga diduga terseret banjir atau menyelamatkan diri.

Baca juga: Petani Jagung Asal Donggo Bima Hilang di So Sori Mango Dompu

Pencarian lanjutan dimulai pagi-pagi. Diawali pihak keluarga bersama warga setempat.

Sebagian di antara mereka mencari dengan menyusuri sepanjang sungai. Sebagian lagi menggali tanah longsor, menggunakan alat seadanya. “Seperti cangkul dan alat-alat sederhana lainnya,” sebut Malik.

Baru sekitar pukul 12.10 Wita, alat berat berupa excavator tiba di lokasi kejadian. Pencarian korban pun dilanjutkan dengan menggunakan alat berat tersebut.

Petugas BPBD Dompu dan Tim SAR Bima terjun ke lokasi bersama keluarga korban dan warga untuk mencari Asruddin, petani jagung yang hilang saat hujan lebat, Jumat (31/12). (ist/lakeynews.com)

Pencarian di tanah berlumpur yang menggunakan excavator itu, memakan waktu lebih kurang lima jam dan diwarnai guyuran hujan.

Upaya menemukan korban terhenti sekitar pukul 17.00 Wita. Excavator mengalami kerusakan. “Insya Allah, pencarian akan dilanjutkan besok (Minggu, 2/1, red) pagi, setelah alat berat itu diperbaiki,” ujar Malik.

Ikut terjun ke lokasi pencarian pada hari kedua, selain unsur TNI dan Polri, juga Tim SAR Bima dan BPBD Dompu.

Respon Pemda Dinilai Lamban

Diketahui, peristiwa hilangnya Asruddin terjadi pada Jumat (31/12) sekitar pukul 15.30 Wita. Excavator baru tiba di lokasi Sabtu siang.

Hal tersebut menunjukkan lambannya respon Pemda Dompu dalam merespon masalah bencana ini. Bahkan, di lokasi, anggota DPRD Dompu Ir. Muttakun harus berteriak-teriak ketika menghubungi pihak BPBD. Karena belum juga hadir dengan alat berat untuk melakukan evakuasi. Padahal, peristiwa longsor sudah terjadi sejak sehari sebelumnya.

“Hingga menjelang siang, belum ada tanda-tanda adanya bantuan yang turun dan diberikan oleh pemerintah,” tegas Muttakun pada Lakeynews.com, malam ini.

“Alhamdulillah, alat berat milik pribadi Pak AKJ (“Aby” Kader Jaelani, Bupati Dompu) tiba di lokasi dan upaya pengerukan tanah yang longsor mulai dilakukan. Walaupun baru sampai di lokasi sekitar pukul 12.10 Wita,” sambung Muttakun.

Dia berjanji, Minggu pagi akan kembali turun ke lokasi itu untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan proses evakuasi Asruddin yang diduga tertimbun tanah longsor tersebut. (tim)